{"id":30651,"date":"2021-11-13T20:18:30","date_gmt":"2021-11-13T13:18:30","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=20235"},"modified":"2021-11-13T20:18:30","modified_gmt":"2021-11-13T13:18:30","slug":"tercebur-kolam-ikan-belakang-rumah-balita-di-wiyono-meninggal-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/11\/13\/tercebur-kolam-ikan-belakang-rumah-balita-di-wiyono-meninggal-dunia\/","title":{"rendered":"Tercebur Kolam Ikan Belakang Rumah, Balita di Wiyono Meninggal Dunia"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id)<\/strong>: Balita malang Faizan Zeyn (2) ditemukan meninggal dunia tercebur di kolam ikan di belakang rumahnya, RT 5, Dusun Way Linti, Desa Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (13\/11\/2021).<\/p>\n<p>Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo, diwakili Kapolsek Gedong Tataan Kompol Hapran, mengatakan balita malang itu meninggal sekitar Pukul 12.30 WIB setelah tenggelam di kolam ikan.<\/p>\n<p>&#8220;Peristiwa nahas itu bermula ketika kakek korban, Jahidi (52), mengangkat baju yang dijemur di belakang rumah karena hujan. Saat itu, korban ikut keluar dan menuju belakang rumah,&#8221; ujar Kapolres.<\/p>\n<p>Sementara itu, selesai mengangkat jemuran, sang kakek langsung masuk ke rumah tanpa menyadari jika cucunya tidak ikut masuk.<\/p>\n<p>Beberapa saat kemudian ibu korban Hesti (30) dan kakeknya baru menyadari jika korban tidak ada di rumah. Menyadari hal tersebut, mereka langsung mencari di belakang rumah. Saat itulah, Jahidi menemukan cucunya telah mengambang di kolam ikan dengan posisi telentang.<\/p>\n<p>Menyaksikan itu, dia berteriak histeris yang mengundang tetangga korban, Agus (50) datang, kemudian membawa korban ke rumah perawat Agung agar diberi pertolongan. Namun, korban telah meninggal dunia.<\/p>\n<p>Jenazah korban dimakamkan di tempat pemakaman umum Dusun Way Linti sekitar Pukul 14.30 WIB. (*\/Firdaus)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Balita malang Faizan Zeyn (2) ditemukan meninggal dunia tercebur di kolam ikan di belakang rumahnya, RT 5, Dusun Way Linti, Desa Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (13\/11\/2021). Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo, diwakili Kapolsek Gedong Tataan Kompol Hapran, mengatakan balita malang itu meninggal sekitar Pukul 12.30 WIB setelah tenggelam di kolam ikan. &#8220;Peristiwa nahas itu bermula ketika kakek korban, Jahidi (52), mengangkat baju yang dijemur di belakang rumah karena hujan. Saat itu, korban ikut keluar dan menuju belakang rumah,&#8221; ujar Kapolres. Sementara itu, selesai mengangkat jemuran, sang kakek langsung masuk ke rumah tanpa menyadari jika cucunya tidak ikut masuk. Beberapa saat kemudian ibu korban Hesti (30) dan kakeknya baru menyadari jika korban tidak ada di rumah. Menyadari hal tersebut, mereka langsung mencari di belakang rumah. Saat itulah, Jahidi menemukan cucunya telah mengambang di kolam ikan dengan posisi telentang. Menyaksikan itu, dia berteriak histeris yang mengundang tetangga korban, Agus (50) datang, kemudian membawa korban ke rumah perawat Agung agar diberi pertolongan. Namun, korban telah meninggal dunia. Jenazah korban dimakamkan di tempat pemakaman umum Dusun Way Linti sekitar Pukul 14.30 WIB. (*\/Firdaus)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":20237,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-30651","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30651","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30651"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30651\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30651"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30651"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30651"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}