{"id":19156,"date":"2021-10-22T23:13:52","date_gmt":"2021-10-22T16:13:52","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=19156"},"modified":"2021-10-22T23:13:52","modified_gmt":"2021-10-22T16:13:52","slug":"sosialisasi-tentang-1000-hpk-nanang-penurunan-stunting-bukan-tugas-pemerintah-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/10\/22\/sosialisasi-tentang-1000-hpk-nanang-penurunan-stunting-bukan-tugas-pemerintah-saja\/","title":{"rendered":"Sosialisasi 1.000 HPK, Nanang: Penurunan &#8216;Stunting&#8217; Bukan Hanya Tugas Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id):<\/strong> Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto membuka acara Sosialisasi Mahasiswa Peduli Stunting (Mahasiswa Penting) tentang 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), di Aula Rajabasa, Kantor Bupati, Jumat (22\/10\/2021).<\/p>\n<p>Kegiatan diikuti pimpinan perguruan tinggi, dosen dan mahasiswa di wilayah Lampung Selatan, Ketua MKKS SMA, SMK, MA, Kepala Sekolah, Guru BK, dan siswa perwakilan SMA, SMK, MA, serta para koordinator penyuluh KB se-Kabupaten Lampung Selatan.<\/p>\n<p>Hadir dalam acara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Lampung Rudi Budiman, dan Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lampung Selatan Hj.\u00a0Winarni Nanang Ermanto.<\/p>\n<p>Hadir juga, Sekretaris Daerah Kabupaten Thamrin beserta Ketua DWP Yani Thamrin, serta para Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, Bupati Lampung Selatan Nanang mengatakan, bahwa sejak tahun 2019 Pemkab Lampung Selatan telah mencanangkan Program Swasembada Gizi.<\/p>\n<p>Hal itu, sebagai gerakan bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam rangka memastikan gizi yang seimbang, mandiri dan berkelanjutan yang terjadi di masyarakat.<\/p>\n<p>Pasalnya, Kabupaten Lampung Selatan pernah mengalami kasus stunting tertinggi pada tahun 2013. Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) Kementerian Kesehatan, angka stunting mencapai 43,01% kala itu.\u00a0Sehingga menjadi kabupaten prioritas penanganan stunting.<\/p>\n<p>\u201cKetika itu tahun 2019 angka stunting mencapai 29 persen.\u00a0Alhamdulillah\u00a0saat ini di 2021 stunting turun menjadi 2,6 persen.\u00a0Artinya program swasembada gizi ini berjalan dengan baik.\u00a0Ini menunjukkan keseriusan kita untuk mengatasi stunting,\u201d kata Nanang.<\/p>\n<p>Nanang menambahkan, upaya pencegahan dan penurunan angka stunting bukan hanya menjadi urusan pemerintah semata.\u00a0Seluruh elemen masyarakat harus terlibat dan berperan aktif dalam memerangi stunting, sehingga Kabupaten Lampung Selatan menjadi nihil stunting.<\/p>\n<p>Oleh karena itu kata Nanang, dalam mencapai target\u00a0zero\u00a0stunting, dibutuhkan kerjasama semua pihak, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat dan pihak lain yang terlibat.<\/p>\n<p>\u201cIni (stunting) bukan peran pemerintah atau BKKBN saja.\u00a0Tetapi perlu peran kita semua bersama-sama bergotong royong untuk mengatasi masalah stunting.\u00a0Sehingga Kabupaten Lampung Selatan benar-benar bisa bebas stunting,\u201d tutur Nanang.<\/p>\n<p>Nanang mengingatkan, kegiatan sosialisasi tersebut bukan hanya sekedar seremonial saja.\u00a0Tetapi melalui kegiatan itu, diharapkan dapat mengedukasi siswa SMA maupun mahasiswa untuk lebih peduli terhadap stunting dan membantu pemerintah dalam pengentasan stunting.<\/p>\n<p>\u201cJadi adik-adik mahasiswa manfaatkan kegiatan ini sebaik-sebaiknya.\u00a0Sebagai generasi penerus, cepat atau lambat juga akan membina rumah tangga, perlu ada suatu pembinaan.\u00a0Jangan sampai bergembira menghadapi pernikahan tetapi tidak mempersiapkan 1000 hari pertama kehidupan dengan baik,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lampung Selatan, Eka Riantinawati menyampaikan, pemerintah melalui BKKBN Acara Mahasiswa Peduli Stunting atau disebut Mahasiswa Penting.<\/p>\n<p>\u201cProgram ini merupakan bentuk pendampingan kepada keluarga berisiko stunting.\u00a0Untuk itu kami berinisiasi menyelenggarakan kegiatan sosialiasi pada hari ini,\u201dujar Eka Riantinawati.<\/p>\n<p>Eka menambahkan, peran dan keterlibatan mahasiswa di Perguruan Tinggi memiliki potensi sebagai agen, agen sosialisasi, dan sebagai\u00a0role model\u00a0serta membantu kader dan tim pendamping sebagai influencer dalam melakukan perubahan perilaku agar mandiri masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cAdapun tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mendukung kegiatan pencegahan dan penanganan stunting yang masih ada di Kabupaten Lampung Selatan.\u00a0Dengan cara menggandeng mahasiswa agar ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan,\u201dungkapnya.<\/p>\n<p>Selain itu, dalam rangka pencegahan dan penanganan stunting serta penyelenggaraan Program Bangga Kencana, dalam kegiatan sosialisasi itu juga melakukan penandatangan kesepakatan bersama antara jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, akademisi, dan organisasi sosial dan kemasyarakatan di Kabupaten Lampung Selatan. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id): Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto membuka acara Sosialisasi Mahasiswa Peduli Stunting (Mahasiswa Penting) tentang 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), di Aula Rajabasa, Kantor Bupati, Jumat (22\/10\/2021). Kegiatan diikuti pimpinan perguruan tinggi, dosen dan mahasiswa di wilayah Lampung Selatan, Ketua MKKS SMA, SMK, MA, Kepala Sekolah, Guru BK, dan siswa perwakilan SMA, SMK, MA, serta para koordinator penyuluh KB se-Kabupaten Lampung Selatan. Hadir dalam acara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Lampung Rudi Budiman, dan Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lampung Selatan Hj.\u00a0Winarni Nanang Ermanto. Hadir juga, Sekretaris Daerah Kabupaten Thamrin beserta Ketua DWP Yani Thamrin, serta para Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Pada kesempatan itu, Bupati Lampung Selatan Nanang mengatakan, bahwa sejak tahun 2019 Pemkab Lampung Selatan telah mencanangkan Program Swasembada Gizi. Hal itu, sebagai gerakan bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam rangka memastikan gizi yang seimbang, mandiri dan berkelanjutan yang terjadi di masyarakat. Pasalnya, Kabupaten Lampung Selatan pernah mengalami kasus stunting tertinggi pada tahun 2013. Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) Kementerian Kesehatan, angka stunting mencapai 43,01% kala itu.\u00a0Sehingga menjadi kabupaten prioritas penanganan stunting. \u201cKetika itu tahun 2019 angka stunting mencapai 29 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":19157,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-19156","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19156","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19156"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19156\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19157"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}