{"id":16729,"date":"2021-08-15T09:35:56","date_gmt":"2021-08-15T02:35:56","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=16729"},"modified":"2021-08-15T09:35:56","modified_gmt":"2021-08-15T02:35:56","slug":"kanjeng-gusti-pangeran-adipati-ario-mangkunegara-ix-akan-dimakamkan-hari-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/08\/15\/kanjeng-gusti-pangeran-adipati-ario-mangkunegara-ix-akan-dimakamkan-hari-ini\/","title":{"rendered":"Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Mangkunegara IX Akan Dimakamkan Hari Ini"},"content":{"rendered":"<p><em>Foto: Ilustrasi (net)<\/em><\/p>\n<p><strong>SOLO (lampungbarometer.id):<\/strong> Prosesi pemakaman Pengageng Mangkunegara Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Mangkunegara IX\u00a0akan berlangsung hari ini, Minggu (15\/8\/2021). Menurut informasi Humas Mangkunegaran, Joko Pramudyo, prosesi akan dimulai pada Pukul 10.00 WIB.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk prosesi akan dimulai pukul 10.00 WIB,&#8221; ujarnya, Sabtu (14\/8\/2021).<\/p>\n<p>Selanjutnya prosesi akan dilanjutkan pembacaan riwayat hidup almarhum oleh Rat Supriyanto Waluyo, kemudian dilanjutkan dengan pambagyoharjo yang akan disampaikan KPH Cuk Susilo.<\/p>\n<p>&#8220;Sambutan dari Pemkot Solo, penyerahan akta kematian, doa oleh Yogiswara, brobosan dan pemberangkatan jenazah,&#8221; kata Joko.<\/p>\n<p>Sementara itu, untuk tata cara prosesi pemakaman berada paling depan adalah Senopati Lampah yakni KRMT Lilik Tirtodinigrat didampingi KRMT Hudoko Artisto dan KRMH Hariadi Anggoro.<\/p>\n<p>Joko menyampaikan selanjutnya dilakukan sesi bagian foto oleh RM Anglir Bawono\/RM Rehan, disusul bagian pembawa bunga, pembawa peti jenazah.<\/p>\n<p>Selanjutnya rombongan dari pihak keluarga, ulama, lintas agama, brobosan R. Ay. T Anna Hundoko. Kemudian peti akan dimasukkan ke mobil dan diberangkatkan ke Permakaman Astana Girilayu, Matesih, Karanganyar.<\/p>\n<p>&#8220;Akan diiringi gending Menyan Kober, Laler Menggeng, Renyep dan Ketawang,&#8221; kata Joko.<\/p>\n<p>Sedangkan untuk rute pemberangkatan akan dimulai dari Pura Mangkunegaran menuju ke Jalan Diponegoro. Rombongan menuju ke Jalan Slamet Riyadi-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Urip Sumoharjo-Jalan Ir. Sutami-Jalan Kolonel Sutarto-Jalan Raya Solo-Karanganyar-Matesih dan tiba di Astana Girilayu. (*\/dbs)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto: Ilustrasi (net) SOLO (lampungbarometer.id): Prosesi pemakaman Pengageng Mangkunegara Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Mangkunegara IX\u00a0akan berlangsung hari ini, Minggu (15\/8\/2021). Menurut informasi Humas Mangkunegaran, Joko Pramudyo, prosesi akan dimulai pada Pukul 10.00 WIB. &#8220;Untuk prosesi akan dimulai pukul 10.00 WIB,&#8221; ujarnya, Sabtu (14\/8\/2021). Selanjutnya prosesi akan dilanjutkan pembacaan riwayat hidup almarhum oleh Rat Supriyanto Waluyo, kemudian dilanjutkan dengan pambagyoharjo yang akan disampaikan KPH Cuk Susilo. &#8220;Sambutan dari Pemkot Solo, penyerahan akta kematian, doa oleh Yogiswara, brobosan dan pemberangkatan jenazah,&#8221; kata Joko. Sementara itu, untuk tata cara prosesi pemakaman berada paling depan adalah Senopati Lampah yakni KRMT Lilik Tirtodinigrat didampingi KRMT Hudoko Artisto dan KRMH Hariadi Anggoro. Joko menyampaikan selanjutnya dilakukan sesi bagian foto oleh RM Anglir Bawono\/RM Rehan, disusul bagian pembawa bunga, pembawa peti jenazah. Selanjutnya rombongan dari pihak keluarga, ulama, lintas agama, brobosan R. Ay. T Anna Hundoko. Kemudian peti akan dimasukkan ke mobil dan diberangkatkan ke Permakaman Astana Girilayu, Matesih, Karanganyar. &#8220;Akan diiringi gending Menyan Kober, Laler Menggeng, Renyep dan Ketawang,&#8221; kata Joko. Sedangkan untuk rute pemberangkatan akan dimulai dari Pura Mangkunegaran menuju ke Jalan Diponegoro. Rombongan menuju ke Jalan Slamet Riyadi-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Urip Sumoharjo-Jalan Ir. Sutami-Jalan Kolonel Sutarto-Jalan Raya Solo-Karanganyar-Matesih dan tiba di Astana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":16730,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-16729","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16729","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16729"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16729\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16729"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16729"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16729"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}