{"id":20631,"date":"2021-11-21T22:37:46","date_gmt":"2021-11-21T15:37:46","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=20631"},"modified":"2021-11-21T22:37:46","modified_gmt":"2021-11-21T15:37:46","slug":"ini-daftar-kode-pelat-kendaraan-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/11\/21\/ini-daftar-kode-pelat-kendaraan-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Sudahkah Anda Tahu? Ini Daftar Kode Pelat Kendaraan di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAMPUNGBAROMETER.ID<\/strong> &#8211; Sudahkah Anda Tahu? Syarat kendaraan bermotor dapat melaju di jalan raya salah satunya adalah memiliki pelat nomor dari kepolisian sebagai identitas kendaraan dan domisili pemilik kendaraan.<\/p>\n<p>Tidak hanya sebagai identitas, nomor pelat juga jadi bukti kendaraan tersebut sudah mendapat izin beroperasi di jalan raya.<\/p>\n<p>Untuk menambah pengetahuan tentang kode pelat kendaraan di Indonesia, berikut <em>lampungbarometer.id<\/em> sajikan untuk Anda.<\/p>\n<p>Ini Daftar 55 Kode Pelat Nomor Kendaraan di Indonesia<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20633\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/440px-Plat_AE_Ngawi_2019-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"318\" \/><\/p>\n<p><strong>Provinsi Jawa Tengah<\/strong><\/p>\n<p>Provinsi Jawa Tengah membagi wilayahnya menjadi beberapa area dengan nomor polisi berbeda.<\/p>\n<p>1. AA<br \/>\nKedu, Purworejo, Temanggung, Magelang, Wonosobo, dan Kebumen.<\/p>\n<p>2. AD<br \/>\nBoyolali, Klaten, Wonogiri, Sukoharjo, Surakarta, Karanganyar, dan Sragen.<\/p>\n<p>3. K<br \/>\nCepu, Pati, Kudus, Jepara, Grobogan, Rembang, dan Blora.<\/p>\n<p>4. R<br \/>\nBanjarnegara, Banyumas, Cilacap, dan Purbalingga.<\/p>\n<p>5. G<br \/>\nBrebes, Pemalang, Batang, Tegal, dan Pekalongan.<\/p>\n<p>6. H<br \/>\nSalatiga, Semarang, Kendal, dan Demak.<\/p>\n<p><strong>Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)<\/strong><\/p>\n<p>7. AB<\/p>\n<p>Khusus DIY, semua daerahnya memakai kode dengan huruf AB di depan<\/p>\n<p><strong>Provinsi Jawa Barat<\/strong><\/p>\n<p>Jawa Barat membagi wilayahnya dalam lima kode plat nomor daerah yang berbeda.<\/p>\n<p>8. D<br \/>\nBandung, Bandung Barat, dan Cimahi.<\/p>\n<p>9. F<br \/>\nBogor, Sukabumi, dan Cianjur.<\/p>\n<p>10. E<br \/>\nKuningan, Cirebon, Majalengka, dan Indramayu.<\/p>\n<p>11. Z<br \/>\nBanjar, Garut, Ciamis, Tasikmalaya, dan Sumedang.<\/p>\n<p>12. T<br \/>\nSubang, Purwakarta, dan Karawang.<\/p>\n<p><strong>Provinsi Banten<\/strong><\/p>\n<p>13. A<br \/>\nTangerang, Cilegon, Lebak, Serang, dan Pandeglang.<\/p>\n<p><strong>Provinsi DKI Jakarta<\/strong><\/p>\n<p>\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b14. B<\/p>\n<p>Kode pelat nomor kendaraan DKI Jakarta adalah B. Wilayah yang menggunakan kode B ini adalah DKI Jakarta, Bekasi, dan Depok.<\/p>\n<p><strong>Provinsi Jawa Timur<\/strong><\/p>\n<p>Untuk wilayah Jawa Timur, kode pelat nomor daerah terbagi menjadi 8 kode berbeda.<\/p>\n<p>15. AG<br \/>\nTulungagung, Kediri, Blitar, Trenggalek, dan Nganjuk.<\/p>\n<p>16. AE<br \/>\nNgawi, Madiun, Pacitan, Ponorogo, dan Magetan.<\/p>\n<p>17. L &#8211; Surabaya.<\/p>\n<p>18. M<br \/>\nMadura, Bangkalan, Sampang, Sumenep, Pamekasan.<\/p>\n<p>19. N<br \/>\nKota Malang, Pasuruan, Probolinggo, Batu, dan Lumajang.<\/p>\n<p>20. S<br \/>\nTuban, Jombang, Bojonegoro, Lamongan, Mojokerto.<\/p>\n<p>21. W<br \/>\nGresik dan Sidoarjo.<\/p>\n<p>22. P<br \/>\nBanyuwangi, Besuki, Bondowoso, Jember, dan Situbondo.<\/p>\n<p><strong>Provinsi Bali<\/strong><\/p>\n<p>Untuk provinsi Bali, hanya ada satu kode plat nomor kendaraan.<\/p>\n<p>23. DK<\/p>\n<p>Wilayah Nusa Tenggara<\/p>\n<p>Untuk Nusa Tenggara, kode plat nomor daerah terdiri dari lima kode berbeda, yaitu:<\/p>\n<p>24. ED<br \/>\nSumba Timur dan Sumba Barat.<\/p>\n<p>25. EA<br \/>\nSumbawa, Bima, Dompu, dan Sumbawa Barat.<\/p>\n<p>26. EB<br \/>\nAlor, Lembata, Sikka, Ende, Ngada, Flores Timur, Flores, Manggarai, dan Manggarai Barat.<\/p>\n<p>27. DH<br \/>\nRote Ndao, Kupang, Timor, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara.