{"id":32151,"date":"2022-07-05T08:29:57","date_gmt":"2022-07-05T01:29:57","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=32151"},"modified":"2022-09-15T08:31:23","modified_gmt":"2022-09-15T01:31:23","slug":"gubernur-arinal-tinjau-danau-ranau-lampung-barat-lokasi-investasi-pt-japfa-comfeed","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/07\/05\/gubernur-arinal-tinjau-danau-ranau-lampung-barat-lokasi-investasi-pt-japfa-comfeed\/","title":{"rendered":"Gubernur Arinal Tinjau Danau Ranau Lampung Barat, Lokasi Investasi PT. Japfa Comfeed"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Barat (LB) :<\/strong> Gubernur Lampung Arinal Djunaidi\u00a0 meninjau langsung danau ranau di Pekon (Desa) Kagungan Kecamatan Lumbok Seminung,\u00a0 Lampung Barat, yang menurut rencana akan menjadi lokasi investasi yang akan di lakukan oleh PT. Japfa Comfeed , Selasa (5\/7\/2022).<\/p>\n<p>Gubernur Arinal bersama beberapa petinggi PT Japfa Comfeed, diantaranya Komisaris Utama sekaligus anggota Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Syamsir Siregar.<\/p>\n<p>Kemudian Direktut Operasional PT. Japfa Comfeed Rachmad Indrajaya, Renaldo Santosa anak pemilik PT. Japfa Comfeed, dan Ketua umum PPAD Doni Monardo dalam rangka rencana pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian Danau Ranau.<\/p>\n<p>Arinal bersama rombongan berangkat dari Bandara Raden Intan ll dengan menggunakan Helikopter Jenis, H130.no.reg.pk-JTZ dengan operator Air Pasific Utama, rombongan tiba di lapangan Indrapati Cakra Negara di komplek Perkantoran Pemkab Lambar sekitar pukul 11:30 WIB.<\/p>\n<p>Bupati Lampung Barat\u00a0 Parosil Mabsus langsung menuju Helikopter untuk ikut dalam rombongan Gubernur Lampung dan petinggi Japfa Comfeed menuju Lumbok Seminung untuk melakukan peninjauan.<\/p>\n<p>Danau Ranau terletak di perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi\u00a0 Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>Dari 125.9 km\u00b2 luas Danau Ranau 2\/3 diantaranya masuk dalam wilayah Lampung Barat, tepatnya di Kecamatan Lumbok Seminung. Selain potensi pariwisata Danau Ranau juga sejak 10 tahun terakhir mulai dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk budidaya ikan air tawar secara intensif yakni dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA).<\/p>\n<p>Saat ini intensitas budidaya semakin meningkat bahkan lokasi pemasaran ikan air tawar hasil produksi KJA menjangkau seluruh wilayah Lampung dan sebagian wilayah Sumatera Selatan. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Barat (LB) : Gubernur Lampung Arinal Djunaidi\u00a0 meninjau langsung danau ranau di Pekon (Desa) Kagungan Kecamatan Lumbok Seminung,\u00a0 Lampung Barat, yang menurut rencana akan menjadi lokasi investasi yang akan di lakukan oleh PT. Japfa Comfeed , Selasa (5\/7\/2022). Gubernur Arinal bersama beberapa petinggi PT Japfa Comfeed, diantaranya Komisaris Utama sekaligus anggota Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Syamsir Siregar. Kemudian Direktut Operasional PT. Japfa Comfeed Rachmad Indrajaya, Renaldo Santosa anak pemilik PT. Japfa Comfeed, dan Ketua umum PPAD Doni Monardo dalam rangka rencana pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian Danau Ranau. Arinal bersama rombongan berangkat dari Bandara Raden Intan ll dengan menggunakan Helikopter Jenis, H130.no.reg.pk-JTZ dengan operator Air Pasific Utama, rombongan tiba di lapangan Indrapati Cakra Negara di komplek Perkantoran Pemkab Lambar sekitar pukul 11:30 WIB. Bupati Lampung Barat\u00a0 Parosil Mabsus langsung menuju Helikopter untuk ikut dalam rombongan Gubernur Lampung dan petinggi Japfa Comfeed menuju Lumbok Seminung untuk melakukan peninjauan. Danau Ranau terletak di perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi\u00a0 Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung. Dari 125.9 km\u00b2 luas Danau Ranau 2\/3 diantaranya masuk dalam wilayah Lampung Barat, tepatnya di Kecamatan Lumbok Seminung. Selain potensi pariwisata Danau Ranau juga sejak 10 tahun terakhir mulai dimanfaatkan masyarakat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":32152,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-32151","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32151","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32151"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32151\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32153,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32151\/revisions\/32153"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32152"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32151"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32151"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32151"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}