{"id":20981,"date":"2021-11-30T20:22:57","date_gmt":"2021-11-30T13:22:57","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=20981"},"modified":"2021-11-30T20:22:57","modified_gmt":"2021-11-30T13:22:57","slug":"sekda-way-kanan-tegaskan-gerakan-keamanan-pangan-sangat-penting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/11\/30\/sekda-way-kanan-tegaskan-gerakan-keamanan-pangan-sangat-penting\/","title":{"rendered":"Sekda Way Kanan Tegaskan Gerakan Keamanan Pangan Sangat Penting"},"content":{"rendered":"<p><strong>WAY KANAN (lampungbarometer.id)<\/strong>: Gerakan Keamanan Pangan Desa, Pasar Aman dari Bahan Berbahaya Berbasis Komunitas dan Pengawalan Keamanan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah merupakan program yang sangat penting bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan Saipul, S.Sos., M.I.P. saat menghadiri Gebyar Program Nasional Keamanan Pangan di Almer Homestay Syarikat Kecamatan Baradatu, Selasa (30\/11\/2021).<\/p>\n<p>&#8220;Sesuai amanat UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang paling utama,&#8221; ujar Saipul.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, ujar dia, program pengawasan keamanan pangan ini harus dilakukan agar keberadaan pangan tetap terjamin aman untuk dikonsumsi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20982\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG-20211130-WA0212-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p>&#8220;Pemkab Way Kanan memandang penting perlunya program keamanan pangan ini karena sesuai dengan rencana strategis pembangunan di wilayah Provinsi Lampung dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat dan gizi anak,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Salah satu aspek kesehatan masyarakat adalah dengan mengawasi keamanan pangan di pasar-pasar, di desa dan kegiatan preventif lainnya melalui Gerakan Keamanan Pangan Desa.<\/p>\n<p>Lebih lanjut dia mengatakan gizi yang tidak seimbang bisa menimbulkan anemia dan gangguan kesehatan lainnya seperti stunting yang dapat mengganggu proses belajar anak-anak.<\/p>\n<p>\u201cBPOM berperan penting dalam membantu pemerintah meningkatkan gizi anak dengan membebaskan jajanan anak dari bahan yang berbahaya bagi kesehatan di lingkungan sekolah,\u201d ujarnya. (dewan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WAY KANAN (lampungbarometer.id): Gerakan Keamanan Pangan Desa, Pasar Aman dari Bahan Berbahaya Berbasis Komunitas dan Pengawalan Keamanan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah merupakan program yang sangat penting bagi masyarakat. Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan Saipul, S.Sos., M.I.P. saat menghadiri Gebyar Program Nasional Keamanan Pangan di Almer Homestay Syarikat Kecamatan Baradatu, Selasa (30\/11\/2021). &#8220;Sesuai amanat UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang paling utama,&#8221; ujar Saipul. Oleh sebab itu, ujar dia, program pengawasan keamanan pangan ini harus dilakukan agar keberadaan pangan tetap terjamin aman untuk dikonsumsi. &#8220;Pemkab Way Kanan memandang penting perlunya program keamanan pangan ini karena sesuai dengan rencana strategis pembangunan di wilayah Provinsi Lampung dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat dan gizi anak,&#8221; ujarnya. Salah satu aspek kesehatan masyarakat adalah dengan mengawasi keamanan pangan di pasar-pasar, di desa dan kegiatan preventif lainnya melalui Gerakan Keamanan Pangan Desa. Lebih lanjut dia mengatakan gizi yang tidak seimbang bisa menimbulkan anemia dan gangguan kesehatan lainnya seperti stunting yang dapat mengganggu proses belajar anak-anak. \u201cBPOM berperan penting dalam membantu pemerintah meningkatkan gizi anak dengan membebaskan jajanan anak dari bahan yang berbahaya bagi kesehatan di lingkungan sekolah,\u201d ujarnya. (dewan)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":20983,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[357],"tags":[],"class_list":["post-20981","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-way-kanan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20981","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20981"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20981\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}