{"id":17659,"date":"2021-09-08T21:25:20","date_gmt":"2021-09-08T14:25:20","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=17659"},"modified":"2021-09-08T21:25:20","modified_gmt":"2021-09-08T14:25:20","slug":"takut-rumahnya-kena-erosi-warga-sidodadi-minta-way-gebang-ditalud","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/09\/08\/takut-rumahnya-kena-erosi-warga-sidodadi-minta-way-gebang-ditalud\/","title":{"rendered":"Takut Rumahnya Kena Erosi, Warga Sidodadi Minta Way Gebang Ditalud"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id)<\/strong>: Way Gebang Ilir, Dusun 3 RT\/RW 11\/03, Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran mengalami longsor setelah diguyur hujan deras hamper setiap hari sejak Selasa (7\/9\/2021).<\/p>\n<p>Salah satu warga Dusun 3, Desa Sidodadi, Amsorudin (43), yang rumahnya hanya berjarak sekitar 5 meter dari lokasi longsor, mengaku sangat khawatir longsor akan menerjang rumahnya karena hujan masih terus turun dan arus Way Gebang Ilir cukup deras.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini hampir setiap hari hujan. Kalau hujan deras terus turun saya khawatir rumah saya juga akan terkena longsor akibat diterjang arus Way Gebang karena longsor terus meluas,\u201d ucap Amsorudin memelas.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, dia meminta aparatur Desa Sidodadi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran bisa mengupayakan agar Way Gebang Ilir ditalud.<\/p>\n<p>\u201cSaya berharap agar Way Gebang Ilir ini ditalud, saya khawatir rumah saya akan diterjang longsoran sungai,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kepala Desa Sidodadi, Tunggal, saat dihubungi <em>lampungbarometer.id<\/em> Rabu (8\/9\/2021) malam, mengatakan dia sudah melaporkan hal ini kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran.<\/p>\n<p>\u201cSaya sudah melaporkan ini kepada Dinas PUPR dan BPBD, bahkan mereka sudah turun langsung mengecek lokasi hingga ke hulu di hutan kawasan. Dan rencananya secepatnya akan dilakukan normalisasi sungai, insya Allah tahun ini. Setelah itu tahun depan akan dilakukan penaludan,\u201d ujar Kepala Desa Sidodadi Tunggal. (Ansori\/Herdi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Way Gebang Ilir, Dusun 3 RT\/RW 11\/03, Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran mengalami longsor setelah diguyur hujan deras hamper setiap hari sejak Selasa (7\/9\/2021). Salah satu warga Dusun 3, Desa Sidodadi, Amsorudin (43), yang rumahnya hanya berjarak sekitar 5 meter dari lokasi longsor, mengaku sangat khawatir longsor akan menerjang rumahnya karena hujan masih terus turun dan arus Way Gebang Ilir cukup deras. \u201cSaat ini hampir setiap hari hujan. Kalau hujan deras terus turun saya khawatir rumah saya juga akan terkena longsor akibat diterjang arus Way Gebang karena longsor terus meluas,\u201d ucap Amsorudin memelas. Oleh sebab itu, dia meminta aparatur Desa Sidodadi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran bisa mengupayakan agar Way Gebang Ilir ditalud. \u201cSaya berharap agar Way Gebang Ilir ini ditalud, saya khawatir rumah saya akan diterjang longsoran sungai,\u201d ujarnya. Kepala Desa Sidodadi, Tunggal, saat dihubungi lampungbarometer.id Rabu (8\/9\/2021) malam, mengatakan dia sudah melaporkan hal ini kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran. \u201cSaya sudah melaporkan ini kepada Dinas PUPR dan BPBD, bahkan mereka sudah turun langsung mengecek lokasi hingga ke hulu di hutan kawasan. Dan rencananya secepatnya akan dilakukan normalisasi sungai, insya Allah tahun ini. Setelah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":17660,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-17659","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17659"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17659\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}