{"id":17498,"date":"2021-09-04T18:17:28","date_gmt":"2021-09-04T11:17:28","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=17498"},"modified":"2021-09-04T18:17:28","modified_gmt":"2021-09-04T11:17:28","slug":"ibu-rumah-tangga-di-jati-agung-lamsel-mengaku-dilecehkan-tokoh-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/09\/04\/ibu-rumah-tangga-di-jati-agung-lamsel-mengaku-dilecehkan-tokoh-masyarakat\/","title":{"rendered":"Ibu Rumah Tangga di Jati Agung Lamsel Mengaku Dilecehkan Tokoh Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id):<\/strong> Ibu rumah tangga Surti (51), bukan nama sebenarnya, ibu rumah tangga warga Desa Gedung Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, mengaku jadi korban pelecehan seksual yang dilakukan seorang tokoh masyarakat.<\/p>\n<p>Pengakuan tersebut diungkapkan Surti kepada media ini, Sabtu (4\/9\/2021). Menurut Surti, peristiwa pencabulan tersebut dialaminya setahun lalu dan terjadi secara berulang. Namun karena takut, selama ini dia memilih untuk tidak mengatakan kepada siapapun karena pelaku merupakan tokoh masyarakat di desanya.<\/p>\n<p>Surti juga mengungkapkan saat kejadian, kondisi rumah sepi dan tidak ada yang melihat karena suaminya sedang bekerja dan anak- anaknya juga sedang tidak berada di rumah.<\/p>\n<p>&#8220;Suami saya kerja di tempat dia (tersangka pelaku, red) jadi dia sering ke rumah terus saya diperlakukan tidak senonoh dan itu bukan hanya satu kali. Saya nggak berani lapor karena takut suami saya dipecat dari pekerjaan apalagi dia itu masih ada hubungan keluarga, dengan,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Atas peristiwa itu, dia juga mengaku telah melaporkan perlakuan tak senonoh itu kepada suaminya dan para kerabatnya sehingga keluarga besarnya juga berharap ada pihak yang mau membela dirinya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sudah mengadu sama suami dan keluarga besar saya, tapi kami ini orang susah nggak ngerti hukum hanya kami minta Allah yang membalas perbuatan orang itu yang telah melecehkan saya dan keluarga saya &#8221; ucapnya. (*\/Firdaus)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id): Ibu rumah tangga Surti (51), bukan nama sebenarnya, ibu rumah tangga warga Desa Gedung Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, mengaku jadi korban pelecehan seksual yang dilakukan seorang tokoh masyarakat. Pengakuan tersebut diungkapkan Surti kepada media ini, Sabtu (4\/9\/2021). Menurut Surti, peristiwa pencabulan tersebut dialaminya setahun lalu dan terjadi secara berulang. Namun karena takut, selama ini dia memilih untuk tidak mengatakan kepada siapapun karena pelaku merupakan tokoh masyarakat di desanya. Surti juga mengungkapkan saat kejadian, kondisi rumah sepi dan tidak ada yang melihat karena suaminya sedang bekerja dan anak- anaknya juga sedang tidak berada di rumah. &#8220;Suami saya kerja di tempat dia (tersangka pelaku, red) jadi dia sering ke rumah terus saya diperlakukan tidak senonoh dan itu bukan hanya satu kali. Saya nggak berani lapor karena takut suami saya dipecat dari pekerjaan apalagi dia itu masih ada hubungan keluarga, dengan,&#8221; ungkapnya. Atas peristiwa itu, dia juga mengaku telah melaporkan perlakuan tak senonoh itu kepada suaminya dan para kerabatnya sehingga keluarga besarnya juga berharap ada pihak yang mau membela dirinya. &#8220;Saya sudah mengadu sama suami dan keluarga besar saya, tapi kami ini orang susah nggak ngerti hukum hanya kami minta Allah yang membalas perbuatan orang itu yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":17499,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-17498","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-dan-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17498","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17498"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17498\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}