{"id":19931,"date":"2021-11-08T16:00:10","date_gmt":"2021-11-08T09:00:10","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=19931"},"modified":"2021-11-08T16:00:10","modified_gmt":"2021-11-08T09:00:10","slug":"bnpb-workshop-penyusunan-rencana-kontigensi-hadapi-ancaman-tsunami-di-lamsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/11\/08\/bnpb-workshop-penyusunan-rencana-kontigensi-hadapi-ancaman-tsunami-di-lamsel\/","title":{"rendered":"BNPB Workshop Penyusunan Rencana Kontigensi Hadapi Ancaman Tsunami di Lamsel"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id):<\/strong> Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Workshop penyusunan rencana kontigensi menghadapi ancaman tsunami di Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021.<\/p>\n<p>Kegiatan yang digelar di Grand Elty Kraatoa Nirwana Resort, Kalianda dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan Drs.\u00a0M.Darmawan, M.M., Senin (8\/11\/2021).<\/p>\n<p>Kegiatan itu dihadiri, Agus Sardiyarso Praktisi Kebencanaan BNPB, Antonius Agus Haryanta Praktisi Kebencanaan sekaligus Wakil Komite Tetap Sosial dan Penanggulangan Bencana Kadin Pusat dan Ardhy Abetriawan sebagai Analis Ahli Muda Kebijakan BNPB.<\/p>\n<p>Menyampaikan sambutan Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto, Kepala Pelaksana BPBD M. Darmawan sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.<\/p>\n<p>Kata Darmawan, Penyusunan Rencana Kontigensi Menghadapi Ancaman Bencana Tsunami sangat\u00a0mendesak\u00a0dan penting untuk segera dilakukan.<\/p>\n<p>\u201cKabupaten Lampung Selatan ini merupakan salah satu daerah yang rawan bencana alam, seperti bencana tsunami dan letusan Gunung Anak Krakatau,\u201d kata Darmawan.<\/p>\n<p>Oleh karena itu lanjut Darmawan, melalui lokakarya tersebut, dirinya berharap dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana cara melakukan Penyusunan Dalam Menghadapi Rencana Ancaman Bencana Tsunami.<\/p>\n<p>\u201cKarena kesigapan tidak hanya dibutuhkan pada saat terjadi bencana.\u00a0Tapi juga penanganan yang cepat dan tepat saat pemulihan paska bencana,\u201d ujar Darmawan.<\/p>\n<p>Darmawan menambahkan, penyusunan kontigensi tersebut merupakan rencana terintegrasi yang berisi upaya-upaya yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan yang melibatkan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana Tsunami.<\/p>\n<p>Menurut Darmawan, penyusunan rencana kontigensi itu telah disusun dan diuji oleh semua unsur, dan rencana kontigensi itu telah dilakukan melalui simulasi kesiapsiagaan bencana.<\/p>\n<p>Untuk itu, dengan workshop ini diharapkan penyusunan rencana kontigensi dapat dilakukan dengan metode partisipatif yang disepakati bersama dan dilakukan secara terbuka.<\/p>\n<p>Workshop itu juga, harus dapat menghasilkan poin-poin kesepakatan atau keputusan konkrit yang dapat memberikan solusi yang tepat dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.<\/p>\n<p>\u201cSehingga kedepannya kita lebih siap dalam menghadapi potensi terjadinya suatu kondisi darurat khususnya ancaman bencana tsunami yang bisa datang kapan saja.\u00a0Karena kita tahu, Kabupaten Lampung Selatan merupakan daerah yang wilayahnya dikelilingi oleh laut, sehingga memiliki tingkat kerawanan bencana tsunami yang besar,\u201d tambah Darmawan.<\/p>\n<p>Selain itu lanjut Darmawan, dalam menanggulangi bencana dan dampak dari bencana tsunami, pemerintah harus memiliki strategi yang tepat.\u00a0Apalagi kata dia, Kabupaten Lampung Selatan pernah merasakan bencana tsunami pada 22 desember 2018 lalu.<\/p>\n<p>Sebab kata Darmawan, dengan kejadian tsunami 4 tahun silam, Kabupaten Lampung Selatan harus lebih waspada dan siap menghadapi bencana alam khususnya tsunami.<\/p>\n<p>\u201cOleh sebab itu, workshop ini sangat penting untuk diikuti.\u00a0Dan bagi para peserta workshop, saya minta untuk serius dan bersungguh-sungguh mengikutinya.\u00a0Agar mengikuti workshop ini, seluruh peserta dapat dengan mudah menyusun rencana kontigensi penanggulangan bencana tsunami,&#8221; pungkasnya.\u00a0(*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Workshop penyusunan rencana kontigensi menghadapi ancaman tsunami di Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021. Kegiatan yang digelar di Grand Elty Kraatoa Nirwana Resort, Kalianda dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan Drs.\u00a0M.Darmawan, M.M., Senin (8\/11\/2021). Kegiatan itu dihadiri, Agus Sardiyarso Praktisi Kebencanaan BNPB, Antonius Agus Haryanta Praktisi Kebencanaan sekaligus Wakil Komite Tetap Sosial dan Penanggulangan Bencana Kadin Pusat dan Ardhy Abetriawan sebagai Analis Ahli Muda Kebijakan BNPB. Menyampaikan sambutan Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto, Kepala Pelaksana BPBD M. Darmawan sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Kata Darmawan, Penyusunan Rencana Kontigensi Menghadapi Ancaman Bencana Tsunami sangat\u00a0mendesak\u00a0dan penting untuk segera dilakukan. \u201cKabupaten Lampung Selatan ini merupakan salah satu daerah yang rawan bencana alam, seperti bencana tsunami dan letusan Gunung Anak Krakatau,\u201d kata Darmawan. Oleh karena itu lanjut Darmawan, melalui lokakarya tersebut, dirinya berharap dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana cara melakukan Penyusunan Dalam Menghadapi Rencana Ancaman Bencana Tsunami. \u201cKarena kesigapan tidak hanya dibutuhkan pada saat terjadi bencana.\u00a0Tapi juga penanganan yang cepat dan tepat saat pemulihan paska bencana,\u201d ujar Darmawan. Darmawan menambahkan, penyusunan kontigensi tersebut merupakan rencana terintegrasi yang berisi upaya-upaya yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":19932,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-19931","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19931","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19931"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19931\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19931"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19931"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19931"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}