{"id":20060,"date":"2021-11-10T21:40:53","date_gmt":"2021-11-10T14:40:53","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=20060"},"modified":"2021-11-10T21:40:53","modified_gmt":"2021-11-10T14:40:53","slug":"tni-buka-suara-terkait-video-helikopter-tni-ad-robohkan-atap-warung-pempek-di-oku-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/11\/10\/tni-buka-suara-terkait-video-helikopter-tni-ad-robohkan-atap-warung-pempek-di-oku-timur\/","title":{"rendered":"TNI Buka Suara Terkait Video Helikopter TNI AD Robohkan Atap Warung Pempek di OKU Timur"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id)<\/strong>: Beredar di Media Sosial (Medsos) sebuah warung pempek roboh di bagian atap setelah terkena angin dari helikopter milik TNI AD. Dari informasi yang beredar, insiden itu terjadi Jumat (5\/11\/2021) di kawasan Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.<\/p>\n<p>Dalam video itu terlihat helikopter milik TNI AD tersebut melintas dengan ketinggian yang cukup rendah sehingga angin yang dihasilkan dari baling-baling helikopter membuat atap warung pempek tersebut roboh. Selain itu daun-daun pepohonan yang berada di bawah helikopter itu juga nampak bergoyang.<\/p>\n<p>Kemudian ada beberapa anak-anak yang menyaksikan helikopter tersebut dengan antusias, namun setelah itu berlarian kocar-kacir. Sejumlah anggota TNI yang membawa ransel dan senjata laras panjang pun terlihat berjalan mengikuti arah helikopter.<\/p>\n<p>Sementara itu, Tim\u00a0Dispenad\u00a0 Mayor Infanteri Hikmat\u00a0Ilahi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan terkait kerugian yang dialami pemilik warung semuanya sudah diganti pihak TNI.<\/p>\n<p>&#8220;Sudah selesai semua, kita juga tidak ada permasalahan dengan pemilik warung, bangunan yang rusak dibangun saat hari itu juga. Itu bukti TNI selalu ada untuk rakyat,&#8221; ujar Mayor Hikmat saat dikonfirmasi, Selasa (9\/11\/2021).<\/p>\n<p>Menurut dia, setelah kejadian itu, pihak TNI AD langsung menghitung kerugian yang dialami penduduk setempat. Cuma satu tempat saja yang rusak.<\/p>\n<p>Terkait ketinggian penerbangan, dia menyebutkan sebenarnya helikopter itu bukan terbang rendah hanya saja memang satu bangunan yang berada di bawahnya itu kualitasnya kurang bagus.<\/p>\n<p>&#8220;Kita juga sudah mengonfirmasi akan ada helikopter lewat di sini, apabila ada kerugian akan kita ganti,&#8221; ucapnya. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Beredar di Media Sosial (Medsos) sebuah warung pempek roboh di bagian atap setelah terkena angin dari helikopter milik TNI AD. Dari informasi yang beredar, insiden itu terjadi Jumat (5\/11\/2021) di kawasan Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. Dalam video itu terlihat helikopter milik TNI AD tersebut melintas dengan ketinggian yang cukup rendah sehingga angin yang dihasilkan dari baling-baling helikopter membuat atap warung pempek tersebut roboh. Selain itu daun-daun pepohonan yang berada di bawah helikopter itu juga nampak bergoyang. Kemudian ada beberapa anak-anak yang menyaksikan helikopter tersebut dengan antusias, namun setelah itu berlarian kocar-kacir. Sejumlah anggota TNI yang membawa ransel dan senjata laras panjang pun terlihat berjalan mengikuti arah helikopter. Sementara itu, Tim\u00a0Dispenad\u00a0 Mayor Infanteri Hikmat\u00a0Ilahi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan terkait kerugian yang dialami pemilik warung semuanya sudah diganti pihak TNI. &#8220;Sudah selesai semua, kita juga tidak ada permasalahan dengan pemilik warung, bangunan yang rusak dibangun saat hari itu juga. Itu bukti TNI selalu ada untuk rakyat,&#8221; ujar Mayor Hikmat saat dikonfirmasi, Selasa (9\/11\/2021). Menurut dia, setelah kejadian itu, pihak TNI AD langsung menghitung kerugian yang dialami penduduk setempat. Cuma satu tempat saja yang rusak. Terkait ketinggian penerbangan, dia menyebutkan sebenarnya helikopter [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":20061,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-20060","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20060"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20060\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}