{"id":18474,"date":"2021-10-03T11:20:04","date_gmt":"2021-10-03T04:20:04","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=18474"},"modified":"2021-10-03T11:20:04","modified_gmt":"2021-10-03T04:20:04","slug":"sandiaga-desa-wisata-dan-momentum-bangkitnya-pariwisata-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/10\/03\/sandiaga-desa-wisata-dan-momentum-bangkitnya-pariwisata-lampung\/","title":{"rendered":"CORETAN DINDING\/\/ Sandiaga, Desa Wisata, dan Momentum Bangkitnya Pariwisata Lampung"},"content":{"rendered":"<p><strong>ANGIN<\/strong> segar Bulan September membawa aroma khas kopi di lereng Gunung Rigis Lampung Barat ketika Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno tiba di Desa Wisata &#8220;Kampung Kopi&#8221; Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat pada Rabu (29\/9\/2021) petang di pucuk September yang hijau itu.<\/p>\n<p>Kunjungan ini terkait keberhasilan Kampung Kopi Pekon Rigis Jaya yang masuk 50 Desa Wisata Terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Diketahui selain Pekon Rigis Jaya di Lampung Barat, ada juga Desa Harapan Jaya di Pesawaran yang masuk 100 Desa Wisata Terbaik ADWI 2021.<\/p>\n<p>Idola Anak Muda dan Emak-Emak Indonesia ini disambut meriah; tari-tarian disertai prosesi adat, juga beragam atraksi memukau disuguhkan. Warga penuh sesak. Semua bahagia. Amboii, sebuah prosesi penyambutan yang elegan dan sempurna sekaligus lakon yang sangat bersejarah bagi Lampung.<\/p>\n<p>Yang juga sangat keren, dalam kunjungan ini Pak Menteri membeli ratusan tote bag karya remaja difabel Lampung Barat yang akan dijadikan souvenir pada Acara G20 yang akan dilaksanakan di Bali tahun depan. <em>Joss gandos!!<\/em><\/p>\n<p>Melalui coretan ini saya berharap kita (baca: pemerintah) tidak terjebak sentimentalia atau melankolia berlebihan, &#8220;baper&#8221;, mabuk euforia, sorak sorai dan tepuk tangan dan riuh sesaat, kemudian lesap menyisakan kenangan.<\/p>\n<p>Sebaliknya, inilah momentum yang tepat bagi Pemerintah dan masyarakat Lampung untuk membenahi pariwisata Lampung yang sempat karam dihantam tsunami Virus Corona (Covid-19). Bisa jadi ini waktu yang cocok bagi Gubernur mengundang seluruh Bupati dan Wali Kota di Lampung untuk &#8220;Ngopi Bareng&#8221; dan<i> ngobrol<\/i>\u00a0tentang bagaimana membangun kembali dan mengembangkan pariwisata di Lampung.<\/p>\n<p>Karena membangun dan mengembangkan pariwisata tidak bisa dilakukan jika masih ada ego sektoral; baik ego instansi maupun ego zonasi wilayah. Pariwisata harus dibangun dengan kesadaran kebersamaan dengan melibatkan lintas sektoral. Sebab pariwisata tidak melulu soal destinasi, tapi juga akses jalan, infrastruktur dan fasilitas lainnya. Sebab itu, Dinas Pariwisata, Dinas PU, Dinas UMKM, mulai dari Pusat hingga Kabupaten wajib terlibat dan saling mendukung.<\/p>\n<p>Bupati juga wajib berkoordinasi dengan Gubernur sebelum memantapkan program bidang wisata yang akan digarap sehingga tujuan yang telah ditetapkan bisa tercapai.<\/p>\n<p>Dalam sebuah bincang-bincang, salah satu Kepala Dinas Pariwisata di Lampung dengan sangat yakin mengatakan, &#8220;Saya lahir dan besar di Bali jadi saya tahu persis destinasi wisata kita lebih baik dari Pulau Bali,&#8221;.<\/p>\n<p><em>Yap<\/em>&#8230;Lampung punya segalanya, mulai dari wisata laut hingga air terjun, wisata agraris sampai taman bunga di pusat kota, semua sangat menjanjikan. Saatnya Pariwisata Lampung Berjaya di level nasional maupun mancanegara, untuk pemulihan ekonomi sekaligus menggeret naik IPM Lampung yang saat ini terendah di Sumatera. Kini tinggal <em>gimana<\/em> kita? <em>Mak gham sapa lagi Mak ganta kapan lagi<\/em>. <em>Tabiik<\/em>.<br \/>\n***<\/p>\n<p>Dari 75.000 desa di Indonesia ada 1.831 desa yang mendaftar dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2021.<\/p>\n<p>Tujuh kriteria penilaian dalam ajang ini, yaitu penerapan CHSE (cleanliness, health, safety, and environmental sustainability), desa digital, suvenir (kuliner, fesyen, kriya), daya tarik wisata (alam, budaya, buatan), konten kreatif, homestay dan toilet.