{"id":17952,"date":"2021-09-18T10:40:02","date_gmt":"2021-09-18T03:40:02","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=17952"},"modified":"2021-09-18T10:40:02","modified_gmt":"2021-09-18T03:40:02","slug":"kunjungi-penderita-kongenital-dan-janda-jompo-di-jati-agung-ketua-tp-pkk-lampung-selatan-salurkan-bantuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/09\/18\/kunjungi-penderita-kongenital-dan-janda-jompo-di-jati-agung-ketua-tp-pkk-lampung-selatan-salurkan-bantuan\/","title":{"rendered":"Kunjungi Penderita Kongenital dan Janda Jompo di Jati Agung, Ketua TP PKK Lampung Selatan Salurkan Bantuan"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAMPUNG SELATAN (lampungbatometer.id):<\/strong> Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto membesuk warganya yang menderita kelainan Kongenital, Jumat (17\/9\/2021).<\/p>\n<p>Warga tersebut bernama Nuriani (19), warga Dusun Palputih II, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung ini mengalami kelainan bawaan atau kelainan kongenital dimana kondisinya tidak normal yang terjadi pada masa perkembangan janin.<\/p>\n<p>Putri kedua dari pasangan Edi Santoso dan Evi Moko Dompit ini, mengalami kelainan kongenital yang memengaruhi fisik atau fungsi anggota tubuh persisnya pada tangan dan kakinya sehingga menimbulkan cacat lahir.<\/p>\n<p>Saat ini, kondisi Nuraini hanya bisa tertidur di atas kasur dan hanya bisa mengandalkan ibu serta saudaranya untuk membantu segala kegiatannya sehari hari.\u00a0Orang tua Nuriani sehari-hari bekerja sebagai buruh tidak tetap sehingga\u00a0 sulit bagi keluarga Edi Santoso untuk mengupayakan kesembuhan anaknya.<\/p>\n<p>Winarni yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Joniansyah serta Kepala Desa Karang Anyar Sumanto mengatakan sangat prihatin dengan kondisi Nuriani.Ia juga memberikan bantuan untuk keluarga Nuriani.<\/p>\n<div id=\"attachment_17953\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-17953\" class=\"wp-image-17953\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/FB_IMG_1631929750716-768x432-1-150x150.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"338\" \/><p id=\"caption-attachment-17953\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>Ketua<\/strong> TP PKK kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni kunjungi dan beri bantuan warganya di jati agung<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u201cSaya minta Pemerintah Desa Karang Anyar untuk tanggap dan membantu mengupayakan pengobatan yang maksimal demi kesembuhan Nuriani,\u201d ujar Winarni disela kunjunganya.<\/p>\n<p>Beranjak dari rumah Nuriani, Ketua TP PKK yang sekaligus Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lampung selatan ini, juga menyambangi kediaman Wagiyem.<\/p>\n<p>Mbah Wagiyem (75), begitu ia biasa disapa warga sekitar adalah seorang janda jompo yang tinggal bersama anaknya disebuah rumah kecil di Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati agung.<\/p>\n<p>Bekerja sebagai buruh harian lepas, membuat Mbah Wagiyem sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya. Terlebih anaknya, Poniri (44), menderita kelainan mental.<\/p>\n<p>Selepas meninggalnya suami Mbah Wagiyem, ia hanya tinggal berdua dengan anaknya. Tak jarang mereka juga mendapatkan bantuan dari warga sekitar yang merasa kasihan kepada Wagiyem dan Poniri.<\/p>\n<p>Dalam kunjungan ke rumah Wagiyem, Winarni juga memberikan bantuan kepada Mbah Wagiyem dan anaknya.<\/p>\n<p>\u201cSemoga Mbah Wagiyem selalu diberikan kesehatan. Saya juga mengimbau warga sekitar untuk terus dan tetap peduli dengan kondisi Mbah Wagiyem,\u201dpungkasnya. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG SELATAN (lampungbatometer.id): Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto membesuk warganya yang menderita kelainan Kongenital, Jumat (17\/9\/2021). Warga tersebut bernama Nuriani (19), warga Dusun Palputih II, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung ini mengalami kelainan bawaan atau kelainan kongenital dimana kondisinya tidak normal yang terjadi pada masa perkembangan janin. Putri kedua dari pasangan Edi Santoso dan Evi Moko Dompit ini, mengalami kelainan kongenital yang memengaruhi fisik atau fungsi anggota tubuh persisnya pada tangan dan kakinya sehingga menimbulkan cacat lahir. Saat ini, kondisi Nuraini hanya bisa tertidur di atas kasur dan hanya bisa mengandalkan ibu serta saudaranya untuk membantu segala kegiatannya sehari hari.\u00a0Orang tua Nuriani sehari-hari bekerja sebagai buruh tidak tetap sehingga\u00a0 sulit bagi keluarga Edi Santoso untuk mengupayakan kesembuhan anaknya. Winarni yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Joniansyah serta Kepala Desa Karang Anyar Sumanto mengatakan sangat prihatin dengan kondisi Nuriani.Ia juga memberikan bantuan untuk keluarga Nuriani. \u201cSaya minta Pemerintah Desa Karang Anyar untuk tanggap dan membantu mengupayakan pengobatan yang maksimal demi kesembuhan Nuriani,\u201d ujar Winarni disela kunjunganya. Beranjak dari rumah Nuriani, Ketua TP PKK yang sekaligus Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lampung selatan ini, juga menyambangi kediaman Wagiyem. Mbah Wagiyem (75), begitu ia biasa disapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":17955,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-17952","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17952","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17952"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17952\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17952"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17952"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17952"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}