{"id":19678,"date":"2021-11-03T17:17:56","date_gmt":"2021-11-03T10:17:56","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=19678"},"modified":"2021-11-03T17:17:56","modified_gmt":"2021-11-03T10:17:56","slug":"kapolri-beri-dukungan-psikososial-anak-terdampak-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/11\/03\/kapolri-beri-dukungan-psikososial-anak-terdampak-covid-19\/","title":{"rendered":"Kapolri Beri Dukungan Psikososial Anak Terdampak Covid-19"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA (lampungbarometer.id)<\/strong>: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menghadiri kegiatan dukungan psikososial kepada anak-anak dan disabilitas yang terdampak pandemi Covid-19, di Lapangan Lemdiklat Polri, Ciputat, Jakarta Selatan, Selasa (2\/11\/2021).<\/p>\n<p>Kapolri mengungkapkan anak-anak adalah aset Bangsa Indonesia, generasi penerus yang harus mendapat perlindungan yang sama atas kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan.<\/p>\n<p>&#8220;Sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya di situasi pandemi Covid-19 maka diselenggarakan dukungan psikologis sosial bagi anak-anak terdampak Covid-19 Tahun 2021 dengan Tema &#8216;Peduli Anak, Indonesia Tangguh&#8217;,&#8221; kata Sigit.<\/p>\n<div id=\"attachment_19680\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-19680\" class=\"wp-image-19680\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG-20211102-WA0112-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"660\" \/><p id=\"caption-attachment-19680\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>KAPOLRI<\/strong> Listyo Sigit Prabowo beri dukungan psikososial anak terdampak Covid-19.<\/em><\/p><\/div>\n<p>Kapolri memaparkan pandemi Covid-19 telah menyebabkan 25.000 anak menjadi yatim, piatu, maupun yatim piatu, di antaranya anak-anak dari personel TNI-Polri yang orang tuanya gugur saat berada di garis terdepan menangani virus corona.<\/p>\n<p>&#8220;Semua niat baik dan dukungan ini berdasarkan asas salus populi suprema lex esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Oleh sebab itu, dukungan psikososial ini harus dilakukan secara berkelanjutan,&#8221; ujar Sigit.<\/p>\n<p>Menurut Sigit, tumbuh kembang anak terdampak Covid-19 harus selalu dipantau melalui kegiatan konseling secara langsung maupun dengan pemanfaatan teknologi Hotline Center Polri atau melalui aplikasi e-psikologi Polri untuk eksternal khususnya konseling anak.<\/p>\n<p>&#8220;Mengutamakan keselamatan rakyat merupakan kekuatan hukum tertinggi. Ini harus kita lakukan secara terus menerus dan berkelanjutan,&#8221; ucap Sigit.<\/p>\n<p>Pada kegiatan ini, Polri bersama seluruh pihak memberi dukungan Psikososial serentak di 34 Provinsi kepada balita, anak-anak, remaja, dan kelompok disabilitas sebanyak 2.333 orang. Dengan rinciannya: 2.138 anak-anak, 195 kelompok disabilitas, dan 48 orang tua pendamping. Selain itu, telah dibuka layanan konseling psikologis bagi orang tua pendamping.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka tidak boleh kehilangan keceriaan dan harus mendapatkan keinginannya. Kita antar mereka menuju apa yang mereka cita-citakan. Itu harapan kita semua, karena mereka generasi penerus bangsa,&#8221; papar Sigit.<\/p>\n<p>Kegiatan ini dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Mereka sangat mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan ini sebagai bentuk perhatian terhadap anak-anak. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA (lampungbarometer.id): Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menghadiri kegiatan dukungan psikososial kepada anak-anak dan disabilitas yang terdampak pandemi Covid-19, di Lapangan Lemdiklat Polri, Ciputat, Jakarta Selatan, Selasa (2\/11\/2021). Kapolri mengungkapkan anak-anak adalah aset Bangsa Indonesia, generasi penerus yang harus mendapat perlindungan yang sama atas kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan. &#8220;Sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya di situasi pandemi Covid-19 maka diselenggarakan dukungan psikologis sosial bagi anak-anak terdampak Covid-19 Tahun 2021 dengan Tema &#8216;Peduli Anak, Indonesia Tangguh&#8217;,&#8221; kata Sigit. Kapolri memaparkan pandemi Covid-19 telah menyebabkan 25.000 anak menjadi yatim, piatu, maupun yatim piatu, di antaranya anak-anak dari personel TNI-Polri yang orang tuanya gugur saat berada di garis terdepan menangani virus corona. &#8220;Semua niat baik dan dukungan ini berdasarkan asas salus populi suprema lex esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Oleh sebab itu, dukungan psikososial ini harus dilakukan secara berkelanjutan,&#8221; ujar Sigit. Menurut Sigit, tumbuh kembang anak terdampak Covid-19 harus selalu dipantau melalui kegiatan konseling secara langsung maupun dengan pemanfaatan teknologi Hotline Center Polri atau melalui aplikasi e-psikologi Polri untuk eksternal khususnya konseling anak. &#8220;Mengutamakan keselamatan rakyat merupakan kekuatan hukum tertinggi. Ini harus kita lakukan secara terus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":19679,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-19678","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19678"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19678\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}