{"id":33119,"date":"2022-10-20T11:21:02","date_gmt":"2022-10-20T04:21:02","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=33119"},"modified":"2022-10-20T11:21:02","modified_gmt":"2022-10-20T04:21:02","slug":"tubaba-raih-juara-1-dalam-ajang-teknologi-tepat-guna-dari-kementerian-desa-ri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/10\/20\/tubaba-raih-juara-1-dalam-ajang-teknologi-tepat-guna-dari-kementerian-desa-ri\/","title":{"rendered":"Tubaba Raih Juara 1 Dalam Ajang Teknologi Tepat Guna dari Kementerian Desa RI"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>TUBABA (LB): Kabupaten Tulang Bawang Barat provinsi Lampung berhasil meraih juara utama dalam ajang penilaian Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XXIII Tahun 2022 dari Kementerian Desa pembangunan Daerah tertinggal transmigrasi (RI).<\/p><\/blockquote>\n<p>Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Tubaba Eri Budi Santoso mengatakan diraihnya juara utama tersebut dalam kegiatan yang diselenggarakan<br \/>\nKementerian Desa pembangunan Daerah tertinggal transmigrasi (RI) \u2013 Badan pengembangan dan informasi Desa,Daerah tertinggal dan transmigrasi di Grand Baalroom Hotel Aston Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat, Rabu (18\/10\/2022).<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulilah setelah melalui berbagai tahapan yang cukup panjang Tubaba berhasil meraih peringkat pertama setelah menyisihkan 16 finalis dari 16 provinsi se-Indonesia untuk inovatornya berasal dari Tiyuh Mekar Asri Kecamatan Tulang Bawang Tengah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Eri juga menambahkan bahwa Penyerahan trofi juara utama di terima langsung oleh Penjabat Bupati Tubaba Dr. Zaidirina, S.E.,M.Si didampingi Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh Sofyan Nur, S.Sos.,M.IP, Camat TBT Achmad Nazarudin, S.IP.,M.IP dan Inovator Heri Irawan dan Yuli Sunaryo<\/p>\n<p>\u201cTeknologi Tepat Guna (TTG)<br \/>\nyang menjadi juara tersebut alat pencacah dan penepung multiguna, yang dapat digunakan untuk mencacah pakan ternak, seperti pelepah sawit, batang singkong, rumput hijauan dan lain sebagainya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Selain itu, lanjutnya alat tersebut juga bisa digunakan untuk menepung beras, jagung, gaplek, kopi dan hasil pertanian sejenis lainnya. Alat ini sangat bernilai ekonomis dan mudah digunakan.<\/p>\n<p>\u201cPJ Bupati Tubaba Zaidirina<br \/>\nberharap dengan keberhasilan tersebut dapat lebih memotivasi masyarakat Tubaba untuk menciptakan inovasi-inovasi baru guna membantu masyarakat serta meningkatkan perekonomian dan daya saing daerah,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TUBABA (LB): Kabupaten Tulang Bawang Barat provinsi Lampung berhasil meraih juara utama dalam ajang penilaian Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XXIII Tahun 2022 dari Kementerian Desa pembangunan Daerah tertinggal transmigrasi (RI). Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Tubaba Eri Budi Santoso mengatakan diraihnya juara utama tersebut dalam kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Desa pembangunan Daerah tertinggal transmigrasi (RI) \u2013 Badan pengembangan dan informasi Desa,Daerah tertinggal dan transmigrasi di Grand Baalroom Hotel Aston Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat, Rabu (18\/10\/2022). \u201cAlhamdulilah setelah melalui berbagai tahapan yang cukup panjang Tubaba berhasil meraih peringkat pertama setelah menyisihkan 16 finalis dari 16 provinsi se-Indonesia untuk inovatornya berasal dari Tiyuh Mekar Asri Kecamatan Tulang Bawang Tengah,\u201d ujarnya. Eri juga menambahkan bahwa Penyerahan trofi juara utama di terima langsung oleh Penjabat Bupati Tubaba Dr. Zaidirina, S.E.,M.Si didampingi Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh Sofyan Nur, S.Sos.,M.IP, Camat TBT Achmad Nazarudin, S.IP.,M.IP dan Inovator Heri Irawan dan Yuli Sunaryo \u201cTeknologi Tepat Guna (TTG) yang menjadi juara tersebut alat pencacah dan penepung multiguna, yang dapat digunakan untuk mencacah pakan ternak, seperti pelepah sawit, batang singkong, rumput hijauan dan lain sebagainya,\u201d tambahnya. Selain itu, lanjutnya alat tersebut juga bisa digunakan untuk menepung beras, jagung, gaplek, kopi dan hasil pertanian sejenis lainnya. Alat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33120,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[350],"tags":[],"class_list":["post-33119","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-tubaba"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33119"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33119\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33121,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33119\/revisions\/33121"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}