{"id":31336,"date":"2022-08-13T02:05:22","date_gmt":"2022-08-12T19:05:22","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=31336"},"modified":"2022-08-13T02:05:22","modified_gmt":"2022-08-12T19:05:22","slug":"penulis-novel-ayat-ayat-setan-ditikam-di-bagian-leher","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/08\/13\/penulis-novel-ayat-ayat-setan-ditikam-di-bagian-leher\/","title":{"rendered":"Penulis Novel &#8216;Ayat-Ayat Setan&#8217; Ditikam di Bagian Leher"},"content":{"rendered":"<p><strong>NEW YORK (LB)<\/strong>: Salman Rushdie, penulis Novel &#8216;The Satanic Verses&#8217; atau &#8216;Ayat-ayat Setan&#8217;, dilarikan ke rumah sakit usai ditikam di bagian leher saat berada di atas panggung di New York.<\/p>\n<p>Seperti dilansir\u00a0AFP, Jumat (12\/8\/2022), dalam sebuah video menunjukkan sejumlah orang membantunya usai diserang di sebuah acara di Chautauqua. Salman disebut ditikam seseorang.<\/p>\n<p>&#8220;Peristiwa paling mengerikan baru saja terjadi di #chautauquainstitution &#8211; Salman Rushdie diserang di atas panggung di #chq2022. Amfiteater dievakuasi,&#8221; kata seorang saksi di media sosial dilansir\u00a0AFP.<\/p>\n<p>Polisi New York sudah mengamankan seorang tersangka pelaku, tapi terus masih menyelidiki kasus ini..<\/p>\n<p>&#8220;Seorang tersangka laki-laki berlari ke atas panggung dan menyerang Rushdie dan seorang pewawancara. Rushdie menderita luka tusuk di leher, dan dibawa dengan helikopter ke rumah sakit daerah. Kondisinya belum diketahui,&#8221; kata polisi dalam sebuah pernyataan.<\/p>\n<p>Salman membuat heboh dan menjadi kontroversi usai menulis &#8216;The Satanic Verses&#8217; atau &#8220;Ayat-Ayat Setan&#8221; pada 1988. Novel itu dikecam umat Islam karena dianggap tidak menghormati Nabi Muhammad. (ak)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NEW YORK (LB): Salman Rushdie, penulis Novel &#8216;The Satanic Verses&#8217; atau &#8216;Ayat-ayat Setan&#8217;, dilarikan ke rumah sakit usai ditikam di bagian leher saat berada di atas panggung di New York. Seperti dilansir\u00a0AFP, Jumat (12\/8\/2022), dalam sebuah video menunjukkan sejumlah orang membantunya usai diserang di sebuah acara di Chautauqua. Salman disebut ditikam seseorang. &#8220;Peristiwa paling mengerikan baru saja terjadi di #chautauquainstitution &#8211; Salman Rushdie diserang di atas panggung di #chq2022. Amfiteater dievakuasi,&#8221; kata seorang saksi di media sosial dilansir\u00a0AFP. Polisi New York sudah mengamankan seorang tersangka pelaku, tapi terus masih menyelidiki kasus ini.. &#8220;Seorang tersangka laki-laki berlari ke atas panggung dan menyerang Rushdie dan seorang pewawancara. Rushdie menderita luka tusuk di leher, dan dibawa dengan helikopter ke rumah sakit daerah. Kondisinya belum diketahui,&#8221; kata polisi dalam sebuah pernyataan. Salman membuat heboh dan menjadi kontroversi usai menulis &#8216;The Satanic Verses&#8217; atau &#8220;Ayat-Ayat Setan&#8221; pada 1988. Novel itu dikecam umat Islam karena dianggap tidak menghormati Nabi Muhammad. (ak)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":31337,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[351],"tags":[],"class_list":["post-31336","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31336","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31336"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31336\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31338,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31336\/revisions\/31338"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31337"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31336"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31336"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31336"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}