<\/p>\n<p>28. DR<br \/>\nLombok, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, dan Mataram.<\/p>\n<p><strong>Wilayah Kalimantan<\/strong><\/p>\n<p>Kode pelat kendaraan di Kalimantan sesuai wilayahnya, seperti Kalimantan Timur, Utara, dan lainnya.<\/p>\n<p>29. KU &#8211; Kalimantan Utara<\/p>\n<p>30. KT &#8211; Kalimantan Timur.<\/p>\n<p>31. DA &#8211; Kalimantan Selatan.<\/p>\n<p>32.KB &#8211; Kalimantan Barat.<\/p>\n<p>33. KH &#8211; Kalimantan Tengah.<\/p>\n<p><strong>Wilayah Sulawesi\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Sulawesi membagi plat nomor daerahnya menjadi tujuh kode berbeda.<\/p>\n<p>34. DC &#8211; Sulawesi Barat<\/p>\n<p>35. DD &#8211; Sulawesi Selatan.<\/p>\n<p>36. DN &#8211; Sulawesi Tengah<\/p>\n<p>37. DT\u00a0&#8211; Sulawesi Tenggara.<\/p>\n<p>38. DL &#8211; Sitaro, Talaud, dan Sangihe.<\/p>\n<p>39. DM\u00a0&#8211; Gorontalo<\/p>\n<p>40. DB<br \/>\nBolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Manado, Tomohon, Minahasa, dan Bitung.<\/p>\n<p><strong>Wilayah Sumatra<\/strong><\/p>\n<p>Ada 11 kode pelat nomor kendaraan di Sumatra, masing-masing untuk satu provinsi<\/p>\n<p>41. BA &#8211; Sumatera Barat.<\/p>\n<p>42. BB &#8211; Sumatera Utara bagian barat.<\/p>\n<p>43. BD &#8211; Bengkulu<\/p>\n<p>44. BE &#8211; Lampung<\/p>\n<p>45. BG &#8211; Sumatera Selatan<\/p>\n<p>46. BH &#8211; Jambi<\/p>\n<p>47. BK &#8211; Sumatera Utara Bagian Timur<\/p>\n<p>48. BL\u00a0-Aceh<\/p>\n<p>49. BM\u00a0&#8211; Riau<\/p>\n<p>50. BN &#8211; Bangka Belitung<\/p>\n<p>51. BP &#8211; Riau<\/p>\n<p><strong>Wilayah Maluku\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Cukup mudah menghapal kode plat nomor dari Maluku karena hanya ada dua kode.<\/p>\n<p>52. DE &#8211; Maluku<\/p>\n<p>53. DG &#8211; Maluku Utara<\/p>\n<p><strong>Wilayah Papua\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Wilayah Papua memiliki dua kode plat nomor yang sekilas sama dengan singkatan nama daerah tersebut, sehingga mudah dihapal.<\/p>\n<p>54. PA &#8211; Papua<\/p>\n<p>55. PB &#8211; Papua Barat<\/p>\n<p>Nah, itulah daftar lengkap kode pelat nomor kendaraan di Indonesia yang bisa bermanfaat sebagai bahan informasi saat membeli mobil bekas. (dbs)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNGBAROMETER.ID &#8211; Sudahkah Anda Tahu? Syarat kendaraan bermotor dapat melaju di jalan raya salah satunya adalah memiliki pelat nomor dari kepolisian sebagai identitas kendaraan dan domisili pemilik kendaraan. Tidak hanya sebagai identitas, nomor pelat juga jadi bukti kendaraan tersebut sudah mendapat izin beroperasi di jalan raya. Untuk menambah pengetahuan tentang kode pelat kendaraan di Indonesia, berikut lampungbarometer.id sajikan untuk Anda. Ini Daftar 55 Kode Pelat Nomor Kendaraan di Indonesia Provinsi Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah membagi wilayahnya menjadi beberapa area dengan nomor polisi berbeda. 1. AA Kedu, Purworejo, Temanggung, Magelang, Wonosobo, dan Kebumen. 2. AD Boyolali, Klaten, Wonogiri, Sukoharjo, Surakarta, Karanganyar, dan Sragen. 3. K Cepu, Pati, Kudus, Jepara, Grobogan, Rembang, dan Blora. 4. R Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, dan Purbalingga. 5. G Brebes, Pemalang, Batang, Tegal, dan Pekalongan. 6. H Salatiga, Semarang, Kendal, dan Demak. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 7. AB Khusus DIY, semua daerahnya memakai kode dengan huruf AB di depan Provinsi Jawa Barat Jawa Barat membagi wilayahnya dalam lima kode plat nomor daerah yang berbeda. 8. D Bandung, Bandung Barat, dan Cimahi. 9. F Bogor, Sukabumi, dan Cianjur. 10. E Kuningan, Cirebon, Majalengka, dan Indramayu. 11. Z Banjar, Garut, Ciamis, Tasikmalaya, dan Sumedang. 12. T Subang, Purwakarta, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":20632,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-20631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sudahkah-anda-tahu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20631"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20631\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}