{"id":33017,"date":"2022-10-16T19:14:21","date_gmt":"2022-10-16T12:14:21","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=33017"},"modified":"2022-10-16T19:14:21","modified_gmt":"2022-10-16T12:14:21","slug":"letkol-tri-arto-dikukuhkan-sebagai-ketum-komunitas-mobil-dan-motor-klasik-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/10\/16\/letkol-tri-arto-dikukuhkan-sebagai-ketum-komunitas-mobil-dan-motor-klasik-lampung\/","title":{"rendered":"Letkol Tri Arto Dikukuhkan Sebagai Ketum Komunitas Mobil dan Motor Klasik Lampung"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (LB)<\/strong>: Komandan Kodim (Dandim) 0410\/KBL Letkol Arm Tri Arto Subagio dikukuhkan sebagai Ketua umum Komunitas Mobil Motor Klasik Lampung (KM\u00b2KL).<\/p>\n<p>Pengukuhan dilakukan oleh para ketua komunitas kendaraan kelasik se-Provinsi Lampung dalam acara silaturahmi komunitas kendaraan Klasik di Markas Kodim 0410\/KBL, Jumat (14\/10\/2022) malam.<\/p>\n<p>Letkol Tri Arto mengucapkan terima kasih atas pengukuhan dirinya sebagai Ketua KM\u00b2KL. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan adalah sebuah penghormatan.<\/p>\n<p>&#8220;Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan rekan-rekan komunitas. Hal ini suatu kehormatan bagi saya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya dia mengatakan kepercayaan yang diberikan kepadanya meruoakan sebuah tanggung jawab yang diemban bersama dengan dukungan para komunitas KM\u00b2KL ke arah yang lebih positif.<\/p>\n<p>&#8220;Saya yakin selama ini KM\u00b2KL sudah berjalan dengan baik dengan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kebersamaan kita bisa mengembangkan komunitas ini ke arah yang lebih positif lagi,&#8221; kata Tri Arto yang baru menjabat sebagai Dandim 0410\/KBL.<\/p>\n<p>Dia juga menegaskan tidak akan mengambil alih kewenangan masing-masing ketua komunitas, tapi akan berusaha menyinkronkan sehingga nantinya KM\u00b2KL lebih besar lagi.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan kebersamaan ini, saya meyakini kita bisa mengisi energi positif dalam rangka mengenalkan Lampung kepada masyarakat luas dari segi sosial, keamanan, pariwisata dan lain-lain. Tidak kalah pentingnya adalah tertib berlalu lintas,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Kegiatan ini dihadiri Letkol Inf. Imam Safei yang sebelumnya merupakan Ketua sementara KM\u00b2KL dan para ketua komunitas kendaraan klasik se-Lampung. (*\/ak)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (LB): Komandan Kodim (Dandim) 0410\/KBL Letkol Arm Tri Arto Subagio dikukuhkan sebagai Ketua umum Komunitas Mobil Motor Klasik Lampung (KM\u00b2KL). Pengukuhan dilakukan oleh para ketua komunitas kendaraan kelasik se-Provinsi Lampung dalam acara silaturahmi komunitas kendaraan Klasik di Markas Kodim 0410\/KBL, Jumat (14\/10\/2022) malam. Letkol Tri Arto mengucapkan terima kasih atas pengukuhan dirinya sebagai Ketua KM\u00b2KL. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan adalah sebuah penghormatan. &#8220;Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan rekan-rekan komunitas. Hal ini suatu kehormatan bagi saya,&#8221; ungkapnya. Selanjutnya dia mengatakan kepercayaan yang diberikan kepadanya meruoakan sebuah tanggung jawab yang diemban bersama dengan dukungan para komunitas KM\u00b2KL ke arah yang lebih positif. &#8220;Saya yakin selama ini KM\u00b2KL sudah berjalan dengan baik dengan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kebersamaan kita bisa mengembangkan komunitas ini ke arah yang lebih positif lagi,&#8221; kata Tri Arto yang baru menjabat sebagai Dandim 0410\/KBL. Dia juga menegaskan tidak akan mengambil alih kewenangan masing-masing ketua komunitas, tapi akan berusaha menyinkronkan sehingga nantinya KM\u00b2KL lebih besar lagi. &#8220;Dengan kebersamaan ini, saya meyakini kita bisa mengisi energi positif dalam rangka mengenalkan Lampung kepada masyarakat luas dari segi sosial, keamanan, pariwisata dan lain-lain. Tidak kalah pentingnya adalah tertib berlalu lintas,&#8221; pungkasnya. Kegiatan ini dihadiri Letkol Inf. Imam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":33018,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-33017","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33017","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33017"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33017\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33019,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33017\/revisions\/33019"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33018"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33017"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33017"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33017"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}