{"id":18122,"date":"2021-09-23T11:39:04","date_gmt":"2021-09-23T04:39:04","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=18122"},"modified":"2021-09-23T11:39:04","modified_gmt":"2021-09-23T04:39:04","slug":"hindari-pengendara-motor-belok-mendadak-truck-fuso-terguling","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/09\/23\/hindari-pengendara-motor-belok-mendadak-truck-fuso-terguling\/","title":{"rendered":"Hindari Pengendara Motor Belok Mendadak, Truck Fuso Terguling"},"content":{"rendered":"<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Truk Fuso bernomor polisi BE 9843 AV tanpa muatan terguling di Jalan Ryacudu, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung sekitar pukul 07.00 WIB , Rabu ( 22\/9\/2021).<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Kecelakaan tunggal tersebut terjadi ketika truk yang dikendarai Bambang (45), warga Tegineneng, Pesawaran itu menghindari seorang pengendara motor yang berbelok secara asal dan mendadak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sopir truck mengatakan truknya melaju dari arah Korpri menuju Way Huwi. Saat di persimpangan pos penyekatan Polsek Sukarame, tiba-tiba seorang Ibu-ibu pengendara motor yang berbelok secara mendadak ke arah jalan Airan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cAsal arahnya sama, tapi ibu itu asal langsung belok mendadak. Jadi kalau saya tidak banting stir bisa tergilas ibu itu. Saat saya banting stir truk masuk lobang bekas galian sehingga terguling,\u201d kata Bambang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Bambang menambahkan truk dalam keadaan kosong usai bongkar muatan oli di Bandar Lampung dan hendak kembali ke Jakarta.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cIbu itu pakai motor Beat warna hitam langsung pergi saja gak merasa bersalah. Sekarang saya lagi koordinasi dengan perusahaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Iptu Jahtera Kanit Lakalantas Polresta Bandar Lampung, mengatakan pihaknya tengah membantu evakuasi truk tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cAnggota kami di lokasi membantu evakuasi dan mengurai kemacetan jalan,\u201d pungkasnya. (*\/red)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Truk Fuso bernomor polisi BE 9843 AV tanpa muatan terguling di Jalan Ryacudu, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung sekitar pukul 07.00 WIB , Rabu ( 22\/9\/2021). Kecelakaan tunggal tersebut terjadi ketika truk yang dikendarai Bambang (45), warga Tegineneng, Pesawaran itu menghindari seorang pengendara motor yang berbelok secara asal dan mendadak. Sopir truck mengatakan truknya melaju dari arah Korpri menuju Way Huwi. Saat di persimpangan pos penyekatan Polsek Sukarame, tiba-tiba seorang Ibu-ibu pengendara motor yang berbelok secara mendadak ke arah jalan Airan. \u201cAsal arahnya sama, tapi ibu itu asal langsung belok mendadak. Jadi kalau saya tidak banting stir bisa tergilas ibu itu. Saat saya banting stir truk masuk lobang bekas galian sehingga terguling,\u201d kata Bambang. Bambang menambahkan truk dalam keadaan kosong usai bongkar muatan oli di Bandar Lampung dan hendak kembali ke Jakarta. \u201cIbu itu pakai motor Beat warna hitam langsung pergi saja gak merasa bersalah. Sekarang saya lagi koordinasi dengan perusahaan,\u201d ujarnya. Iptu Jahtera Kanit Lakalantas Polresta Bandar Lampung, mengatakan pihaknya tengah membantu evakuasi truk tersebut. \u201cAnggota kami di lokasi membantu evakuasi dan mengurai kemacetan jalan,\u201d pungkasnya. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18123,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-18122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18122"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18122\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}