{"id":17023,"date":"2021-08-21T10:37:52","date_gmt":"2021-08-21T03:37:52","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=17023"},"modified":"2021-08-21T10:37:52","modified_gmt":"2021-08-21T03:37:52","slug":"terperosok-ke-jembatan-security-rs-handayani-kotabumi-meninggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/08\/21\/terperosok-ke-jembatan-security-rs-handayani-kotabumi-meninggal\/","title":{"rendered":"Terperosok ke Jembatan, Security RS Handayani Kotabumi Meninggal"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAMPUNG UTARA (lampungbarometer.id)<\/strong>: Edi Sopian security Rumah Sakit Handayani Kotabumi ditemukan terperosok ke sungai di jembatan jalan Kebon 5, Kelurahan Tanjung Harapan,\u00a0 Kotabumi Selatan, Lampung Utara saat mengendarai sepeda motor.<\/p>\n<p>Edi Sopian merupakan Warga Dusun Alang-Alang Lebar,\u00a0 Desa Kalicinta,\u00a0 Kotabumi Utara. Kecelakaan itu terjadi Jumat malam, (20\/8\/2021), pukul 02.00 WIB. Korban ditemukan rekan kerjanya di bawah jembatan, melihat ada lampu motor hidup. Mereka curiga lantaran temannya tak kunjung tiba dirumah sakit,\u00a0 usai membeli makan.<\/p>\n<p>Akhirnya korban di evakuasi rekan kerjanya dan dilarikan ke Rumah Sakit tempat ia bekerja. Namun sayang nyawanya tidak tertolong. Edi alami luka dibagian kepala belakang, robek di kening dan luka lecet di tangan akibat terperosok ke dalam sungai sedalam 10 meter.<\/p>\n<p>Bambang Susilo kakak korban mengatakan\u00a0 bahwa benar adiknya kerja shif malam di rumah sakit Handayani. Ia mendapatkan informasi bahwa Edi mengalami kecelakaan pukul 01.30 WIB dan langsung ke rumah sakit,\u00a0 namun adiknya sudah meninggal. Saat ini korban sudah berada di rumah duka,\u00a0 untuk di makamkan.<\/p>\n<p>Sementara itu,\u00a0 menurut Kepala Desa Kalicinta Suwarno mengatakan\u00a0 korban merupakan warganya. Ia memastikan ke lokasi\u00a0 kejadian ini apakah murni kecelakaan tunggal,\u00a0 mungkin karena Edi tidak paham dengan medan,\u00a0 sehingga masuk ke sungai. Informasinya mereka jalan bertiga. Pihaknya pun menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian untuk menyelidiki,\u00a0 penyebab pastinya sebab korban meninggal.<\/p>\n<p>Disisi lainnya, Tim\u00a0Identifikasi bersama Kanit Lantas Polres Lampung sedang melakukan penyelidikan atas tewasnya Edi Sopian yang alami kecelakan terperosok masuk ke sungai. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG UTARA (lampungbarometer.id): Edi Sopian security Rumah Sakit Handayani Kotabumi ditemukan terperosok ke sungai di jembatan jalan Kebon 5, Kelurahan Tanjung Harapan,\u00a0 Kotabumi Selatan, Lampung Utara saat mengendarai sepeda motor. Edi Sopian merupakan Warga Dusun Alang-Alang Lebar,\u00a0 Desa Kalicinta,\u00a0 Kotabumi Utara. Kecelakaan itu terjadi Jumat malam, (20\/8\/2021), pukul 02.00 WIB. Korban ditemukan rekan kerjanya di bawah jembatan, melihat ada lampu motor hidup. Mereka curiga lantaran temannya tak kunjung tiba dirumah sakit,\u00a0 usai membeli makan. Akhirnya korban di evakuasi rekan kerjanya dan dilarikan ke Rumah Sakit tempat ia bekerja. Namun sayang nyawanya tidak tertolong. Edi alami luka dibagian kepala belakang, robek di kening dan luka lecet di tangan akibat terperosok ke dalam sungai sedalam 10 meter. Bambang Susilo kakak korban mengatakan\u00a0 bahwa benar adiknya kerja shif malam di rumah sakit Handayani. Ia mendapatkan informasi bahwa Edi mengalami kecelakaan pukul 01.30 WIB dan langsung ke rumah sakit,\u00a0 namun adiknya sudah meninggal. Saat ini korban sudah berada di rumah duka,\u00a0 untuk di makamkan. Sementara itu,\u00a0 menurut Kepala Desa Kalicinta Suwarno mengatakan\u00a0 korban merupakan warganya. Ia memastikan ke lokasi\u00a0 kejadian ini apakah murni kecelakaan tunggal,\u00a0 mungkin karena Edi tidak paham dengan medan,\u00a0 sehingga masuk ke sungai. Informasinya mereka jalan bertiga. Pihaknya pun menyerahkan sepenuhnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":17024,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[230],"tags":[],"class_list":["post-17023","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-utara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17023","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17023"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17023\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17023"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17023"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17023"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}