{"id":19988,"date":"2021-11-09T00:40:08","date_gmt":"2021-11-08T17:40:08","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=19988"},"modified":"2021-11-09T00:40:08","modified_gmt":"2021-11-08T17:40:08","slug":"sayur-asem-bumbu-merah-makan-jadi-nambah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/11\/09\/sayur-asem-bumbu-merah-makan-jadi-nambah\/","title":{"rendered":"Sayur Asem Bumbu Merah, Makan Jadi Nambah"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG<\/strong> &#8211; Sayur Asem adalah kuliner yang sangat akrab dengan lidah seluruh lapisan masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Masyarakat dari beragam kelas, suku dan status sosial sudah sangat mengenal masakan berkuah ini, bahkan sebagian mengidolakannya.<\/p>\n<p>Disajikan dengan lalapan, sambal, tempe atau tahu goreng, atau bisa juga ikan atau ayam goreng\/panggang ditambah nasi hangat tentu akan menjadi menu spesial. Apalagi jika disantap bersama keluarga atau teman-teman saat makan siang. Waww..<\/p>\n<p>Untuk membuatnya pun sangat sederhana.<\/p>\n<p><strong>Bahan<\/strong>:<br \/>\n150 gram jagung manis dipotong-potong 2-3 cm<br \/>\n100 gram kacang panjang dipotong-potong 3 cm<br \/>\n40 gram terong ungu dipotong dadu<br \/>\n60 gram labu siam dipotong dadu<br \/>\n50 gram kacang tanah dicuci dan tiriskan<br \/>\n40 gram daun melinjo<br \/>\nsecukupnya buah melinjo\/ tangkil<\/p>\n<p><strong>Bumbu<\/strong>:<\/p>\n<p>2 batang daun bawang dipotong-potong 3 cm<br \/>\n1 buah tomat merah dipotong 6 bagian<br \/>\n2 lembar daun salam<br \/>\n4 cm lengkuas<br \/>\n30 gram asam jawa dilarutkan dengan sedikit air<br \/>\n3 sdm gula pasir<br \/>\ngaram secukupnya<br \/>\n4 buah belimbing wuluh dipotong-potong 1 cm<br \/>\n1\/2 sdt kaldu bubuk atau penyedap sesuai selera<br \/>\n1,5 liter air<\/p>\n<p><strong>Bumbu Halus<\/strong>:<\/p>\n<p>1\/2 sdt terasi bakar<br \/>\n5 butir kemiri sangrai<br \/>\n6 butir bawang merah<br \/>\n4 siung bawang putih<br \/>\n2 buah cabe merah besar<\/p>\n<p>Cara Membuat:<\/p>\n<p>Didihkan air lalu masukkan bumbu halus, daun salam, lengkuas, larutan asam jawa dan aduk rata.<\/p>\n<p>Setelah itu masukkan bahan-bahan lainnya kecuali jagung dan tomat, aduk rata kemudian masak hingga mendidih serta bahan dan bumbu tercampur.<\/p>\n<p>Terakhir masukkan jagung dan tomat, masak sebentar sekitar 10 menit atau sampai jagungnya matang lalu angkat dan siap untuk disajikan. Sangat mudah bukan? Selamat mencoba. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG &#8211; Sayur Asem adalah kuliner yang sangat akrab dengan lidah seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Masyarakat dari beragam kelas, suku dan status sosial sudah sangat mengenal masakan berkuah ini, bahkan sebagian mengidolakannya. Disajikan dengan lalapan, sambal, tempe atau tahu goreng, atau bisa juga ikan atau ayam goreng\/panggang ditambah nasi hangat tentu akan menjadi menu spesial. Apalagi jika disantap bersama keluarga atau teman-teman saat makan siang. Waww.. Untuk membuatnya pun sangat sederhana. Bahan: 150 gram jagung manis dipotong-potong 2-3 cm 100 gram kacang panjang dipotong-potong 3 cm 40 gram terong ungu dipotong dadu 60 gram labu siam dipotong dadu 50 gram kacang tanah dicuci dan tiriskan 40 gram daun melinjo secukupnya buah melinjo\/ tangkil Bumbu: 2 batang daun bawang dipotong-potong 3 cm 1 buah tomat merah dipotong 6 bagian 2 lembar daun salam 4 cm lengkuas 30 gram asam jawa dilarutkan dengan sedikit air 3 sdm gula pasir garam secukupnya 4 buah belimbing wuluh dipotong-potong 1 cm 1\/2 sdt kaldu bubuk atau penyedap sesuai selera 1,5 liter air Bumbu Halus: 1\/2 sdt terasi bakar 5 butir kemiri sangrai 6 butir bawang merah 4 siung bawang putih 2 buah cabe merah besar Cara Membuat: Didihkan air lalu masukkan bumbu halus, daun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":19989,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-19988","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19988","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19988"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19988\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19988"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19988"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19988"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}