{"id":17617,"date":"2021-09-07T19:10:05","date_gmt":"2021-09-07T12:10:05","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=17617"},"modified":"2021-09-07T19:10:05","modified_gmt":"2021-09-07T12:10:05","slug":"semangat-kolaborasi-bangkitkan-pariwisata-pesawaran-upaya-dispar-hidupkan-kembali-pariwisata-bumi-andan-jejama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/09\/07\/semangat-kolaborasi-bangkitkan-pariwisata-pesawaran-upaya-dispar-hidupkan-kembali-pariwisata-bumi-andan-jejama\/","title":{"rendered":"\u2018Semangat Kolaborasi Bangkitkan Pariwisata Pesawaran\u2019, Upaya Dispar Hidupkan Kembali Pariwisata Bumi Andan Jejama"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id)<\/strong>: Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran menggelar diskusi dengan Tema \u201cSemangat Kolaborasi Bangkitkan Pariwisata Pesawaran\u201d di Arter Tirta Dusun Sinar Dua, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Selasa (7\/9\/2021).<\/p>\n<p>Diskusi yang dihadiri Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona dilaksanakan dalam rangka membangkitkan kembali pariwisata Bumi Andan Jejama yang sempat kolap dihantam Covid-19.<\/p>\n<p>Pada kegiatan diskusi ini, Dinas Pariwisata Pesawaran mengundang Pengelola Wisata, Asosiasi Wisata, Akademisi dan Media. Hadir juga pada kegiatan ini Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas PMD, Kadis Koperasi dan UMKM, Kabag Kerja Sama, dan Kabag Protokol Pemkab Pesawaran.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Elsyafrie Fahrizal, S.H., M.Si, kepada <em>lampungbarometer.id<\/em> mengatakan kegiatan ini merupakan bagian program zonasi wisata yang sudah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Pesawaran beberapa waktu lalu, namun kali ini titiknya berbeda.<\/p>\n<p>Menurut Elsyafrie, terlaksananya acara ini diinisiasi oleh komunitas, asosiasi dan masyarakat. Dia juga menyampaikan dalam kegiatan ini tampak Penta Helix; pemerintah, media, komunitas, bisnis, dan akademisi bisa bekerja sama saling menguatkan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-17618 aligncenter\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/pariwisata-300x178.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\" \/><\/p>\n<p>\u201cKita memang harus bekerja bersama dalam membangun pariwisata di Pesawaran setelah hampir dua tahun terdampak pandemi, karena untuk membangun pariwisata tidak bisa hanya dilaksanakan oleh satu dinas,\u201d ujar Kepala Dinas kepada <em>lampungbarometer.id<\/em>.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Kepala Dinas mengungkapkan salah satu yang menjadi pembahasan dalam diskusi tersebut adalah komitmen pemerintah dalam mengembangkan pariwisata di Pesawaran. Berkaitan dengan hal ini, ujar Elsyafrie, Bupati Dendi Ramadhona telah mengeluarkan beberapa Perbub yang mengatur kepariwisataan, terutama dalam hal <em>local wisdom tourism<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cBapak Bupati berkomitmen penuh dalam pengembangan pariwisata Pesawaran. Hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa Perbub yang mengatur kepariwisataan di Pesawaran, khususnya terkait <em>local wisdom,<\/em>\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Desa Harapan Jaya S. Cokro Aminoto mengaku bangga dan berterima kasih kepada Bupati yang telah memilih Dusun Sinar Dua, Desa Harapan Jaya sebagai lokasi diskusi \u201cSemangat Kolaborasi Bangkitkan Pariwisata Pariwisata Pesawaran\u201d.<\/p>\n<p>\u201cTentu saja kami warga Desa Harapan Jaya sangat bangga karena Bapak Bupati telah memilih Arter Tirta Dusun Sinar Dua, Desa Harapan Jaya jadi lokasi diskusi. Ini menjadi motivasi kami untuk terus mengembangkan destinasi wisata di Desa Harapan Jaya agar lebih baik dan mampu bersaing di tingkat Nasional,\u201d ujar Cokro. (Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran menggelar diskusi dengan Tema \u201cSemangat Kolaborasi Bangkitkan Pariwisata Pesawaran\u201d di Arter Tirta Dusun Sinar Dua, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Selasa (7\/9\/2021). Diskusi yang dihadiri Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona dilaksanakan dalam rangka membangkitkan kembali pariwisata Bumi Andan Jejama yang sempat kolap dihantam Covid-19. Pada kegiatan diskusi ini, Dinas Pariwisata Pesawaran mengundang Pengelola Wisata, Asosiasi Wisata, Akademisi dan Media. Hadir juga pada kegiatan ini Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas PMD, Kadis Koperasi dan UMKM, Kabag Kerja Sama, dan Kabag Protokol Pemkab Pesawaran. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Elsyafrie Fahrizal, S.H., M.Si, kepada lampungbarometer.id mengatakan kegiatan ini merupakan bagian program zonasi wisata yang sudah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Pesawaran beberapa waktu lalu, namun kali ini titiknya berbeda. Menurut Elsyafrie, terlaksananya acara ini diinisiasi oleh komunitas, asosiasi dan masyarakat. Dia juga menyampaikan dalam kegiatan ini tampak Penta Helix; pemerintah, media, komunitas, bisnis, dan akademisi bisa bekerja sama saling menguatkan. \u201cKita memang harus bekerja bersama dalam membangun pariwisata di Pesawaran setelah hampir dua tahun terdampak pandemi, karena untuk membangun pariwisata tidak bisa hanya dilaksanakan oleh satu dinas,\u201d ujar Kepala Dinas kepada lampungbarometer.id. Lebih lanjut, Kepala Dinas mengungkapkan salah satu yang menjadi pembahasan dalam diskusi tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":17619,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-17617","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pariwisata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17617"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17617\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}