{"id":30637,"date":"2021-11-11T00:08:52","date_gmt":"2021-11-10T17:08:52","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=20086"},"modified":"2021-11-11T00:08:52","modified_gmt":"2021-11-10T17:08:52","slug":"gubernur-lampung-arinal-djunaidi-inspektur-upacara-hari-pahlawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/11\/11\/gubernur-lampung-arinal-djunaidi-inspektur-upacara-hari-pahlawan\/","title":{"rendered":"Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Inspektur Upacara Hari Pahlawan"},"content":{"rendered":"<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\"><em>Foto: Dok. Adpim Provinsi Lampung<\/em><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id)<\/strong>: Gubernur Provinsi Lampung menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional, di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu (10\/11\/2021).<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Membacakan sambutan Menteri Sosial Tri Rismaharini, Arinal Djunaidi menyampaikan selama 350 tahun Indonesia dijajah dan dipecah-belah melalui politik adu domba.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u201cNegeri ini mengalami penjajahan selama ratusan dan pembrontakan yang berkali-kali, dan kita berhasil menjaga persatuan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Dalam sambutannya Menteri Sosial juga berpesan kepada masyarakat Indonesia supaya jangan terprovokasi oleh isu-isu suku, agama, ras, dan antar Golongan (Sara) serta\u00a0 tetap menggelorakan gotong-royong dan persatuan. Perbedaan justru memperkuat kesatuan sesuai semboyan kita Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Tanggal 10 November adalah tanggal bersejarah, sebab ditanggal ini para pahlawan pejuang kemerdekaan bertempur di Surabaya.\u00a0 Tekad dan keberanian pejuang kita melawan penjajah semoga bisa menjadi inspirasi bagi genwrasi saat ini,&#8221; ujar Risma yang disampaikan Gubernur.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Tekad pantang menyerah harus dijaga dan dilestarikan untuk menginspirasi dan menggerakan kita semua dalam mengemban misi bersejarah mengalahkan kemiskinan dan kebodohan.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Sesuai tema Hari Pahlawan tahun ini &#8220;Pahlawanku Inspirasiku, saya berpesan agar menjadikan nilai kepahlawanan sebagai inspirasi. Setiap orang bisa menjadi pahlawan sesuai kemampuannya, minimal pahlawan bagi keluarga dan komunitasnya,\u201d ucap Gubernur. (*\/red)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto: Dok. Adpim Provinsi Lampung BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Gubernur Provinsi Lampung menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional, di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu (10\/11\/2021). Membacakan sambutan Menteri Sosial Tri Rismaharini, Arinal Djunaidi menyampaikan selama 350 tahun Indonesia dijajah dan dipecah-belah melalui politik adu domba. \u201cNegeri ini mengalami penjajahan selama ratusan dan pembrontakan yang berkali-kali, dan kita berhasil menjaga persatuan,\u201d ujarnya. Dalam sambutannya Menteri Sosial juga berpesan kepada masyarakat Indonesia supaya jangan terprovokasi oleh isu-isu suku, agama, ras, dan antar Golongan (Sara) serta\u00a0 tetap menggelorakan gotong-royong dan persatuan. Perbedaan justru memperkuat kesatuan sesuai semboyan kita Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu. &#8220;Tanggal 10 November adalah tanggal bersejarah, sebab ditanggal ini para pahlawan pejuang kemerdekaan bertempur di Surabaya.\u00a0 Tekad dan keberanian pejuang kita melawan penjajah semoga bisa menjadi inspirasi bagi genwrasi saat ini,&#8221; ujar Risma yang disampaikan Gubernur. Tekad pantang menyerah harus dijaga dan dilestarikan untuk menginspirasi dan menggerakan kita semua dalam mengemban misi bersejarah mengalahkan kemiskinan dan kebodohan. &#8220;Sesuai tema Hari Pahlawan tahun ini &#8220;Pahlawanku Inspirasiku, saya berpesan agar menjadikan nilai kepahlawanan sebagai inspirasi. Setiap orang bisa menjadi pahlawan sesuai kemampuannya, minimal pahlawan bagi keluarga dan komunitasnya,\u201d ucap Gubernur. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":20087,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-30637","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30637","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30637"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30637\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}