{"id":19238,"date":"2022-05-28T16:14:07","date_gmt":"2022-05-28T09:14:07","guid":{"rendered":"https:\/\/barometer.id\/?p=19238"},"modified":"2022-05-28T16:14:07","modified_gmt":"2022-05-28T09:14:07","slug":"ukmf-kss-unila-launching-buku-rumah-bata-sembilan-tanda-cinta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/05\/28\/ukmf-kss-unila-launching-buku-rumah-bata-sembilan-tanda-cinta\/","title":{"rendered":"UKMF KSS Unila Launching Buku &#8216;Rumah Bata &#038; Sembilan Tanda Cinta&#8217;"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>BANDAR LAMPUNG (BAROMETER.ID)<\/strong>: Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Kelompok Studi Seni Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (UKMF KSS FKIP) Unila menggelar Launching Dan Bedah Buku Kumpulan Cerpen &#8220;Rumah Bata &amp; Sembilan Tanda Cinta&#8221; di Gedung Aula K FKIP Unila, Sabtu (28\/5\/2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan ini menghadirkan seniman dan budayawan Ari Pahala Hutabarat, M.Pd dan dosen Prodi Bahasa Dan Sastra FKIP Unila Kahfie Nazzarudin, M.Hum. sebagai pembahas serta Edi Siswanto, S.Pd., M.Pd. sebagai moderator.<\/p>\n\n\n\n<p>Acara <em>launching<\/em> buku ini dihadiri aktivis kampus, dosen, instansi pemerintah dan mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan ini Ari Pahala menyampaikan dilaunchingnya buku ini menjadi bukti bahwa masih ada proses kreatif yang terjadi di kampus. Oleh sebab itu, dia berharap pihak kampus memberikan dukungan atas proses kreatif ini.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ini bukti kalau proses kreatif masih ada di kampus. Ini keren, dan kita berharap pihak kampus memberikan dukungan terhadap proses kreatif ini,&#8221; ujar Ari.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan Kahfie Nazzarudin menyampaikan launching buku ini menjadi sebuah harapan bahwa proses kreatif di kampus mampu menghasilkan mahasiswa yang kritis dan cerdas.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ini adalah harapan kita bahwa ke depan akan muncul lulusan yang kritis dan bercakrawala luas sekaligus membuka peluang mendapatkan sertifikat guru jika kelak lulus kuliah dan mengajar,&#8221; katanya. (AK)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (BAROMETER.ID): Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Kelompok Studi Seni Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (UKMF KSS FKIP) Unila menggelar Launching Dan Bedah Buku Kumpulan Cerpen &#8220;Rumah Bata &amp; Sembilan Tanda Cinta&#8221; di Gedung Aula K FKIP Unila, Sabtu (28\/5\/2022). Kegiatan ini menghadirkan seniman dan budayawan Ari Pahala Hutabarat, M.Pd dan dosen Prodi Bahasa Dan Sastra FKIP Unila Kahfie Nazzarudin, M.Hum. sebagai pembahas serta Edi Siswanto, S.Pd., M.Pd. sebagai moderator. Acara launching buku ini dihadiri aktivis kampus, dosen, instansi pemerintah dan mahasiswa. Dalam kesempatan ini Ari Pahala menyampaikan dilaunchingnya buku ini menjadi bukti bahwa masih ada proses kreatif yang terjadi di kampus. Oleh sebab itu, dia berharap pihak kampus memberikan dukungan atas proses kreatif ini. &#8220;Ini bukti kalau proses kreatif masih ada di kampus. Ini keren, dan kita berharap pihak kampus memberikan dukungan terhadap proses kreatif ini,&#8221; ujar Ari. Sedangkan Kahfie Nazzarudin menyampaikan launching buku ini menjadi sebuah harapan bahwa proses kreatif di kampus mampu menghasilkan mahasiswa yang kritis dan cerdas. &#8220;Ini adalah harapan kita bahwa ke depan akan muncul lulusan yang kritis dan bercakrawala luas sekaligus membuka peluang mendapatkan sertifikat guru jika kelak lulus kuliah dan mengajar,&#8221; katanya. (AK)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19239,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-19238","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19238","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19238"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19238\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}