{"id":32003,"date":"2022-09-08T08:42:07","date_gmt":"2022-09-08T01:42:07","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=32003"},"modified":"2022-09-08T08:42:07","modified_gmt":"2022-09-08T01:42:07","slug":"diskusi-jmsi-lampung-para-tokoh-hadir-bedah-dampak-kenaikan-bbm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/09\/08\/diskusi-jmsi-lampung-para-tokoh-hadir-bedah-dampak-kenaikan-bbm\/","title":{"rendered":"Diskusi JMSI Lampung, Para Tokoh Hadir Bedah Dampak Kenaikan BBM"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (LB)<\/strong>: Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung menggelar diskusi publik pertamanya tentang dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Rumah Siber JMSI Lampung, Jl. Pangeran M. Noer (Karya Muda 3) No. 2 Bandar Lampung, Rabu (7\/9\/2022).<\/p>\n<p>Diskusi dengan Tema &#8220;Dampak Kenaikan BBM Terhadap Perekonomian Lampung&#8221; itu dihadiri Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Provinsi Lampung Dwiki Simbolon, Ketua Unit Reaksi Cepat (URC) OJOL Edo, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Apriadi Alwi.<\/p>\n<p>Hadir juga Ketua Kadinda Provinsi Lampung Yuria Putra Tubarat, Deputi Kepala Perwakilan BI Lampung Irfan Parulian, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, Deputi Kepala Perwakilan BI Lampung, Ketua KNPI Provinsi Lampung Iqbal Ardiansyah, dan Keluarga Besar Batanghari Sembilan (KBBS) H. Darussalam.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Ketua JMSI Provinsi Lampung Ahmad Novriwan mengatakan diskusi digelar berangkat dari keresahan masyarakat akibat dampak kenaikan BBM.<\/p>\n<p>&#8220;Kita ingin mendengar apa saja keluhan masyarakat yang terdampak kenaikan BBM dan solusi dari pemerintah dan elemen terkait serta pembicara yang berkompeten di bidangnya,&#8221; kata Ahmad Novriwan.<\/p>\n<p>Ketua Kadinda Provinsi Lampung Yuria Putra Tubarat berpendapat kenaikan BBM ini merupakan tantangan bagi dunia usaha bagaimana bisa menyorot kestabilitasan dunia usaha pascakenaikan BBM.<\/p>\n<p>&#8220;Sebagai pengusaha kami harus survive dengan melakukan upaya-upaya menyiasati hasil produksi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Dia mencontohkan penjual pisang. Dengan naiknya harga pisang, pengusaha bisa membuat pisang molen yang lebih kecil agar harganya tak naik.<\/p>\n<p>&#8220;Itulah upaya yang bisa dan harus kami lakukan saat ini untuk tetap bertahan dalam kondisi ini,&#8221; jelas dia.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Ganjar Jationo menjelaskan upaya-upaya taktis yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga.<\/p>\n<p>&#8220;Hal ini untuk mengatasi inflasi yang kemarin akibat terdampak pandemi Covid-19 baru teratasi,&#8221; ujar Ganjar.<\/p>\n<p>Sementara Ketua KNPI Provinsi Lampung Iqbal Ardiansyah, menyatakan nasionalisme bangsa Indonesia saat ini sedang diuji.<\/p>\n<p>&#8220;Indonesia sedang sakit, nasionalisme kita benar-benar diuji. Dengan kondisi saat ini persatuan nasional harus tetap terjaga,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Iqbal juga mengingatkan bantuan-bantuan dari pemerintah, seperti BLT dan PKH harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan tepat sasaran, tidak disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Dalam diskusi ini, Ketua Dewan Pakar JMSI Herman Batin Mangku (HBM) berharap masyarakat bisa lolos dari badai dampak kenaikan BBM. &#8220;Semoga kita cepat lolos dari dampak kenaikan BBM,&#8221; kata HBM.<\/p>\n<p>Dia menyakini jika program-program pemerintah dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran, maka kita akan menyongsong Indonesia yang semakin baik.<\/p>\n<p>Pada acara dikusi ini, Ketua KBBS Darussalam berpendapat bangsa Indonesia baru saja pengalami wabah Covid-19 dan kini sedang berusaha mengatasi dampak kenaikan BBM.<\/p>\n<p>&#8220;IKN sebaiknya ditunda dahulu karena kondisi saat ini masih belum memungkinkan untuk dilanjutkan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sekretaris JMSI Lampung Bukhori Muzamil, sebagai konstituen dewan pers JMSI mengadakan diskusi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan-persoalan yang muncul di Masyarakat pasca kenaikan BBM.<\/p>\n<p>&#8220;JMSI sudah masuk sebagai konstituen dewan pers,&#8221; kata Bukhori.<\/p>\n<p>Sedangkan perwakilan komunitas mahasiswa GMKI yang mewakili empat wadah perhimpunan akan melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM besok.<\/p>\n<p>Menyikapi rencana unjuk rasa ini, di sela-sela acara Ganjar memastikan aksi unjuk rasa mahasiswa tersebut akan ditemui pihak Pemprov Lampung. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (LB): Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung menggelar diskusi publik pertamanya tentang dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Rumah Siber JMSI Lampung, Jl. Pangeran M. Noer (Karya Muda 3) No. 2 Bandar Lampung, Rabu (7\/9\/2022). Diskusi dengan Tema &#8220;Dampak Kenaikan BBM Terhadap Perekonomian Lampung&#8221; itu dihadiri Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Provinsi Lampung Dwiki Simbolon, Ketua Unit Reaksi Cepat (URC) OJOL Edo, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Apriadi Alwi. Hadir juga Ketua Kadinda Provinsi Lampung Yuria Putra Tubarat, Deputi Kepala Perwakilan BI Lampung Irfan Parulian, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, Deputi Kepala Perwakilan BI Lampung, Ketua KNPI Provinsi Lampung Iqbal Ardiansyah, dan Keluarga Besar Batanghari Sembilan (KBBS) H. Darussalam. Dalam sambutannya, Ketua JMSI Provinsi Lampung Ahmad Novriwan mengatakan diskusi digelar berangkat dari keresahan masyarakat akibat dampak kenaikan BBM. &#8220;Kita ingin mendengar apa saja keluhan masyarakat yang terdampak kenaikan BBM dan solusi dari pemerintah dan elemen terkait serta pembicara yang berkompeten di bidangnya,&#8221; kata Ahmad Novriwan. Ketua Kadinda Provinsi Lampung Yuria Putra Tubarat berpendapat kenaikan BBM ini merupakan tantangan bagi dunia usaha bagaimana bisa menyorot kestabilitasan dunia usaha pascakenaikan BBM. &#8220;Sebagai pengusaha kami harus survive dengan melakukan upaya-upaya menyiasati hasil produksi,&#8221; katanya. Dia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":32004,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-32003","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32003"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32003\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32005,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32003\/revisions\/32005"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32004"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}