{"id":19218,"date":"2022-05-27T08:24:55","date_gmt":"2022-05-27T01:24:55","guid":{"rendered":"https:\/\/barometer.id\/?p=19218"},"modified":"2022-05-27T08:24:55","modified_gmt":"2022-05-27T01:24:55","slug":"11-bayi-tewas-dalam-kebakaran-rs-di-senegal-menteri-kesehatan-langsung-dipecat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/05\/27\/11-bayi-tewas-dalam-kebakaran-rs-di-senegal-menteri-kesehatan-langsung-dipecat\/","title":{"rendered":"11 Bayi Tewas dalam Kebakaran RS di Senegal, Menteri Kesehatan Langsung Dipecat"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>BAROMETER.ID<\/strong> &#8211; Sebanyak 11 bayi tewas dalam insiden kebakaran yang terjadi di<br>Rumah Sakit Mame Abdou Aziz Sy Dabakh di pusat transportasi Tivaouane yang terletak di wilayah timur Kota Dakar,\u00a0Senegal, Kamis (27\/5\/2022) malam.<\/p>\n\n\n\n<p>Bayi-bayi yang tewas merupakan bayi-bayi yang baru dilahirkan, ada 3 bayi lain yang berhasil diselamatkan dalam insiden tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Di dalam panas dan berasap dengan panas yang menyesakkan, dan ada pemadaman listrik, kondisi yang mengerikan. Saya tidak bisa mengatakan apa penyebabnya tetapi saya adalah saksi dari peristiwa tersebut,&#8221; ungkap Mamadou Mbaye, salah seorang saksi mata.<\/p>\n\n\n\n<p>Menyikapi insiden ini, Presiden Senegal Macky Sall langsung memecat Menteri Kesehatan Abdoudaye Diouf Sarr usai peristiwa&nbsp;kebakaran&nbsp;tersebut. Posisinya akan digantikan Marie Khemesse Ngom Ndiaye, mantan direktur jenderal otoritas kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sall sangat bersedih atas peristiwa tersebut. Dalam akun Twitternya Presiden Senegal itu mengucapkan belasungkawa atas peristiwa kebakaran yang menewaskan 11 bayi baru lahir itu. Dia menyatakan 3 hari adalah hari berkabung nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saya baru saja belajar dengan rasa sakit dan cemas tentang kematian 11 bayi yang baru lahir dalam kebakaran di departemen neonatal rumah sakit umum,&#8221; ujar Macky Sall dilansir&nbsp;AFP, Jumat (27\/5\/2022).<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kepada ibu mereka dan keluarga mereka, saya menyampaikan simpati saya yang terdalam,&#8221; lanjut Sall.<\/p>\n\n\n\n<p>Pihak berwenang Senegal masih mengusut penyebab kebakaran yang menelan korban jiwa itu. Dugaan awal, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. (*)<\/p>\n\n\n\n<p>Foto: Ilustrasi (net)<br>Editor: AK<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BAROMETER.ID &#8211; Sebanyak 11 bayi tewas dalam insiden kebakaran yang terjadi diRumah Sakit Mame Abdou Aziz Sy Dabakh di pusat transportasi Tivaouane yang terletak di wilayah timur Kota Dakar,\u00a0Senegal, Kamis (27\/5\/2022) malam. Bayi-bayi yang tewas merupakan bayi-bayi yang baru dilahirkan, ada 3 bayi lain yang berhasil diselamatkan dalam insiden tersebut. &#8220;Di dalam panas dan berasap dengan panas yang menyesakkan, dan ada pemadaman listrik, kondisi yang mengerikan. Saya tidak bisa mengatakan apa penyebabnya tetapi saya adalah saksi dari peristiwa tersebut,&#8221; ungkap Mamadou Mbaye, salah seorang saksi mata. Menyikapi insiden ini, Presiden Senegal Macky Sall langsung memecat Menteri Kesehatan Abdoudaye Diouf Sarr usai peristiwa&nbsp;kebakaran&nbsp;tersebut. Posisinya akan digantikan Marie Khemesse Ngom Ndiaye, mantan direktur jenderal otoritas kesehatan masyarakat. Sall sangat bersedih atas peristiwa tersebut. Dalam akun Twitternya Presiden Senegal itu mengucapkan belasungkawa atas peristiwa kebakaran yang menewaskan 11 bayi baru lahir itu. Dia menyatakan 3 hari adalah hari berkabung nasional. &#8220;Saya baru saja belajar dengan rasa sakit dan cemas tentang kematian 11 bayi yang baru lahir dalam kebakaran di departemen neonatal rumah sakit umum,&#8221; ujar Macky Sall dilansir&nbsp;AFP, Jumat (27\/5\/2022). &#8220;Kepada ibu mereka dan keluarga mereka, saya menyampaikan simpati saya yang terdalam,&#8221; lanjut Sall. Pihak berwenang Senegal masih mengusut penyebab kebakaran yang menelan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19219,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[351],"tags":[],"class_list":["post-19218","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19218","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19218"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19218\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19218"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19218"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19218"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}