{"id":33190,"date":"2022-10-04T15:01:36","date_gmt":"2022-10-04T08:01:36","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=33190"},"modified":"2022-10-22T15:03:00","modified_gmt":"2022-10-22T08:03:00","slug":"bupati-nanang-ermanto-menerima-audiensi-perawat-desa-lampung-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/10\/04\/bupati-nanang-ermanto-menerima-audiensi-perawat-desa-lampung-selatan\/","title":{"rendered":"Bupati Nanang Ermanto Menerima Audiensi Perawat Desa Lampung Selatan"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>LAMPUNG SELATAN (LB):<\/strong> Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menerima audiensi Perawat Desa Lampung Selatan di Ruang Kerja Bupati, Selasa (4\/10\/2022).<\/p><\/blockquote>\n<p>Audiensi tersebut berkenaan tentang peran serta Perawat Desa dalam penurunan angka Stunting serta meningkatkan swasembada gizi masyarakat dengan program satu desa satu perawat (One Village One Nurse\/OVON )<\/p>\n<p>Andriyansyah sebagai \u00a0Ketua Perawat Desa Lampung Selatan dalam laporannya mengatakan, melalui program yang di bentuk Bupati Lampung Selatan yakni satu desa satu perawat ditahun 2019 lalu, perawat desa yang telah selesai dibina oleh Dinas Kesehatan langsung menjalankan tugasnya ditahun 2020 di desa-desa yang memang sudah ditetapkan.<\/p>\n<p>Dirinya juga menjelaskan,Perawat Desa tersebut melaksanakan tugasnya dengan tujuan membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat didesa dimana mereka ditugaskan.<\/p>\n<p>\u201cDi masa pandemi kami adalah garda terdepan didesa, kami menjadi Tracer saat itu dengan dibantu tenaga sukarela untuk membantu penyekatan hingga proses karantina pasien positif covid-19 dilaksanakan oleh seluruh perawat desa serta jajaran terkait,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ketua Perawat Desa itu juga menambahkan, bahwa Lampung Selatan merupakan Kabupaten Pertama di Provinsi Lampung yang memiliki program satu desa satu perawat yang disusul oleh Kabupaten Lampung Barat, Kota Bandar Lampung dan Metro.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa saat yang lalu, Universitas Gajah Mada Yogyakarta meminta kepada PPNI Provinsi Lampung untuk menjadi narasumber dalam diskusi bagaimana perawat di desa, dan menunjukkan Perawat Desa Lampung Selatan untuk menjadi narasumbernya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu juga, Ardiyansyah juga menyampaikan kelemahan yang mereka alami, bahwa dari 256 desa yang ada di Kabupaten Lampung Selatan hanya ada 73 desa saja yang baru tercover oleh perawat desa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201dHal ini banyak disebabkan dengan adanya pergantian kepala desa , kepala desanya berganti, kebijakanya juga ikut berubah hingga mengganti perawat desa yang memang sudah lama membina desa tersebut. Maka kami hadir saat ini juga ingin meminta solusi dari Bapak Bupati untuk dapat bersama menyelesaikan masalah yang ada saat ini,\u201d pintanya.<\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan mengucapkan terimakasih atas dedikasi yang telah dikerahkan oleh seluruh perawat desa yang ada di Kabupaten Lampung Selatan dalam menangani kondisi Gizi Buruk serta Stunting.<\/p>\n<p>\u201cKedepannya kami pemerintah daerah akan merumuskan bagaimana membuat solusi untuk memperkuat posisi dari perawat desa dalam membantu masyarakat dalam sektor kesehatan sehingga program-program yang sudah ada dapat berjalan dengan baik nantinya,\u201d ucapnya.<\/p>\n<ol>\n<li>Nanang Ermanto juga menerangkan, jasa dan kinerja dari perawat desa yang telah menjadi sukarelawan di desa yang telah bina semoga menambah kesejahteraan masyarakat di seluruh desa se-Kabupaten Lampung Selatan dan menjadi ladang ibadah untuk kita semua.<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u201cDan terakhir saya peringatkan kepada seluruh Kepala Desa Se- Kabupaten Lampung Selatan untuk tidak seenaknya mengganti perawat desa yang telah ditugaskan, Saya Bupati menghargai kinerja mereka,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG SELATAN (LB): Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menerima audiensi Perawat Desa Lampung Selatan di Ruang Kerja Bupati, Selasa (4\/10\/2022). Audiensi tersebut berkenaan tentang peran serta Perawat Desa dalam penurunan angka Stunting serta meningkatkan swasembada gizi masyarakat dengan program satu desa satu perawat (One Village One Nurse\/OVON ) Andriyansyah sebagai \u00a0Ketua Perawat Desa Lampung Selatan dalam laporannya mengatakan, melalui program yang di bentuk Bupati Lampung Selatan yakni satu desa satu perawat ditahun 2019 lalu, perawat desa yang telah selesai dibina oleh Dinas Kesehatan langsung menjalankan tugasnya ditahun 2020 di desa-desa yang memang sudah ditetapkan. Dirinya juga menjelaskan,Perawat Desa tersebut melaksanakan tugasnya dengan tujuan membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat didesa dimana mereka ditugaskan. \u201cDi masa pandemi kami adalah garda terdepan didesa, kami menjadi Tracer saat itu dengan dibantu tenaga sukarela untuk membantu penyekatan hingga proses karantina pasien positif covid-19 dilaksanakan oleh seluruh perawat desa serta jajaran terkait,\u201d jelasnya. Ketua Perawat Desa itu juga menambahkan, bahwa Lampung Selatan merupakan Kabupaten Pertama di Provinsi Lampung yang memiliki program satu desa satu perawat yang disusul oleh Kabupaten Lampung Barat, Kota Bandar Lampung dan Metro. \u201cBeberapa saat yang lalu, Universitas Gajah Mada Yogyakarta meminta kepada PPNI Provinsi Lampung untuk menjadi narasumber dalam diskusi bagaimana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33191,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-33190","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33190","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33190"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33190\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33192,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33190\/revisions\/33192"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33191"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}