{"id":31839,"date":"2022-09-01T21:53:52","date_gmt":"2022-09-01T14:53:52","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=31839"},"modified":"2022-09-01T21:53:52","modified_gmt":"2022-09-01T14:53:52","slug":"pemdes-margodadi-gelar-musdes-rkpdes-2023-dan-rembug-stunting-2022","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/09\/01\/pemdes-margodadi-gelar-musdes-rkpdes-2023-dan-rembug-stunting-2022\/","title":{"rendered":"Pemdes Margodadi Gelar Musdes RKPDes 2023 dan Rembug Stunting 2022"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>LAMPUNG SELATAN (LB):<\/strong> Pemerintah Desa Margodadi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan adakan Musyawarah Desa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2023 dan rembug Stunting tahun 2022 dibalai desa Margodadi, Kamis (1\/9\/2022).<\/p><\/blockquote>\n<p>Kepala Desa Margodadi Noven Fahri menyampaikan bahwa arah kebijakan pembangunan tahun 2023, desa Margodadi akan melanjutkan pembangunan ruas-ruas gang disemua dusun.<\/p>\n<p>&#8221; Telah terangkum pokok- pokok rencana pembangunan desa Margodadi ditahun 2023. Warga berharap tahun depan pembangunan bisa menyeluruh disetiap dusun, seperti dulu sebelum adanya wabah Covid-19. Tentunya pemerintah desa menyambut baik aspirasi dari masyarakat, namun tidak semua bisa dilaksanakan sekaligus dalam satu tahun anggaran,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Noven juga mengatakan pemerintah desa Margodadi siap bersinergi dalam menangani kasus Stunting, khususnya yang ada di wilayah desa yang ia pimpin.<\/p>\n<p>&#8221; Kami siap mendukung program pemerintah kabupaten maupun kecamatan dalam menangani kasus Stunting. Harapannya dengan ada rembug ini, bisa benar-benar menemukan solusi dan inovasi dalam mewujudkan program bebas Stunting,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Tenaga Ahli Kabupaten Lampung Selatan Esy Ardania mengatakan peran pemerintah desa sangat penting dalam mencegah dan menangani kasus Stunting.<\/p>\n<p>&#8221; Dengan sinergi yang baik antar pemerintah Desa bekerjasama dengan tenaga kesehatan mulai dari bidan desa, posyandu dan Puskesmas dapat meningkatkan pencegahan Stunting. Adapun sasaran kita adalah anak-anak umur 0-8 tahun, remaja, calon pengantin, ibu hamil dan ibu menyusui maka pemberian vitamin, makanan bergizi dan makanan tambahan sangat dibutuhkan masyarakat,&#8221;pungkasnya. (Herdi\/Fahrur)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG SELATAN (LB): Pemerintah Desa Margodadi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan adakan Musyawarah Desa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2023 dan rembug Stunting tahun 2022 dibalai desa Margodadi, Kamis (1\/9\/2022). Kepala Desa Margodadi Noven Fahri menyampaikan bahwa arah kebijakan pembangunan tahun 2023, desa Margodadi akan melanjutkan pembangunan ruas-ruas gang disemua dusun. &#8221; Telah terangkum pokok- pokok rencana pembangunan desa Margodadi ditahun 2023. Warga berharap tahun depan pembangunan bisa menyeluruh disetiap dusun, seperti dulu sebelum adanya wabah Covid-19. Tentunya pemerintah desa menyambut baik aspirasi dari masyarakat, namun tidak semua bisa dilaksanakan sekaligus dalam satu tahun anggaran,&#8221; ujarnya. Noven juga mengatakan pemerintah desa Margodadi siap bersinergi dalam menangani kasus Stunting, khususnya yang ada di wilayah desa yang ia pimpin. &#8221; Kami siap mendukung program pemerintah kabupaten maupun kecamatan dalam menangani kasus Stunting. Harapannya dengan ada rembug ini, bisa benar-benar menemukan solusi dan inovasi dalam mewujudkan program bebas Stunting,&#8221; ucapnya. Sementara itu, Tenaga Ahli Kabupaten Lampung Selatan Esy Ardania mengatakan peran pemerintah desa sangat penting dalam mencegah dan menangani kasus Stunting. &#8221; Dengan sinergi yang baik antar pemerintah Desa bekerjasama dengan tenaga kesehatan mulai dari bidan desa, posyandu dan Puskesmas dapat meningkatkan pencegahan Stunting. Adapun sasaran kita adalah anak-anak umur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31840,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-31839","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31839"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31839\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31841,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31839\/revisions\/31841"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}