{"id":19701,"date":"2022-06-16T00:33:34","date_gmt":"2022-06-15T17:33:34","guid":{"rendered":"https:\/\/barometer.id\/?p=19701"},"modified":"2022-06-16T00:33:34","modified_gmt":"2022-06-15T17:33:34","slug":"reshuffle-kabinet-jokowi-ganti-menteri-dan-wakil-menteri-diganti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/06\/16\/reshuffle-kabinet-jokowi-ganti-menteri-dan-wakil-menteri-diganti\/","title":{"rendered":"Reshuffle Kabinet, Jokowi Ganti Menteri Dan Wakil Menteri Diganti"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>JAKARTA (BAROMETER)<\/strong>: Presiden\u00a0Joko Widodo\u00a0mereshuffle Kabinet Indonesia Maju dan mencopot sejumlah menteri dan wakil menteri serta memasukkan beberapa orang baru ke dalam jajaran menteri di kabinet yang diumumkan di Istana Negara pada\u00a0Rabu (15\/6\/2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Jokowi menunjuk dua nama baru sebagai pengganti menteri yang dicopot. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Muhammad Luthfi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto dilantik sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN) menggantikan Sofyan Djalil yang telah menduduki jabatan itu sejak 2016 lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Posisi wakil menteri juga mengalami perubahan. Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni dilantik menjadi Wakil Menteri ATR\/BPN menggantikan sesama kader PSI Surya Tjandra yang menduduki jabatan tersebut sejak 2019.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Jokowi juga&nbsp;menempatkan dua orang pada posisi kosong wakil menteri dalam Negeri (Wamendagri) dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Kedua orang yang dilantik, yakni Wamen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat John Wempi Watipo dilantik sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dan Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Daftar Menteri dan Wakil Menteri yang dicopot:<\/p>\n\n\n\n<p>Menteri Perdagangan: Muhammad Luthfi<br>Menteri ATR\/BPN: Sofyan Djalil<br>Wakil Menteri ATR\/BPN: Surya Tjandra<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut nama-nama baru menteri dan wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju:<\/p>\n\n\n\n<p>Menteri Perdagangan: Zulkifli Hasan<br>Menteri ATR\/BPN: Hadi Tjahjanto<br>Wamen ATR\/BPN: Raja Juli Antoni<br>Wamendagri: John Wempi Watipo<br>Wamenaker: Afriansyah Noor. (*)<\/p>\n\n\n\n<p>Editor: AK<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA (BAROMETER): Presiden\u00a0Joko Widodo\u00a0mereshuffle Kabinet Indonesia Maju dan mencopot sejumlah menteri dan wakil menteri serta memasukkan beberapa orang baru ke dalam jajaran menteri di kabinet yang diumumkan di Istana Negara pada\u00a0Rabu (15\/6\/2022). Jokowi menunjuk dua nama baru sebagai pengganti menteri yang dicopot. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Muhammad Luthfi. Kemudian mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto dilantik sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN) menggantikan Sofyan Djalil yang telah menduduki jabatan itu sejak 2016 lalu. Posisi wakil menteri juga mengalami perubahan. Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni dilantik menjadi Wakil Menteri ATR\/BPN menggantikan sesama kader PSI Surya Tjandra yang menduduki jabatan tersebut sejak 2019. Selain itu, Jokowi juga&nbsp;menempatkan dua orang pada posisi kosong wakil menteri dalam Negeri (Wamendagri) dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Kedua orang yang dilantik, yakni Wamen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat John Wempi Watipo dilantik sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dan Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Daftar Menteri dan Wakil Menteri yang dicopot: Menteri Perdagangan: Muhammad LuthfiMenteri ATR\/BPN: Sofyan DjalilWakil Menteri ATR\/BPN: Surya Tjandra Berikut nama-nama baru menteri dan wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju: Menteri Perdagangan: Zulkifli HasanMenteri ATR\/BPN: Hadi TjahjantoWamen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19704,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-19701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19701"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19701\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}