{"id":30660,"date":"2021-11-14T21:04:26","date_gmt":"2021-11-14T14:04:26","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=20297"},"modified":"2021-11-14T21:04:26","modified_gmt":"2021-11-14T14:04:26","slug":"ayam-panggang-bumbu-rujak-nan-mantap-bikin-selera-makan-makin-sip","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/11\/14\/ayam-panggang-bumbu-rujak-nan-mantap-bikin-selera-makan-makin-sip\/","title":{"rendered":"Ayam Panggang Bumbu Rujak Nan Mantap, Bikin Selera Makan Makin Sip"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id)<\/strong>: Menu ayam sangat dikenal dan menjadi salah satu favorit di Indonesia. Beragam menu olahan ayam dibuat dan disajikan saat bersantap bersama keluarga di rumah maupun di restoran.<\/p>\n<p>Menu gulai ayam, semisal opor atau ayam kuah pedas mungkin sudah biasa. Begitu juga dengan ayam bakar yang menjadi salah satu menu favorit para pencinta kuliner.<\/p>\n<p>Nah, para bunda dan para pencinta kuliner bagaimana dengan resep Ayam Bakar Bumbu Rujak, mungkin perlu dicoba.<\/p>\n<p><em><strong>Bahan dan Bumbu<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Ayam 1 Ekor (800 gram) potong jadi 4, panggang hingga setengah matang<br \/>\nJeruk nipis (1 bh) peras ambil airnya<br \/>\nGaram secukupnya<br \/>\nGula pasir (1 sdt) Daun<br \/>\nDaun sala (2 lb)<br \/>\nSantan (300 ml)<br \/>\nMinyak goreng untuk menumis secukupnya<\/p>\n<p><em><strong>Bumbu yang dihaluskan<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Cabe Keriting merah 10<br \/>\nCabe merah 5 buah<br \/>\nBawang merah 7 butir<br \/>\nBawang putih 7 siung<br \/>\nDaun jeruk nipis (4 lb)<br \/>\nLengkuas (3 cm)<br \/>\nJahe (2 cm)<br \/>\nKemiri (4 btr) disangrai<br \/>\nSerai (1 bt)<br \/>\nKetumbar bubuk (1 sdt)<br \/>\nAsam Jawa secukupnya<\/p>\n<p>jika berselera bisa ditambahkan terasi<br \/>\nyang sudah dipanggang.<\/p>\n<p><em><strong>Cara Membuat<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Bumbu halus ditumis hingga harum. Lalu masukkan santan dan bumbu lainnya, aduk. Kemudian masukkan daging ayam yang sudah dipanggang setengah matang.<br \/>\nLalu masak hingga bumbu tercampur daging dan meresap sampai matang.<\/p>\n<p>Terakhir, tambahkan air asam jawa, garam dan merica. Jika dirasa bumbu sudah pas dan matang. Angkat dan sajikan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Menu ayam sangat dikenal dan menjadi salah satu favorit di Indonesia. Beragam menu olahan ayam dibuat dan disajikan saat bersantap bersama keluarga di rumah maupun di restoran. Menu gulai ayam, semisal opor atau ayam kuah pedas mungkin sudah biasa. Begitu juga dengan ayam bakar yang menjadi salah satu menu favorit para pencinta kuliner. Nah, para bunda dan para pencinta kuliner bagaimana dengan resep Ayam Bakar Bumbu Rujak, mungkin perlu dicoba. Bahan dan Bumbu Ayam 1 Ekor (800 gram) potong jadi 4, panggang hingga setengah matang Jeruk nipis (1 bh) peras ambil airnya Garam secukupnya Gula pasir (1 sdt) Daun Daun sala (2 lb) Santan (300 ml) Minyak goreng untuk menumis secukupnya Bumbu yang dihaluskan Cabe Keriting merah 10 Cabe merah 5 buah Bawang merah 7 butir Bawang putih 7 siung Daun jeruk nipis (4 lb) Lengkuas (3 cm) Jahe (2 cm) Kemiri (4 btr) disangrai Serai (1 bt) Ketumbar bubuk (1 sdt) Asam Jawa secukupnya jika berselera bisa ditambahkan terasi yang sudah dipanggang. Cara Membuat Bumbu halus ditumis hingga harum. Lalu masukkan santan dan bumbu lainnya, aduk. Kemudian masukkan daging ayam yang sudah dipanggang setengah matang. Lalu masak hingga bumbu tercampur daging dan meresap sampai matang. Terakhir, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":20302,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-30660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30660"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30660\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/menu-items\/20302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}