{"id":30614,"date":"2021-11-01T19:24:07","date_gmt":"2021-11-01T12:24:07","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=19539"},"modified":"2021-11-01T19:24:07","modified_gmt":"2021-11-01T12:24:07","slug":"densus-88-kembali-tangkap-terduga-teroris-di-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/11\/01\/densus-88-kembali-tangkap-terduga-teroris-di-lampung\/","title":{"rendered":"Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris di Lampung"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id)<\/strong>: Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus) menangkap terduga teroris di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Senin (1\/11\/2021).<\/p>\n<p>Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan Densus 88 mengamankan pelaku dan barang bukti terkait dugaan terorisme.<\/p>\n<p>&#8220;Iya benar ada pengamanan dan penangkapan beberapa orang yang diduga berhubungan dengan aksi terorisme,&#8221; ujar Pandra saat dihubungi melalui telepon, Senin (1\/11\/2021).<\/p>\n<p>Menurut Pandra, Densus 88 telah melakukan proses pengintaian selama sepekan dan menemukan dugaan jaringan terorisme yang tersebar di beberapa lokasi.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi selama sepekan ini Tim Densus 88 sudah melakukan pengintaian hingga penangkapan sejumlah orang terduga teroris di Kabupaten Pesawaran,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Pandra mengimbau masyarakat tidak panik dengan aksi penangkapan tersebut. Dia juga berpesan agar masyarakat aktif menjaga situasi kamtibmas di wilayah masing-masing.<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat harus proaktif melakukan pengawasan, jika ada aktivitas mencurigakan segera lapor,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Salah satu warga Bagelen berinisial TG, membenarkan ada warga di desanya diamankan polisi. TG juga mengatakan bahwa yang bersangkutan warga asli Desa Bagelen.<\/p>\n<p>&#8220;Asli warga Desa Bagelen, Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, sehari-harinya beliau biasa berbaur dengan masyarakat sekitar. Tapi memang hampir 4 bulan saya tidak bertemu beliau, biasanya selalu berjamaah di masjid,&#8221; ungkap TG. (Sur\/Herdi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus) menangkap terduga teroris di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Senin (1\/11\/2021). Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan Densus 88 mengamankan pelaku dan barang bukti terkait dugaan terorisme. &#8220;Iya benar ada pengamanan dan penangkapan beberapa orang yang diduga berhubungan dengan aksi terorisme,&#8221; ujar Pandra saat dihubungi melalui telepon, Senin (1\/11\/2021). Menurut Pandra, Densus 88 telah melakukan proses pengintaian selama sepekan dan menemukan dugaan jaringan terorisme yang tersebar di beberapa lokasi. &#8220;Jadi selama sepekan ini Tim Densus 88 sudah melakukan pengintaian hingga penangkapan sejumlah orang terduga teroris di Kabupaten Pesawaran,&#8221; ungkapnya. Pandra mengimbau masyarakat tidak panik dengan aksi penangkapan tersebut. Dia juga berpesan agar masyarakat aktif menjaga situasi kamtibmas di wilayah masing-masing. &#8220;Masyarakat harus proaktif melakukan pengawasan, jika ada aktivitas mencurigakan segera lapor,&#8221; ujarnya. Salah satu warga Bagelen berinisial TG, membenarkan ada warga di desanya diamankan polisi. TG juga mengatakan bahwa yang bersangkutan warga asli Desa Bagelen. &#8220;Asli warga Desa Bagelen, Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, sehari-harinya beliau biasa berbaur dengan masyarakat sekitar. Tapi memang hampir 4 bulan saya tidak bertemu beliau, biasanya selalu berjamaah di masjid,&#8221; ungkap TG. (Sur\/Herdi)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":19540,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-30614","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-dan-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30614"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30614\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}