{"id":19317,"date":"2021-10-27T14:37:55","date_gmt":"2021-10-27T07:37:55","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=19317"},"modified":"2021-10-27T14:37:55","modified_gmt":"2021-10-27T07:37:55","slug":"polisi-buru-pelaku-pembuang-bayi-dalam-kardus-di-pos-jaga-kampung-bumi-dipasena-agung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/10\/27\/polisi-buru-pelaku-pembuang-bayi-dalam-kardus-di-pos-jaga-kampung-bumi-dipasena-agung\/","title":{"rendered":"Polisi Buru Pelaku Pembuang Bayi Dalam Kardus di Pos Jaga Kampung Bumi Dipasena Agung"},"content":{"rendered":"<p><strong>TULANG BAWANG (lampungbarometer.id):<\/strong> Polsek Rawa Jitu Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki yang terjadi di wilayah hukumnya.<\/p>\n<p>Bayi tersebut ditemukan hari Selasa (26\/10\/2021), pukul 05.00 WIB, di Pos Jaga, Blok 40, Jalur 36, Nomor 10, Kampung Bumi Dipasena Agung, Kecamatan Rawa Jitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang.<\/p>\n<p>\u201cTadi pagi saksi Siti Mariam (46), berprofesi ibu rumah tangga (IRT), menemukan sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki yang berada di dalam sebuah kotak dan diletakkan di Pos Jaga, Jalur 36, di depan rumah saksi,\u201d ujar Kapolsek Rawa Jitu Selatan, Iptu Wagimin, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Hujra Soumena, S.I.K, M.H.<\/p>\n<p>Lanjutnya, saat ditemukan oleh saksi kondisi bayi masih dalam keadaan hidup dan masih ada tali pusarnya.\u00a0Kemudian bayi tersebut dibawa oleh saksi ke rumah bidan desa untuk dilakukan tindakan awal berupa pemotongan tali pusar bayi.<\/p>\n<p>Kapolsek menjelaskan, kronologi penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki ini bermula saat saksi yang bangun untuk melaksanakan sholat subuh mendengar suara bayi, saksi dan berhasil menemukan bayi tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSaksi lalu membawa bayi ke rumahnya, dan membangunkan suaminya yakni Abdul Wafi (53), berprofesi petambak.\u00a0kemudian membawa bayi ke rumah bidan desa, lalu melaporkan kejadian penemuan tersebut kepada petugas Polsek Rawa Jitu Selatan,\u201d jelas Iptu Wagimin.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, petugas yang laporan langsung berangkat menuju TKP, lalu memintai keterangan para saksi dan bukti barang bukti (BB) berupa tiga potong baju seragam sekolah yang terdapat bercak darah, mukenah yang terdapat bercak darah, celana jeans yang terdapat bercak darah, dan kardus tempat bayi diletakkan.<\/p>\n<p>Saat ini kondisi bayi laki-laki tersebut dalam keadaan sehat dan dirawat oleh saksi Siti Mariam di rumahnya.\u00a0Petugas kami masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa pelaku pembuang bayi tersebut. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TULANG BAWANG (lampungbarometer.id): Polsek Rawa Jitu Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki yang terjadi di wilayah hukumnya. Bayi tersebut ditemukan hari Selasa (26\/10\/2021), pukul 05.00 WIB, di Pos Jaga, Blok 40, Jalur 36, Nomor 10, Kampung Bumi Dipasena Agung, Kecamatan Rawa Jitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang. \u201cTadi pagi saksi Siti Mariam (46), berprofesi ibu rumah tangga (IRT), menemukan sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki yang berada di dalam sebuah kotak dan diletakkan di Pos Jaga, Jalur 36, di depan rumah saksi,\u201d ujar Kapolsek Rawa Jitu Selatan, Iptu Wagimin, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Hujra Soumena, S.I.K, M.H. Lanjutnya, saat ditemukan oleh saksi kondisi bayi masih dalam keadaan hidup dan masih ada tali pusarnya.\u00a0Kemudian bayi tersebut dibawa oleh saksi ke rumah bidan desa untuk dilakukan tindakan awal berupa pemotongan tali pusar bayi. Kapolsek menjelaskan, kronologi penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki ini bermula saat saksi yang bangun untuk melaksanakan sholat subuh mendengar suara bayi, saksi dan berhasil menemukan bayi tersebut. \u201cSaksi lalu membawa bayi ke rumahnya, dan membangunkan suaminya yakni Abdul Wafi (53), berprofesi petambak.\u00a0kemudian membawa bayi ke rumah bidan desa, lalu melaporkan kejadian penemuan tersebut kepada petugas Polsek Rawa Jitu Selatan,\u201d jelas Iptu Wagimin. Ia menambahkan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":19318,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[202],"tags":[],"class_list":["post-19317","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-tulang-bawang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19317","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19317"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19317\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19317"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19317"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19317"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}