{"id":30641,"date":"2021-11-12T11:01:24","date_gmt":"2021-11-12T04:01:24","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=20153"},"modified":"2021-11-12T11:01:24","modified_gmt":"2021-11-12T04:01:24","slug":"pop-fgii-lampung-tengah-lampung-selatan-zainuddin-guru-dituntut-inspiratif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/11\/12\/pop-fgii-lampung-tengah-lampung-selatan-zainuddin-guru-dituntut-inspiratif\/","title":{"rendered":"POP FGII Lampung Tengah-Lampung Selatan, Zainuddin: Guru Dituntut Inspiratif"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAMPUNG TENGAH (lampungbarometer.id)<\/strong>: Guru adalah pelukis masa depan, sebab memiliki tugas mulia mendidik anak-anak untuk membangun masa depan bangsa.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Ketua DPC FGII Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Zainuddin, M.Pd. secara daring saat menjadi pemateri dalam Kegiatan Program Organisasi Penggerak Federasi Guru Independen Indonesia (POP FGII) Kabupaten Lampung Tengah Dan Lampung Selatan hari kedua dari tiga hari yang dijadwalkan.<\/p>\n<p>&#8220;Guru adalah pelukis masa depan karena gurulah yang menyiapkan anak-anak atau peserta didik yang di masa depan akan mengurus dan membangun negeri ini,&#8221; ujar guru SMAN 6 Garut ini.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, Zainuddin menyampaikan seorang guru harus inspiratif, yakni mampu menginspirasi dan memberikan keteladanan kepada peserta didik.<\/p>\n<div id=\"attachment_20154\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-20154\" class=\"wp-image-20154\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG-20211112-WA0046-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\" \/><p id=\"caption-attachment-20154\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>PANITIA POP FGII<\/strong> Kabupaten Lampung Tengah mendampingi Pendamping POP FGII Pusat Drs. Raden Yusephalandi mengunjungi sekolah sasaran di Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (12\/11\/2021).<\/em><\/p><\/div>\n<p>&#8220;Guru yang inspiratif harus visioner, inovatif dan berkolaborasi,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut dia menjelaskan, visioner yaitu memiliki wawasan dan proyeksi untuk masa depan. Menurut dia, ini sangat penting bagi seorang guru agar tahu apa yang mesti disiapkan untuk menuju proyeksi di masa depan.<\/p>\n<p>Selain itu, kata dia, guru juga haru mampu berinovasi dan memberikan hal-hal baru yang sifatnya positif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.<\/p>\n<p>&#8220;Yang juga sangat penting untuk menjadi guru yang inspiratif adalah guru harus mampu berkolaborasi dengan sesama guru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas aekaligus untuk mengetahui kualitas secara personal dalam mengajar. Dengan berkolaborasi maka ada guru lain yang akan menilai kemampuan kita saat mengajar di kelas,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Pada kesempatan ini, guru yang juga atlet bulu tangkis ini menjelaskan karakter guru yang visioner adalah: jujur, berani, optimis, konsisten, memiliki komitmen.<\/p>\n<p>Sebab, menurut dia, IQ, sekolah di sekolah favorit, dan lulus dengan nilai terbaik tidak masuk dalam 10 besar faktor pendukung kesuksesan seseorang.<\/p>\n<p>&#8220;Ternyata faktor terpenting yang membuat orang sukses adalah nomor 1. jujur, nomor 2. disiplin, dan nomor 3. gaul. IQ tinggi hanya ada di urutan 21, sekolah favorit di urutan 23 dan nilai lulus dengan nilai terbaik berada di urutan 30 sebagai faktor pendukung kesuksesan seseorang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Diketahui kegiatan POP FGII Lampung Tengah dan Lampung Selatan melibatkan 13 sekolah sasaran; 5 sekolah di Lampung Tengah dan 8 sekolah di Lampung Selatan). Secara Nasional FGII akan melaksanakan kegiatan di 10 kabupaten di 4 provinsi secara maraton.<\/p>\n<p>Khusus Provinsi Lampung, kegiatan POP FGII ini diselenggarakan di Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Lampung Tengah, dan Kabupaten Lampung Selatan. (herdi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG TENGAH (lampungbarometer.id): Guru adalah pelukis masa depan, sebab memiliki tugas mulia mendidik anak-anak untuk membangun masa depan bangsa. Hal itu disampaikan Ketua DPC FGII Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Zainuddin, M.Pd. secara daring saat menjadi pemateri dalam Kegiatan Program Organisasi Penggerak Federasi Guru Independen Indonesia (POP FGII) Kabupaten Lampung Tengah Dan Lampung Selatan hari kedua dari tiga hari yang dijadwalkan. &#8220;Guru adalah pelukis masa depan karena gurulah yang menyiapkan anak-anak atau peserta didik yang di masa depan akan mengurus dan membangun negeri ini,&#8221; ujar guru SMAN 6 Garut ini. Oleh sebab itu, Zainuddin menyampaikan seorang guru harus inspiratif, yakni mampu menginspirasi dan memberikan keteladanan kepada peserta didik. &#8220;Guru yang inspiratif harus visioner, inovatif dan berkolaborasi,&#8221; ucapnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, visioner yaitu memiliki wawasan dan proyeksi untuk masa depan. Menurut dia, ini sangat penting bagi seorang guru agar tahu apa yang mesti disiapkan untuk menuju proyeksi di masa depan. Selain itu, kata dia, guru juga haru mampu berinovasi dan memberikan hal-hal baru yang sifatnya positif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. &#8220;Yang juga sangat penting untuk menjadi guru yang inspiratif adalah guru harus mampu berkolaborasi dengan sesama guru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas aekaligus untuk mengetahui kualitas secara personal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":20156,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[200],"tags":[],"class_list":["post-30641","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-tengah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30641"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30641\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}