<\/p>\n<p><em><strong>Inilah Daftar Desa di Sumatera yang Masuk Daftar 100 Desa Wisata Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2021:<\/strong><\/em><\/p>\n<p><em><strong>Aceh<\/strong><\/em><br \/>\nDesa Wisata Aneuk Laot, Kota Sabang<br \/>\nDesa Wisata Gampong Punge Blang Cut, Kota Banda Aceh<br \/>\nDesa Wisata Nusa, Kabupaten Aceh Besar<\/p>\n<p><em><strong>Sumatera Utara<\/strong><\/em><br \/>\nDesa Wisata Kampoeng Lama, Deli Serdang<br \/>\nDesa Wisata Huta Tinggi,\u00a0 Samosir<br \/>\nDesa Wisata Tipang, Humbang Hasundutan<br \/>\nDesa Wisata Meat, Toba Samosir<br \/>\nDesa Wisata Kampung Warna Warni Tigarihit, Kabupaten Simalungun<\/p>\n<p><em><strong>Sumatera Barat<\/strong><\/em><br \/>\nDesa Wisata Lawang, Kabupaten Agam<br \/>\nDesa Wisata Sungai Batang, Agam<br \/>\nDesa Wisata Kubu Gadang, Padang Panjang<br \/>\nDesa Wisata Nagari Wisata Kapalo Banda Taram, Kabupaten Lima Puluh Kota<br \/>\nDesa Wisata Saribu Gonjong, Kab. 50 Kota<br \/>\nDesa Wisata Silokek, Kabupaten Sijunjung<br \/>\nDesa Wisata Sanjai, Kota Bukittinggi<br \/>\nDesa Wisata Kampuang Minang Nagari Sumpu, Kabupaten Tanah Datar<br \/>\nDesa Wisata Apar, Kota Pariaman<\/p>\n<p><em><strong>Sumatera Selatan<\/strong><\/em><br \/>\nDesa Wisata Ekowisata Burai, Ogan Ilir<br \/>\nDesa Wisata Tebat Lereh, Kota Pagar Alam<\/p>\n<p><em><strong>Riau<\/strong><\/em><br \/>\nDesa Wisata Koto Mesjid, Kampar<br \/>\nDesa Wisata Bono, Kabupaten Pelalawan<\/p>\n<p><em><strong>Jambi<\/strong><\/em><br \/>\nDesa Wisata Muara Jambi, Muaro Jambi<\/p>\n<p><em><strong>Bengkulu<\/strong><\/em><br \/>\nDesa Wisata Batu Ampar, Kepahiang<br \/>\nDesa Wisata Belitar Seberang, Kabupaten Rejang Lebong<\/p>\n<p><em><strong>Lampung<\/strong><\/em><br \/>\nDesa Wisata Rigis Jaya, Lampung Barat<br \/>\nDesa Wisata Harapan Jaya, Pesawaran<\/p>\n<p><em><strong>Kepulauan Riau<\/strong><\/em><br \/>\nDesa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, Kota Batam<\/p>\n<p><em><strong>Kepulauan Bangka Belitung<\/strong><\/em><br \/>\nDesa Wisata Kreatif Terong, Belitung.<\/p>\n<p><em>(Sumber: dajesta.com\/dbs)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANGIN segar Bulan September membawa aroma khas kopi di lereng Gunung Rigis Lampung Barat ketika Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno tiba di Desa Wisata &#8220;Kampung Kopi&#8221; Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat pada Rabu (29\/9\/2021) petang di pucuk September yang hijau itu. Kunjungan ini terkait keberhasilan Kampung Kopi Pekon Rigis Jaya yang masuk 50 Desa Wisata Terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Diketahui selain Pekon Rigis Jaya di Lampung Barat, ada juga Desa Harapan Jaya di Pesawaran yang masuk 100 Desa Wisata Terbaik ADWI 2021. Idola Anak Muda dan Emak-Emak Indonesia ini disambut meriah; tari-tarian disertai prosesi adat, juga beragam atraksi memukau disuguhkan. Warga penuh sesak. Semua bahagia. Amboii, sebuah prosesi penyambutan yang elegan dan sempurna sekaligus lakon yang sangat bersejarah bagi Lampung. Yang juga sangat keren, dalam kunjungan ini Pak Menteri membeli ratusan tote bag karya remaja difabel Lampung Barat yang akan dijadikan souvenir pada Acara G20 yang akan dilaksanakan di Bali tahun depan. Joss gandos!! Melalui coretan ini saya berharap kita (baca: pemerintah) tidak terjebak sentimentalia atau melankolia berlebihan, &#8220;baper&#8221;, mabuk euforia, sorak sorai dan tepuk tangan dan riuh sesaat, kemudian lesap menyisakan kenangan. Sebaliknya, inilah momentum yang tepat bagi Pemerintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18479,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-18474","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorised"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18474"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18474\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}