{"id":17602,"date":"2021-09-07T15:10:36","date_gmt":"2021-09-07T08:10:36","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=17602"},"modified":"2021-09-07T15:10:36","modified_gmt":"2021-09-07T08:10:36","slug":"jalan-hanoman-banjir-warga-minta-pemkot-segera-perbaiki-saluran-air-underpass","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/09\/07\/jalan-hanoman-banjir-warga-minta-pemkot-segera-perbaiki-saluran-air-underpass\/","title":{"rendered":"Jalan Hanoman Banjir, Warga Minta Pemkot Segera Perbaiki Saluran Air \u2018Underpass\u2019"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id)<\/strong>: Warga Jalan Hanoman, Kampung Sawah Brebes, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung, \u00a0berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung segera memperbaiki saluran air di terowongan rel kereta api di lokasi tersebut yang diduga menjadi penyebab banjir yang mencapai setinggi pinggang orang dewasa, Selasa (7\/9\/2021).<\/p>\n<p>Berdasarkan pantauan <strong><em>lampungbarometer.id<\/em><\/strong> di lokasi banjir, tampak air berwarna keruh dipenuhi sampah yang menggenang di <em>underpass<\/em> (terowongan) rel ketera api menjadi tontonan warga, khususnya anak-anak.<\/p>\n<p>Salah satu warga bernama Uus (50) yang ditemui di lokasi, kepada <em>lampungbarometer.id<\/em> \u00a0mengatakan banjir kali ini menjadi yang terparah sejak beberapa tahun terakhir. Sebab, menurut dia, biasanya air yang menggenang di jalan tersebut paling tinggi selutut orang dewasa. Berbeda dengan banjir kali ini yang mencapai pinggang bahkan ketinggian air sempat hampir mencapai dada.<\/p>\n<div id=\"attachment_17603\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-17603\" class=\"wp-image-17603\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Hanoman-300x178.jpeg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"387\" \/><p id=\"caption-attachment-17603\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>TAMPAK<\/strong> salah satu warga Jalan Hanoman Uus saat ditemui di lokasi banjir. (Foto: lampungbarometer.id)<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u201cBanjir yang sekarang ini parah, ketinggian air bahkan hampir mencapai dada orang dewasa, biasanya tidak pernah separah ini. Jadi sebagai masyarakat kecil, kami berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung segera mengambil tindakan, memperbaiki saluran air yang tersumbat supaya banjir tidak lebih parah lagi. Tadi pagi aja sudah tiga mobil yang mati mesin saat melintas di sini,\u201d ujar Uus.<\/p>\n<p>Warga lainnya, Yanto (40), mengatakan banjir sekali ini memang lebih parah dari biasanya. Underpass ini memang sering tergenang air kalau hujan, tapi biasanya tidak separah ini. Menurut dia, banjir yang kerap terjadi disebabkan saluran air yang tersumbat sampah sehingga air tidak bisa lancer.<\/p>\n<p>\u201cSaluran air di situ kan menggunakan pipa, ada bagian sambungan dari pipa itu terdapat lekukan. Nah, mungkin saja pada lekukannya itu ada sampah tersangkut sehingga air tidak lancer mengalir,\u201d ujar Yanto.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-17604 aligncenter\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/hanoman2-300x178.jpeg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"332\" \/><\/p>\n<p>Yanto berharap Pemkot segera memperbaiki pipa tersebut agar banjir segera surut, sehingga lalu lintas kendaraan tidak terganggu. \u201cJalur inikan sempit dan sering menjadi jalur alternatif bagi pengendara. Kasihan kalau kendaraan yang lewat harus putar balik, apalagi jalur ini sempit,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Ungkapan yang sama disampaikan Eko (58), juga warga Jalan Hanoman, yang mengakui banjir yang terjadi kali ini paling parah. Dia menduga tingginya genangan air ini terjadi karena pipa saluran air yang tersumbat.<\/p>\n<p>\u201cSebelum-sebelumnya genangan air tidak separah ini. Ini disebabkan pipa saluran airnya tersumbat. Kami minta Pemkot segera memperbaiki saluran air ini, kasihan pengendara yang melintas harus pura arah,\u201d ujar Eko yang meminta pengendara untuk sementara tidak melintasi ruas jalan ini.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung saat dihubungi untuk dimintai konfirmasi, nomor teleponnya sedang tidak aktif. (AK)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Warga Jalan Hanoman, Kampung Sawah Brebes, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung, \u00a0berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung segera memperbaiki saluran air di terowongan rel kereta api di lokasi tersebut yang diduga menjadi penyebab banjir yang mencapai setinggi pinggang orang dewasa, Selasa (7\/9\/2021). Berdasarkan pantauan lampungbarometer.id di lokasi banjir, tampak air berwarna keruh dipenuhi sampah yang menggenang di underpass (terowongan) rel ketera api menjadi tontonan warga, khususnya anak-anak. Salah satu warga bernama Uus (50) yang ditemui di lokasi, kepada lampungbarometer.id \u00a0mengatakan banjir kali ini menjadi yang terparah sejak beberapa tahun terakhir. Sebab, menurut dia, biasanya air yang menggenang di jalan tersebut paling tinggi selutut orang dewasa. Berbeda dengan banjir kali ini yang mencapai pinggang bahkan ketinggian air sempat hampir mencapai dada. \u201cBanjir yang sekarang ini parah, ketinggian air bahkan hampir mencapai dada orang dewasa, biasanya tidak pernah separah ini. Jadi sebagai masyarakat kecil, kami berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung segera mengambil tindakan, memperbaiki saluran air yang tersumbat supaya banjir tidak lebih parah lagi. Tadi pagi aja sudah tiga mobil yang mati mesin saat melintas di sini,\u201d ujar Uus. Warga lainnya, Yanto (40), mengatakan banjir sekali ini memang lebih parah dari biasanya. Underpass ini memang sering tergenang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":17605,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-17602","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17602","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17602"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17602\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17602"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17602"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17602"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}