{"id":19221,"date":"2022-05-27T13:30:14","date_gmt":"2022-05-27T06:30:14","guid":{"rendered":"https:\/\/barometer.id\/?p=19221"},"modified":"2022-05-27T13:30:14","modified_gmt":"2022-05-27T06:30:14","slug":"bangsa-indonesia-berduka-cendekiawan-buya-safii-maarif-wafat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/05\/27\/bangsa-indonesia-berduka-cendekiawan-buya-safii-maarif-wafat\/","title":{"rendered":"Bangsa Indonesia Berduka, Cendekiawan Buya Safi&#8217;i Ma&#8217;arif Wafat"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>YOGYAKARTA (BAROMETER.ID)<\/strong>: Cendekiawan muslim terkemuka Tanah Air Ahmad Syafi&#8217;i Ma&#8217;arif atau biasa dipanggil Buya Syafi&#8217;i wafat di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Jumat (27\/5\/2022) Pukul 10.15 WIB.<\/p>\n\n\n\n<p>Kabar duka itu diungkapkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Muhammadiyah dan bangsa Indonesia berduka. Telah wafat Buya Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif pada hari Jumat, 27 Mei 2022 Pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping,&#8221; kata Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangan resminya, Jumat (27\/5\/2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Haedar meminta doa dari masyarakat. Haedar mengatakan untuk pemakaman akan diinformasikan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Semoga beliau husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dilapangkan di kuburnya, dan ditempatkan di jannatun naim. Mohon dimaafkan kesalahan beliau dan doa dari semuanya. Pemakaman dan lain-lain informasinya menyusul,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Buya Syafii diketahui terkena serangan jantung ringan sejak Maret lalu. Saat itu dia sempat menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah dirawat selama sekitar 2 pekan, kondisi Buya Syafii akhirnya membaik dan diperbolehkan pulang ke rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat berada di rumah, Buya Syafii sempat menerima kunjungan dari Presiden Joko Widodo yang datang menjenguk pada Sabtu (26\/3).<\/p>\n\n\n\n<p>Buya Syafii kemudian kembali harus dilarikan ke rumah sakit yang sama pada Mei ini karena mengalami sesak napas, diduga masih terkait dengan serangan jantung yang dideritanya dua bulan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini, tokoh cendekiawan muslim terkemuka di tanah air itu berpulang ke rahmatullah. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA (BAROMETER.ID): Cendekiawan muslim terkemuka Tanah Air Ahmad Syafi&#8217;i Ma&#8217;arif atau biasa dipanggil Buya Syafi&#8217;i wafat di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Jumat (27\/5\/2022) Pukul 10.15 WIB. Kabar duka itu diungkapkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. &#8220;Muhammadiyah dan bangsa Indonesia berduka. Telah wafat Buya Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif pada hari Jumat, 27 Mei 2022 Pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping,&#8221; kata Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangan resminya, Jumat (27\/5\/2022). Haedar meminta doa dari masyarakat. Haedar mengatakan untuk pemakaman akan diinformasikan lebih lanjut. &#8220;Semoga beliau husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dilapangkan di kuburnya, dan ditempatkan di jannatun naim. Mohon dimaafkan kesalahan beliau dan doa dari semuanya. Pemakaman dan lain-lain informasinya menyusul,&#8221; pungkasnya. Buya Syafii diketahui terkena serangan jantung ringan sejak Maret lalu. Saat itu dia sempat menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman. Setelah dirawat selama sekitar 2 pekan, kondisi Buya Syafii akhirnya membaik dan diperbolehkan pulang ke rumah. Saat berada di rumah, Buya Syafii sempat menerima kunjungan dari Presiden Joko Widodo yang datang menjenguk pada Sabtu (26\/3). Buya Syafii kemudian kembali harus dilarikan ke rumah sakit yang sama pada Mei ini karena mengalami sesak napas, diduga masih terkait dengan serangan jantung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19222,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406],"tags":[],"class_list":["post-19221","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19221"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19221\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}