{"id":30801,"date":"2022-07-22T10:35:00","date_gmt":"2022-07-22T03:35:00","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=30801"},"modified":"2022-07-22T10:35:00","modified_gmt":"2022-07-22T03:35:00","slug":"luar-biasa-unila-raih-medali-emas-di-ajang-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/07\/22\/luar-biasa-unila-raih-medali-emas-di-ajang-internasional\/","title":{"rendered":"Luar Biasa! Unila Raih Medali Emas di Ajang Internasional"},"content":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (LB): Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan prestasi gemilang. Kali ini di ajang internasional World Sciences, Environmental, and Engineering Competition (WSEEC) yang diselenggarakan secara online dan offline pada 17-20 Juli 2022 di Jakarta.<\/p>\n<p>Kompetisi tingkat dunia ini digelar The Indonesian Young Scientists Association (IYSA) bekerja sama dengan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Malaysia Innovation, Invention and Creativity, Association, Alpha Science Educational Project Turkey, Department of Food Science and Technology IPB, Actuatial Science Department ITS, dan LPPM Universitas Negeri Medan.<\/p>\n<p>Dalam even WSEEC 2022 ini ada tujuh kategori kompetisi yang dilombakan yaitu:\u00a0Mathematics, Energy and Engineering, Physic, Life Science, Social Science, Environment, dan\u00a0Technology.<\/p>\n<p>Tercatat ada 196 peserta yang yang mengikuti kompetisi ini tersebar dari tiga benua yaitu Asia, Eropa, dan Amerika. Dari Benua Asia, selain Indonesia, tercatat peserta dari Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, United Arab Emirates, Philippines, Kazakhstan, India, dan Iran.<\/p>\n<p>Peserta dari Benua Eropa berasal dari Turki, Romania, dan Macedonia, sedangkan dari Benua Amerika terdapat peserta dari Mexico.<\/p>\n<p>Dalam prosesi\u00a0Awarding Ceremony\u00a0yang dihelat pada 20 Juli 2022, Tim Unila dinobatkan sebagai salah satu peraih\u00a0Gold Medal\u00a0Kategori\u00a0Life Science secara online bersama Universitas Brawijaya dan Poltekkes Kemenkes Malang. Sementara\u00a0Gold Medal kategori Life Science\u00a0secara\u00a0offline\u00a0diraih Rangsit University, Thailand.<\/p>\n<p>Tim Unila berhasil meraih medali emas dengan mengusung judul \u201cThe Formulation of Aromatherapy Candle Preparations From Bee-Wax As An Anti-Mosquito Combined With Citronella Essential Oils And Mint Leaves\u201d.<\/p>\n<p>Tim diketuai Mahfud Sidik (Biologi 2019) dan anggota terdiri atas Ani Andri Yani (Biologi 2019), Indah Ayu Lestari (Biologi 2020), Lousanja Dira Sa\u2019udah (Kimia 2019), dan Gustin Lestiani (Kimia 2018), pada kategori\u00a0Life Science.<\/p>\n<p>Sementara itu, peraih medali emas lainnya mengangkat Tema\u00a0Smalry: Application of Local History Education in Growing Awarness of Students\u2019 History as a Reservation Conservation Effort.<\/p>\n<p>Tim diketuai Winda Pitriani Parhamah (Sejarah 2019) dengan anggota Vany Aswandi (Sejarah 208), Ulfa Novitasari (Sejarah 2021), Imroah Laina Kresno Mukti (Sejarah 2020), dan Dinda Uqnul Amalia (Ekonomi 2019), pada kategori\u00a0Social\u00a0Science\u00a0yang dibimbing oleh Sumargono, S.Pd., M.Pd.<\/p>\n<p>Adapun Tim Unila yang meraih medali perak mengusung topik\u00a0Utilization of the Ruwai Jurai Museum as a Learning Resource in Increasing Understanding of Local Culture.<\/p>\n<p>Tim diketuai Dona Oktavia (Pendidikan Sejarah 2019) dengan anggota<br \/>\nWinda Pitriani Parhamah (Sejarah 2019),<br \/>\nNadira Febri Faradila (Sejarah 2019),<br \/>\nImroah Laina Kresno Mukti (Sejarah 2020), dan Satria Pratama dan (Hukum 2019), pada kategori Social Science, dibimbing oleh Sumargono, S.Pd., M.Pd.<\/p>\n<p>Tim Unila peraih medali perunggu mengangkat tema DARO (Desa Produktif): Integrated Digital Cooperative Incubator Program Concept with Public Crowdfunding scheme to Support Rural Area Economic Development. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (LB): Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan prestasi gemilang. Kali ini di ajang internasional World Sciences, Environmental, and Engineering Competition (WSEEC) yang diselenggarakan secara online dan offline pada 17-20 Juli 2022 di Jakarta. Kompetisi tingkat dunia ini digelar The Indonesian Young Scientists Association (IYSA) bekerja sama dengan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Malaysia Innovation, Invention and Creativity, Association, Alpha Science Educational Project Turkey, Department of Food Science and Technology IPB, Actuatial Science Department ITS, dan LPPM Universitas Negeri Medan. Dalam even WSEEC 2022 ini ada tujuh kategori kompetisi yang dilombakan yaitu:\u00a0Mathematics, Energy and Engineering, Physic, Life Science, Social Science, Environment, dan\u00a0Technology. Tercatat ada 196 peserta yang yang mengikuti kompetisi ini tersebar dari tiga benua yaitu Asia, Eropa, dan Amerika. Dari Benua Asia, selain Indonesia, tercatat peserta dari Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, United Arab Emirates, Philippines, Kazakhstan, India, dan Iran. Peserta dari Benua Eropa berasal dari Turki, Romania, dan Macedonia, sedangkan dari Benua Amerika terdapat peserta dari Mexico. Dalam prosesi\u00a0Awarding Ceremony\u00a0yang dihelat pada 20 Juli 2022, Tim Unila dinobatkan sebagai salah satu peraih\u00a0Gold Medal\u00a0Kategori\u00a0Life Science secara online bersama Universitas Brawijaya dan Poltekkes Kemenkes Malang. Sementara\u00a0Gold Medal kategori Life Science\u00a0secara\u00a0offline\u00a0diraih Rangsit University, Thailand. Tim Unila berhasil meraih medali emas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":30802,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-30801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30801"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30801\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30803,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30801\/revisions\/30803"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}