{"id":19574,"date":"2022-06-10T23:46:42","date_gmt":"2022-06-10T16:46:42","guid":{"rendered":"https:\/\/barometer.id\/?p=19574"},"modified":"2022-06-10T23:46:42","modified_gmt":"2022-06-10T16:46:42","slug":"pengurus-tolak-rencana-pemkot-bangun-patung-bung-karno-di-halaman-masjid-al-furqon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/06\/10\/pengurus-tolak-rencana-pemkot-bangun-patung-bung-karno-di-halaman-masjid-al-furqon\/","title":{"rendered":"Pengurus Tolak Rencana Pemkot Bangun Patung Bung Karno di Halaman Masjid Al-Furqon"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>BANDAR LAMPUNG (BAROMETER)<\/strong>: Pengurus Yayasan Masjid Agung Al-Furqon Kota Bandar Lampung menolak rencana pembangunan relief Bung Karno di halaman masjid tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam surat yang ditujukan kepada Wali Kota Bandar Lampung dan ditandatangani, Ketua Umum Yayasan Masjid Agung Al-Furqon Kota Bandar Lampung Dr. A. Bukhari Muslim, Lc., M.A., Ketua Drs. K.H. Dimyati Amin serta diketahui Penasehat K.H. M. Arief Mahya, menyatakan tidak menyetujui pembangunan relief Bung Karno di halaman masjid kebanggaan masyarakat Kota Bandar Lampung itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Pengurus Masjid, pada Senin (6\/6\/2022) mereka dikejutkan terjadinya pembongkaran taman di tanah wakaf Masjid Agung Al-Furqon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Setelah kami tanyakan dijawab bahwa akan dilakukan perbaikan taman dan pembuatan relief diorama Bung Karno,&#8221; demikian disampaikan pengurus Masjid Al-Furqon dalam surat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pihak Yayasan Masjid Agung Alfurqon juga mengaku tidak pernah dilibatkan sejak perencanaan hingga eksekusi dimulainya pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Pada prinsipnya pihak yayasan Masjid Agung Al-Furqon menyetujui perbaikan taman demi estetika keindahan, namun berkenaan dengan rencana pembuatan relief patung Bung Karno, kami tidak menyetujui, mengingat tidak ada relevansi langsung Bung Karno sebagai tokoh proklamator dengan kepentingan rumah Allah,&#8221; tegas para pengurus Masjid. (Reza)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (BAROMETER): Pengurus Yayasan Masjid Agung Al-Furqon Kota Bandar Lampung menolak rencana pembangunan relief Bung Karno di halaman masjid tersebut. Dalam surat yang ditujukan kepada Wali Kota Bandar Lampung dan ditandatangani, Ketua Umum Yayasan Masjid Agung Al-Furqon Kota Bandar Lampung Dr. A. Bukhari Muslim, Lc., M.A., Ketua Drs. K.H. Dimyati Amin serta diketahui Penasehat K.H. M. Arief Mahya, menyatakan tidak menyetujui pembangunan relief Bung Karno di halaman masjid kebanggaan masyarakat Kota Bandar Lampung itu. Menurut Pengurus Masjid, pada Senin (6\/6\/2022) mereka dikejutkan terjadinya pembongkaran taman di tanah wakaf Masjid Agung Al-Furqon. &#8220;Setelah kami tanyakan dijawab bahwa akan dilakukan perbaikan taman dan pembuatan relief diorama Bung Karno,&#8221; demikian disampaikan pengurus Masjid Al-Furqon dalam surat tersebut. Pihak Yayasan Masjid Agung Alfurqon juga mengaku tidak pernah dilibatkan sejak perencanaan hingga eksekusi dimulainya pekerjaan. &#8220;Pada prinsipnya pihak yayasan Masjid Agung Al-Furqon menyetujui perbaikan taman demi estetika keindahan, namun berkenaan dengan rencana pembuatan relief patung Bung Karno, kami tidak menyetujui, mengingat tidak ada relevansi langsung Bung Karno sebagai tokoh proklamator dengan kepentingan rumah Allah,&#8221; tegas para pengurus Masjid. (Reza)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19575,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-19574","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19574","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19574"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19574\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19574"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19574"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19574"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}