{"id":17526,"date":"2021-09-05T13:07:32","date_gmt":"2021-09-05T06:07:32","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=17526"},"modified":"2021-09-05T13:07:32","modified_gmt":"2021-09-05T06:07:32","slug":"korsleting-listrik-kios-foto-kopi-ludes-dilalap-si-jago-merah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/09\/05\/korsleting-listrik-kios-foto-kopi-ludes-dilalap-si-jago-merah\/","title":{"rendered":"Korsleting Listrik, Kios Foto Kopi Ludes Dilalap Si Jago Merah"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id)<\/strong>: Kios foto kopi di Jl. A. Yani di Desa Sukaraja, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung ludes dilalap si jago merah, Minggu (5\/9\/2021), sekitar Pukul 3.00 WIB dini hari. Kerugian diperkiraan mencapai ratusan juta rupiah.<\/p>\n<p>Salah satu warga, Joko (28), menceritakan peristiwa kebakaran terjadi saat masyarakat sedang terlelap sehingga api menjalar dengan cepat.<\/p>\n<p>&#8220;Kejadiannya sekitar Pukul 03.00 WIB. Tidak tahu sumber apinya dari mana, tapi masyarakat menduga akibat korsleting listrik,&#8221; ucap Joko.<\/p>\n<div id=\"attachment_17527\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-17527\" class=\"wp-image-17527\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG-20210905-WA0031-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\" \/><p id=\"caption-attachment-17527\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>KIOS<\/strong> Foto Kopi di Gedong Tataan ludes dilalap si jago merah, Minggu (5\/9\/2021) dini hari.<\/em><\/p><\/div>\n<p>Menurutnya, warga baru mengetahui kejadian saat api mulai membesar. Warga kemudian bergotong royong bahu-membahu berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya hingga kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi. Namun, dia tidak tahu api berhasil dipadamkan jam berapa.<\/p>\n<p>&#8220;Saat kami sedang memadamkan api, petugas pemadam lebakaran tiba di lokasi. Api bisa dipadamkan sekitar satu setengah jam kemudian,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Diperkirakan kejadian ini menyebabkan kerugian material ratusan juta rupiah.<\/p>\n<p>&#8220;Kerugiannya cukup banyak karena ada barang elektronik dan alat-alat tulis, diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,&#8221; ucap Joko. (Firdaus\/Doni)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Kios foto kopi di Jl. A. Yani di Desa Sukaraja, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung ludes dilalap si jago merah, Minggu (5\/9\/2021), sekitar Pukul 3.00 WIB dini hari. Kerugian diperkiraan mencapai ratusan juta rupiah. Salah satu warga, Joko (28), menceritakan peristiwa kebakaran terjadi saat masyarakat sedang terlelap sehingga api menjalar dengan cepat. &#8220;Kejadiannya sekitar Pukul 03.00 WIB. Tidak tahu sumber apinya dari mana, tapi masyarakat menduga akibat korsleting listrik,&#8221; ucap Joko. Menurutnya, warga baru mengetahui kejadian saat api mulai membesar. Warga kemudian bergotong royong bahu-membahu berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya hingga kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi. Namun, dia tidak tahu api berhasil dipadamkan jam berapa. &#8220;Saat kami sedang memadamkan api, petugas pemadam lebakaran tiba di lokasi. Api bisa dipadamkan sekitar satu setengah jam kemudian,&#8221; jelasnya. Diperkirakan kejadian ini menyebabkan kerugian material ratusan juta rupiah. &#8220;Kerugiannya cukup banyak karena ada barang elektronik dan alat-alat tulis, diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,&#8221; ucap Joko. (Firdaus\/Doni)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":17528,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-17526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17526"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17526\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}