{"id":20613,"date":"2021-11-21T11:49:23","date_gmt":"2021-11-21T04:49:23","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=20613"},"modified":"2021-11-21T11:49:23","modified_gmt":"2021-11-21T04:49:23","slug":"parah-nyaris-runtuh-warga-gotong-royong-perbaiki-atap-mi-jamiatul-islamiyyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/11\/21\/parah-nyaris-runtuh-warga-gotong-royong-perbaiki-atap-mi-jamiatul-islamiyyah\/","title":{"rendered":"Parah! Nyaris Runtuh, Warga Gotong Royong Perbaiki Atap MI Jami&#8217;atul Islamiyyah"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id):<\/strong> Puluhan warga mendatangi Madrasyah Ibtidaiyah Jami&#8217;atul Islamiyyah (MJI) Desa Teba Jawa Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Minggu (21\/11\/2021).<\/p>\n<p>Mereka beramai-ramai membongkar gedung MI Jami&#8217;atuI Islamiyyah yang sudah lapuk karena dikhawatirkan atap gedung sekolah itu runtuh dan membahayakan para siswa.<\/p>\n<p>Menurut Kepala Desa Teba Jawa Amrulloh, S.I.P., Pemerintahan Desa Teba Jawa dan pihak komite MI Jamia&#8217;tul Islamiyyah sudah bertahun-tahun menunggu dan berharap sekolah tersebut diperbaiki oleh Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran.<\/p>\n<p>Bahkan, ujar Amrulloh, sejak sebelum dirinya menjadi Kepala Desa Teba Jawa, pihak komite sekolah telah berkali-kali mengajukan proposal ke Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran namun tak kunjung dibangun.<\/p>\n<div id=\"attachment_20614\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-20614\" class=\"wp-image-20614\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG-20211121-WA0025-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\" \/><p id=\"caption-attachment-20614\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>TAMPAK<\/strong> warga Desa Teba Jawa, Kedondong, Pesawaran bergotong royong memperbaiki atap Madrasah Ibtidaiyah Jami&#8217;atul Islamiyyah yang hampir runtuh, Minggu (21\/11\/2021).<\/em><\/p><\/div>\n<p>&#8220;Gedung sekolah ini dibongkar secara gotong royong oleh warga karena khawatir roboh dan menimpa warga. Sepertinya pendidikan tingkat dasar di desa kami ini dianaktirikan,&#8221; ujar Amrulloh, mewakili warganya.<\/p>\n<p>Dia melanjutkan, madrasah ibtidaiyah ini merupakan aset yang sangat berharga yang dimiliki Desa Teba Jawa, sayang tidak ada perhatian sehingga gedungnya nyaris ambruk.<\/p>\n<p>&#8220;Bagaimana warga percaya menyekolahkan anak-anaknya di sini kalau atap sekolahnya saja mau runtuh. Entah kapan pemerintah akan memperbaiki sekolah ini, apakah menunggu makan korban dulu baru dibangun?&#8221; keluhnya.<\/p>\n<p>Amrulloh menambahkan dengan adanya pembongkaran atap sekolah ini maka kegiatan belajar mengajar di sekolah ini diliburkan selama satu pekan. Dia juga mengungkapkan perbaikan atap sekolah ini mengunakan anggaran swadaya masyarakat.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan (DPW) Wilayah Forum Wartawan Profesional Indonesia (FW PRO 1) Provinsi Lampung Syahrullah yang hadir dalam pembongkaran atap sekolah ini sangat menyayangkan Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran yang tidak bisa memberi solusi.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sangat menyayangkan Kepala Kemenag Kabupaten Pesawaran yang tidak mampu memberikan solusi terhadap kondisi ini dan terkesan tutup mata,&#8221; ujar Syahrullah. (Fir\/Herdi).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Puluhan warga mendatangi Madrasyah Ibtidaiyah Jami&#8217;atul Islamiyyah (MJI) Desa Teba Jawa Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Minggu (21\/11\/2021). Mereka beramai-ramai membongkar gedung MI Jami&#8217;atuI Islamiyyah yang sudah lapuk karena dikhawatirkan atap gedung sekolah itu runtuh dan membahayakan para siswa. Menurut Kepala Desa Teba Jawa Amrulloh, S.I.P., Pemerintahan Desa Teba Jawa dan pihak komite MI Jamia&#8217;tul Islamiyyah sudah bertahun-tahun menunggu dan berharap sekolah tersebut diperbaiki oleh Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran. Bahkan, ujar Amrulloh, sejak sebelum dirinya menjadi Kepala Desa Teba Jawa, pihak komite sekolah telah berkali-kali mengajukan proposal ke Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran namun tak kunjung dibangun. &#8220;Gedung sekolah ini dibongkar secara gotong royong oleh warga karena khawatir roboh dan menimpa warga. Sepertinya pendidikan tingkat dasar di desa kami ini dianaktirikan,&#8221; ujar Amrulloh, mewakili warganya. Dia melanjutkan, madrasah ibtidaiyah ini merupakan aset yang sangat berharga yang dimiliki Desa Teba Jawa, sayang tidak ada perhatian sehingga gedungnya nyaris ambruk. &#8220;Bagaimana warga percaya menyekolahkan anak-anaknya di sini kalau atap sekolahnya saja mau runtuh. Entah kapan pemerintah akan memperbaiki sekolah ini, apakah menunggu makan korban dulu baru dibangun?&#8221; keluhnya. Amrulloh menambahkan dengan adanya pembongkaran atap sekolah ini maka kegiatan belajar mengajar di sekolah ini diliburkan selama satu pekan. Dia juga mengungkapkan perbaikan atap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":20615,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-20613","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20613"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20613\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}