{"id":19871,"date":"2022-06-23T18:15:51","date_gmt":"2022-06-23T11:15:51","guid":{"rendered":"https:\/\/barometer.id\/?p=19871"},"modified":"2022-06-23T18:15:51","modified_gmt":"2022-06-23T11:15:51","slug":"di-sini-anyday-muncul-dengan-nafas-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/06\/23\/di-sini-anyday-muncul-dengan-nafas-baru\/","title":{"rendered":"&#8216;Di Sini&#8217; Anyday Muncul dengan Nafas Baru"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>JAKARTA (BAROMETER)<\/strong>: Berawal dengan nama SIMPLE DAY digawangi Taufiq Hari Novala Sumantri yang akrab dipanggil Nope pada guitar dan synthesizer, Rival Achmad (Ipay) vocal, serta Reza Prayogi sebagai drummer, sejatinya telah berdiri sejak 2008. Tak lama berdiri Nope, Ipay dan Reza bertemu dengan Yoyo Prasetyo (Yoyo Padi), salah satu musisi senior, yang saat itu sedang mempersiapkan soundtrack film \u201cKambing Jantan\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Yoyo tertarik dengan Music Simple Day dan melibatkan ketiganya dalam Soundtrack Film Kambing Jantan. Simple Day diberikan kepercayaan meramu dan mengaransemet sebuah lagu karya Yoyok Padi yang berjudul \u201cInilah Aku\u201d. Simple Day kemudian diproduseri oleh Yoyok Padi, dan \u201cInilah Aku\u201dmenjadi salah satu single unggulan dalam Album Soundtrack \u201cKambing Jantan The Movie\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai catatan Film Kambing Jantan yang dirilis pada 5 Maret 2009 tersebut, disutradarai Rudi Soedjarwo dan dibintangi Raditya Dika, Herfiza Novianti, Sarah Safitri, serta Edric Tjandra. &#8220;Kambing Jantan&#8221; merupakan karya awal dari Raditya Dika dalam industri Film Indonesia, Film ini diangkat dari novel laris yang berjudul sama, karya Raditya Dika sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Usai merilis Single \u201cInilah Aku\u201d Simple Day kemudian memilih jalur Indie dan merilis Album \u201cSelf Title\u201d yang mereka rilis secara Indie. Dalam perjalanannya dengan kesibukan ketiga personilnya, Simple Day kemudian \u201cberistirahat sementara\u201d untuk jeda dan menunggu momen yang tepat dalam melepas semua karya mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Tahun 2020, saat pemerintah Indonesia, memutuskan kebijakan PSBB terkait adanya Pandemi Covid19, Nope, Ipay dan Reza kemudian berkumpul dan kembali menyiapkan materi-materi mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>April 2020 ketiganya kemudian bersepakat untuk sebuah nama baru untuk mewakili Music mereka yang baru, untuk menyegarkan komitmen mereka dalam bermusik.<\/p>\n\n\n\n<p>ANYDAY adalah nama yang dipilih dan di sepakati bersama oleh ketiganya, 1,5 tahun berselang, Anyday kemudian bertemu Jimmy Van Houten, seorang produser bertangan dingin yang sebelumnya mampu mengangkat beberapa band dan musisi ke blantika musik Tanah Air, sebut saja Blackout, Wongpitu, Kuburan Band, Zigaz, Kotak adalah product sukses tangan Jimmy Van Houten.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh Jimmy Van Houten, ANYDAY kemudian dikontrak melalui Label Internasional GP RECORD. Jimmy Van Houten tertarik dan yakin dengan materi-materi ANYDAY.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDI SINI\u201d yang merupakan ciptaan Nope sang gitaris dipilih sebagai single perdana dari total 8 lagu yang termasuk di dalam Album Digital ANYDAY yang akan dirilis dalam Naungan GP RECORD<\/p>\n\n\n\n<p>Single \u201cDI SINI\u201d sengaja dipilih karena memiliki hook atau &#8220;bagian-bagian dari lagu yang mudah diingat oleh pendengar&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Yakin, Jimmy Van Houten menyatakan Intuisi nya sebagai produser music, bahwa single ANYDAY \u201cDisini\u201d akan mampu menarik perhatian khalayak Music Indonesia, yang akan di rilis pada hari Jumat, tanggal 24 Juni 2022 besok. (red).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA (BAROMETER): Berawal dengan nama SIMPLE DAY digawangi Taufiq Hari Novala Sumantri yang akrab dipanggil Nope pada guitar dan synthesizer, Rival Achmad (Ipay) vocal, serta Reza Prayogi sebagai drummer, sejatinya telah berdiri sejak 2008. Tak lama berdiri Nope, Ipay dan Reza bertemu dengan Yoyo Prasetyo (Yoyo Padi), salah satu musisi senior, yang saat itu sedang mempersiapkan soundtrack film \u201cKambing Jantan\u201d. Yoyo tertarik dengan Music Simple Day dan melibatkan ketiganya dalam Soundtrack Film Kambing Jantan. Simple Day diberikan kepercayaan meramu dan mengaransemet sebuah lagu karya Yoyok Padi yang berjudul \u201cInilah Aku\u201d. Simple Day kemudian diproduseri oleh Yoyok Padi, dan \u201cInilah Aku\u201dmenjadi salah satu single unggulan dalam Album Soundtrack \u201cKambing Jantan The Movie\u201d. Sebagai catatan Film Kambing Jantan yang dirilis pada 5 Maret 2009 tersebut, disutradarai Rudi Soedjarwo dan dibintangi Raditya Dika, Herfiza Novianti, Sarah Safitri, serta Edric Tjandra. &#8220;Kambing Jantan&#8221; merupakan karya awal dari Raditya Dika dalam industri Film Indonesia, Film ini diangkat dari novel laris yang berjudul sama, karya Raditya Dika sendiri. Usai merilis Single \u201cInilah Aku\u201d Simple Day kemudian memilih jalur Indie dan merilis Album \u201cSelf Title\u201d yang mereka rilis secara Indie. Dalam perjalanannya dengan kesibukan ketiga personilnya, Simple Day kemudian \u201cberistirahat sementara\u201d untuk jeda dan menunggu momen yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19872,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-19871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hiburan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19871"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19871\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}