{"id":32737,"date":"2022-10-06T23:35:38","date_gmt":"2022-10-06T16:35:38","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=32737"},"modified":"2022-10-06T23:35:38","modified_gmt":"2022-10-06T16:35:38","slug":"kerap-macet-parah-dendi-minta-pemerintah-pusat-dan-provinsi-dukung-pelebaran-jalinbar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/10\/06\/kerap-macet-parah-dendi-minta-pemerintah-pusat-dan-provinsi-dukung-pelebaran-jalinbar\/","title":{"rendered":"Kerap Macet Parah, Dendi Minta Pemerintah Pusat dan Provinsi Dukung Pelebaran Jalinbar"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (LB)<\/strong>: Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meminta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung mendukung pelebaran Jalan Lintas Barat (Jalinbar).<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Dendi saat menghadiri Diskusi Publik dengan tema &#8220;Macet Jalinbar, Apa Solusinya?&#8221; yang digelar di Balai Wartawan PWI Provinsi Lampung, Kamis (6\/10\/2022).<\/p>\n<p>Dendi mengatakan sepanjang 17 kilometer Jalinbar berada di wilayah Kabupaten Pesawaran, dan pada waktu-waktu tertentu seperti jam berangkat dan pulang kerja serta hari libur, kondisi jalan sering mengalami kemacetan.<\/p>\n<p>&#8220;Kemacetan dipengaruhi beberapa aspek, seperti meningkatnya volume kendaraan yang melintas namun jalan yang ada tidak ada perubahan, salah satunya terkait lebar jalan,&#8221; kata Dendi.<\/p>\n<p>Dendi juga mengungkapkan berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub), dalam setiap satu jam ada sekitar 3.000 kendaraan yang melewati Jalinbar Pesawaran, terutama pada waktu-waktu tertentu.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan volume kendaraan yang begitu besar yang paling mendesak adalah perlunya pelebaran jalan di Jalinbar ini. Bukan hanya untuk kami di Pesawaran tapi seluruh masyarakat yang melintasi jalan tersebut,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Pada kesempatan ini dia juga menyampaikan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi, Pemda Pesawaran bersama Polri melakukan berbagai upaya meminimalisasi kemacetan yang terjadi.<\/p>\n<p>&#8220;Berbagai upaya sudah kami lakukan, mulai dari melarang kendaraan besar melintas pada jam-jam padat kendaraan dengan menyiapkan kantong parkirnya, kemudian melakukan rekayasa lalu lintas, serta menerjunkan personel Dishub dan Satpol PP untuk membantu Satlantas mengatur lalu lintas,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>&#8220;Selain itu, kita juga sudah mempersiapkan resume untuk di Pesawaran dengan membuat shortcut jalan mulai dari Kemiling (Bandar Lampung) hingga ke Gedong Tataan, tentu kita butuh dukungan anggaran dari Pemprov hingga Pemerintah Pusat sehingga rencana tersebut bisa berjalan,&#8221; katanya. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (LB): Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meminta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung mendukung pelebaran Jalan Lintas Barat (Jalinbar). Hal itu disampaikan Dendi saat menghadiri Diskusi Publik dengan tema &#8220;Macet Jalinbar, Apa Solusinya?&#8221; yang digelar di Balai Wartawan PWI Provinsi Lampung, Kamis (6\/10\/2022). Dendi mengatakan sepanjang 17 kilometer Jalinbar berada di wilayah Kabupaten Pesawaran, dan pada waktu-waktu tertentu seperti jam berangkat dan pulang kerja serta hari libur, kondisi jalan sering mengalami kemacetan. &#8220;Kemacetan dipengaruhi beberapa aspek, seperti meningkatnya volume kendaraan yang melintas namun jalan yang ada tidak ada perubahan, salah satunya terkait lebar jalan,&#8221; kata Dendi. Dendi juga mengungkapkan berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub), dalam setiap satu jam ada sekitar 3.000 kendaraan yang melewati Jalinbar Pesawaran, terutama pada waktu-waktu tertentu. &#8220;Dengan volume kendaraan yang begitu besar yang paling mendesak adalah perlunya pelebaran jalan di Jalinbar ini. Bukan hanya untuk kami di Pesawaran tapi seluruh masyarakat yang melintasi jalan tersebut,&#8221; ujarnya. Pada kesempatan ini dia juga menyampaikan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi, Pemda Pesawaran bersama Polri melakukan berbagai upaya meminimalisasi kemacetan yang terjadi. &#8220;Berbagai upaya sudah kami lakukan, mulai dari melarang kendaraan besar melintas pada jam-jam padat kendaraan dengan menyiapkan kantong parkirnya, kemudian melakukan rekayasa lalu lintas, serta menerjunkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":32739,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-32737","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32737","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32737"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32737\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32740,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32737\/revisions\/32740"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32739"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32737"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32737"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32737"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}