{"id":17913,"date":"2021-09-17T15:36:04","date_gmt":"2021-09-17T08:36:04","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=17913"},"modified":"2021-09-17T15:36:04","modified_gmt":"2021-09-17T08:36:04","slug":"desa-tajur-salurkan-blt-tahap-iii-kepada-26-kpm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/09\/17\/desa-tajur-salurkan-blt-tahap-iii-kepada-26-kpm\/","title":{"rendered":"Desa Tajur Salurkan BLT Tahap III Kepada 26 KPM"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id)<\/strong>: Desa Tajur, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Periode Juli hingga September kepada 26 keluarga penerima manfaat (KPM), Jumat (17\/9\/2021).<\/p>\n<p>Kepala Desa Tajur, Nawawi, mengatakan setiap KPM menerima dana BLT DD masing-masing Rp900.000. Jumlah ini, ujar dia, adalah untuk tiga bulan.<\/p>\n<p>&#8220;Jumlah penerimanya adalah 26 KPM dan setiap keluarga menerima bantuan Rp900 ribu,&#8221; ungkap Nawawi.<\/p>\n<p>Lebih lanjut dia menyampaikan dana BLT yang dibagikan kali ini merupakan BLT DD Tahap III. Dia berharap para penerima memanfaatkan dana bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.<\/p>\n<p>&#8220;Harapannya adalah para penerima bantuan bisa memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Misalnya biaya sekolah anak atau untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebab, di masa pandemi ini hampir semua kita terdampak secara ekonomi. Oleh karena itu, kita harus bijak dalam mengelola keuangan,&#8221;ucap Nawawi.<\/p>\n<p>Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.<\/p>\n<p>&#8220;Pandemi ini belum selesai, jadi kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan lupa memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun. Mari kita dukung pemerintah dalam upaya memutus mata rantai Covid-19,&#8221; ujarnya. (Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Desa Tajur, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Periode Juli hingga September kepada 26 keluarga penerima manfaat (KPM), Jumat (17\/9\/2021). Kepala Desa Tajur, Nawawi, mengatakan setiap KPM menerima dana BLT DD masing-masing Rp900.000. Jumlah ini, ujar dia, adalah untuk tiga bulan. &#8220;Jumlah penerimanya adalah 26 KPM dan setiap keluarga menerima bantuan Rp900 ribu,&#8221; ungkap Nawawi. Lebih lanjut dia menyampaikan dana BLT yang dibagikan kali ini merupakan BLT DD Tahap III. Dia berharap para penerima memanfaatkan dana bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. &#8220;Harapannya adalah para penerima bantuan bisa memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Misalnya biaya sekolah anak atau untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebab, di masa pandemi ini hampir semua kita terdampak secara ekonomi. Oleh karena itu, kita harus bijak dalam mengelola keuangan,&#8221;ucap Nawawi. Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. &#8220;Pandemi ini belum selesai, jadi kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan lupa memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun. Mari kita dukung pemerintah dalam upaya memutus mata rantai Covid-19,&#8221; ujarnya. (Ansori)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":17914,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-17913","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17913"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17913\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}