{"id":16736,"date":"2021-08-15T10:34:01","date_gmt":"2021-08-15T03:34:01","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=16736"},"modified":"2021-08-15T10:34:01","modified_gmt":"2021-08-15T03:34:01","slug":"ipo-rilis-elektabilitas-capres-anies-ganjar-sandiaga-uno-teratas-puan-ketinggalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/08\/15\/ipo-rilis-elektabilitas-capres-anies-ganjar-sandiaga-uno-teratas-puan-ketinggalan\/","title":{"rendered":"IPO Rilis Elektabilitas Capres: Anies-Ganjar-Sandiaga Uno Teratas, Puan Ketinggalan"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA (lampungbarometer.id)<\/strong>: Indonesia Political Opinion (IPO) merilis survei elektabilitas calon presiden (capres) potensial untuk\u00a0Pilpres 2024. Hasilnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di posisi teratas dibuntuti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Sandiaga Uno.<\/p>\n<p>Survei digelar pada 2-10 Agustus 2021 terhadap 1.200 responden. Survei dilakukan dengan metode\u00a0multistage random sampling.<\/p>\n<p>IPO menyatakan tingkat akurasi survei berada pada angka 97 persen dengan\u00a0margin of error\u00a0kurang-lebih 2,5 persen. IPO juga menyatakan telah melakukan\u00a0spot check\u00a0pada 20 persen responden.<\/p>\n<p>Survei ini menampilkan temuan tingkat keterpilihan terhadap 20 nama tokoh yang dianggap potensial pada Pilpres 2024. Ada sejumlah faktor persepsi yang mempengaruhi pilihan para responden.<\/p>\n<p>Faktor itu antara lain prestasi, ketegasan, kejujuran, bersih, religius, dan profesional. Prestasi menjadi faktor tertinggi mempengaruhi pilihan responden.<\/p>\n<p>Berikut temuan tingkat keterpilihan 20 tokoh potensi pada simulasi\u00a0Pilpres 2024:<\/p>\n<p>1. Anies Baswedan 18,7%<br \/>\n2. Ganjar Pranowo 16,5%<br \/>\n3. Sandiaga Uno 13,5%<br \/>\n4. Agus Harimurti Yudhoyono 9,9%<br \/>\n5. Prabowo Subianto 7,8<br \/>\n6. Ridwan Kamil 6,2%<br \/>\n7. Erick Tohir 4,7%<br \/>\n8. Tito Karnavian 3,6%<br \/>\n9. Airlangga Hartarto 2,4%<br \/>\n10. Zulkifli Hasan 1,9%<br \/>\n11. Haedar Nashir 1,7%<br \/>\n12. Puan Maharani 0,9%<br \/>\n13. Said Aqil Siroj 0,8%<br \/>\n14. Gatot Nurmantyo 0,7%<br \/>\n15. Muhaimin Iskandar 0,5%<br \/>\n16. Luhut Binsar Pandjaitan 0,3%<br \/>\n17. Surya Paloh 0,2%<br \/>\n18. Suharso Monoarfa 0,0%<br \/>\n19. Grace Natalie 0,0%<br \/>\n20. Mahfud Md 0,0%<br \/>\nTidak tahu dan tidak jawab 9,6%<\/p>\n<p>Selain itu, IPO juga memaparkan temuan soal tingkat kepuasan kinerja para menteri di Kabinet Indonesia Maju. Berikut 3 menteri dengan tingkat kepuasan tertinggi:<\/p>\n<p>1. Tri Rismaharini 57,5%<br \/>\n2. Erick Thohir 54,2%<br \/>\n3. Sandiaga Uno 41,4%<\/p>\n<p>IPO juga menyampaikan temuan tingkat ketidakpuasan terhadap kinerja menteri. Berikut tiga menteri dengan tingkat ketidakpuasan tertinggi:<\/p>\n<p>1. Yasonna Laoly 49,0%<br \/>\n2. Teten Masduki 46,1%<br \/>\n3. Ida Fauziah 44,5%<\/p>\n<p>Untuk tingkat kepuasan oinerja Lembaga Nonkementerian, IPO memaparkan temuannya soal kepuasan responden terhadap kinerja lembaga nonkementerian.<\/p>\n<p>Berikut temuan tingkat kepuasan pada 20 lembaga:<\/p>\n<p>1. TNI 86,2%<br \/>\n2. BNPB 52,6%<br \/>\n3. Basarnas 43,3%<br \/>\n4. BNPT 38%<br \/>\n5. Komnas HAM 31,7%<br \/>\n6. Mahkamah Konstitusi 29,7%<br \/>\n7. KPU 18,2%<br \/>\n8. BMKG 14%<br \/>\n9. Mahkamah Agung 13,8%<br \/>\n10. BIN 10%<br \/>\n11. DPD 8,3%<br \/>\n12. KPK 7,1%<br \/>\n13. BPIP 5%<br \/>\n14. KSP 4,7%<br \/>\n15. DPR 2,9%<br \/>\n16. BP2MI 2,5%<br \/>\n17. Polri 1,9%<br \/>\n18. Ombudsman 0,7%<br \/>\n19. BNN 0,5%<br \/>\n20. BSSN 0,4%. (red)<\/p>\n<p><em><strong>Informasi ini sudah tayang di detikcom dengan Judul &#8220;Survei Elektabilitas Capres IPO: Anies-Ganjar Teratas, Puan Nol Koma&#8221;.<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA (lampungbarometer.id): Indonesia Political Opinion (IPO) merilis survei elektabilitas calon presiden (capres) potensial untuk\u00a0Pilpres 2024. Hasilnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di posisi teratas dibuntuti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Sandiaga Uno. Survei digelar pada 2-10 Agustus 2021 terhadap 1.200 responden. Survei dilakukan dengan metode\u00a0multistage random sampling. IPO menyatakan tingkat akurasi survei berada pada angka 97 persen dengan\u00a0margin of error\u00a0kurang-lebih 2,5 persen. IPO juga menyatakan telah melakukan\u00a0spot check\u00a0pada 20 persen responden. Survei ini menampilkan temuan tingkat keterpilihan terhadap 20 nama tokoh yang dianggap potensial pada Pilpres 2024. Ada sejumlah faktor persepsi yang mempengaruhi pilihan para responden. Faktor itu antara lain prestasi, ketegasan, kejujuran, bersih, religius, dan profesional. Prestasi menjadi faktor tertinggi mempengaruhi pilihan responden. Berikut temuan tingkat keterpilihan 20 tokoh potensi pada simulasi\u00a0Pilpres 2024: 1. Anies Baswedan 18,7% 2. Ganjar Pranowo 16,5% 3. Sandiaga Uno 13,5% 4. Agus Harimurti Yudhoyono 9,9% 5. Prabowo Subianto 7,8 6. Ridwan Kamil 6,2% 7. Erick Tohir 4,7% 8. Tito Karnavian 3,6% 9. Airlangga Hartarto 2,4% 10. Zulkifli Hasan 1,9% 11. Haedar Nashir 1,7% 12. Puan Maharani 0,9% 13. Said Aqil Siroj 0,8% 14. Gatot Nurmantyo 0,7% 15. Muhaimin Iskandar 0,5% 16. Luhut Binsar Pandjaitan 0,3% 17. Surya Paloh 0,2% 18. Suharso Monoarfa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":16737,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-16736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16736"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16736\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}