{"id":32949,"date":"2022-09-08T17:31:17","date_gmt":"2022-09-08T10:31:17","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=32949"},"modified":"2022-10-13T17:33:16","modified_gmt":"2022-10-13T10:33:16","slug":"dinas-kominfotik-provinsi-lampung-gelar-diskusi-tentang-pengembangan-wisata-hutan-bersama-penggiat-medsos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/09\/08\/dinas-kominfotik-provinsi-lampung-gelar-diskusi-tentang-pengembangan-wisata-hutan-bersama-penggiat-medsos\/","title":{"rendered":"Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Gelar Diskusi Tentang Pengembangan Wisata Hutan Bersama Penggiat Medsos"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>BANDAR LAMPUNG (LB):<\/strong> Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung bersama Penggiat Media Sosial (Medsos) menggelar Diskusi mengenai Pengembangan Wisata Hutan Peovinsi Lampung, di Obyek Wisata Lengkung Langit 2 (8\/9\/2022).<\/p><\/blockquote>\n<p>Kegiatan\u00a0 tersebut dibuka Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, dan juga menghadirkan\u00a0 Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Ir. Y.Ruchyansyah dan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata &amp; Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Ulida Rebeca Hutagalung sebagai narasumber.<\/p>\n<p>Hadir juga Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Lakoni Ahmad, S.H. M.H, Kepala Bidang Tata Kelola PBE Arief Nugroho, S.E. Msi serta para penggiat Media Sosial yang ada di Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya Kadis Kominfotik\u00a0 Ganjar Jationo, menyampaikan\u00a0 bahwa keberadaan para penggiat media sosial ini sangat dibutuhkan untuk menyampaikan informasi yang tidak bisa disampaikan secara langsung kepada masyarakat yang ada di pelosok pedesaan.<\/p>\n<p>Terkait dengan tema diskusi yakni\u00a0 hutan yang akan di jadikan objek wisata dengan tidak harus merubah\u00a0 atau merusak\u00a0 hutan, hanya sedikit polesan agar menjadi tempat wisata .<\/p>\n<p>Kabid Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata &amp; Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Ulida Rebeca Hutagalung menyampaikan, bahwa hutan akan di jadikan Wisata\u00a0 dan Pengembangan pramedia ekowisata\u00a0 terkait dengan wisata hutan.<\/p>\n<p>&#8220;Sekarang diberikannya keleluasaan oleh presiden dan menginginkan wisata hutan\u00a0 untuk memiliki hasil hutan dan memanfaatkan hutan tersebut\u00a0 \u00a0yaitu ekowisata yng paling pas di hutan, &#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Kebijakan pariwisata, tambahanya yang harus di edukasi yaitu masyarakat yang ada di sekitar hutan itu bagaimana caranya masyarakat menjadikan hutan itu sebagai\u00a0 peluang.<\/p>\n<p>Ekowisata bentuk wisata yang bertanggung jawab terhadap kelestarian area yang masih alami\u00a0 atau bisa dusebut (natural area), memberi manfaat secara ekonomi dan menjaga keutuhan budaya bagi masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Point Penting Pengelolaan Ekowisata yang pertama ada Aspek Destinasi dan aspek market. Aspek Market Pembangunan ekowisata berwawasan lingkungan,\u00a0 ekowisata tidak melakukan eksploitasi alam, tetapi hanya menggunakan jasa alam dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan, fisik \/ dan psikologis wisatawan.<\/p>\n<p>Sementara Kadis Kehutanan Provinsi Lampung menyampaikan bahwa, hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hanya yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya.<\/p>\n<p>Program kegiatan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung di setiap Bidang diarahkan untuk meningkatkan indeks tutupan lahan, Mengurangi efek GRK (Gas Rumah Kaca). Wisata Hutan menawarkan potensi hutan bagus yang menghasilkan bentang alam yang indah air yang jernih dan udara yang sejuk.<\/p>\n<p>Untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar hutan, dengan demikian diharapkan kondisi hutan akan tetap baik dan segala potensi dalam kawasan hutan (termasuk potensi wisata) tetap terjaga. (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (LB): Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung bersama Penggiat Media Sosial (Medsos) menggelar Diskusi mengenai Pengembangan Wisata Hutan Peovinsi Lampung, di Obyek Wisata Lengkung Langit 2 (8\/9\/2022). Kegiatan\u00a0 tersebut dibuka Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, dan juga menghadirkan\u00a0 Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Ir. Y.Ruchyansyah dan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata &amp; Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Ulida Rebeca Hutagalung sebagai narasumber. Hadir juga Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Lakoni Ahmad, S.H. M.H, Kepala Bidang Tata Kelola PBE Arief Nugroho, S.E. Msi serta para penggiat Media Sosial yang ada di Provinsi Lampung. Dalam sambutannya Kadis Kominfotik\u00a0 Ganjar Jationo, menyampaikan\u00a0 bahwa keberadaan para penggiat media sosial ini sangat dibutuhkan untuk menyampaikan informasi yang tidak bisa disampaikan secara langsung kepada masyarakat yang ada di pelosok pedesaan. Terkait dengan tema diskusi yakni\u00a0 hutan yang akan di jadikan objek wisata dengan tidak harus merubah\u00a0 atau merusak\u00a0 hutan, hanya sedikit polesan agar menjadi tempat wisata . Kabid Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata &amp; Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Ulida Rebeca Hutagalung menyampaikan, bahwa hutan akan di jadikan Wisata\u00a0 dan Pengembangan pramedia ekowisata\u00a0 terkait dengan wisata hutan. &#8220;Sekarang diberikannya keleluasaan oleh presiden dan menginginkan wisata hutan\u00a0 untuk memiliki hasil hutan dan memanfaatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":32950,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-32949","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32949"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32949\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32951,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32949\/revisions\/32951"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}