{"id":16576,"date":"2021-08-11T11:48:47","date_gmt":"2021-08-11T04:48:47","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=16576"},"modified":"2021-08-11T11:48:47","modified_gmt":"2021-08-11T04:48:47","slug":"tak-direstui-nikah-dokter-ma-nekat-bakar-rumah-kekasihnya-3-orang-meninggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/08\/11\/tak-direstui-nikah-dokter-ma-nekat-bakar-rumah-kekasihnya-3-orang-meninggal\/","title":{"rendered":"Tak Direstui Nikah, Dokter MA Nekat Bakar Rumah Kekasihnya, 3 Orang Meninggal"},"content":{"rendered":"<p><strong>TANGERANG (lampungbarometer.id):<\/strong> Seorang dokter\u00a0berinisial MA (29) harus berurusan dengan polisi setelah diduga membakar bengkel sekaligus rumah di Pasar Malabar,\u00a0Kota Tangerang, Provinsi Banten yang menewaskan satu keluarga, Jumat (6\/8\/2021) lalu.<\/p>\n<p>Tiga orang yang merupakan satu keluarga yang meninggal ialah Edy (66), pemilik bengkel; istrinya bernama Lilys (55); dan anaknya bernama Lionardi (34) yang merupakan kekasih tersangka.<\/p>\n<p>Diketahui, korban Lionardi punya hubungan asmara dengan MA. Pemicu pelaku tega membakar bengkel milik keluarga kekasih dengan bensin, karena tidak direstui menikah oleh orang tua korban.<\/p>\n<p>Peristiwa pembakaran tersebut bermula dari pertengkaran pelaku dan korban Lionardi di depan bengkel. Saat itu keduanya baru turun dari mobil Mitshubishi Expander milik MA.<\/p>\n<p>&#8220;Korban Lionardi bertengkar dengan pelaku MA di depan bengkel milik korban,&#8221; kata Kasubag Humas Polres Kota Tangerang Kompol Abdul Rochim, Selasa (10\/8\/2021).<\/p>\n<div id=\"attachment_16577\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-16577\" class=\"wp-image-16577\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Gambar_127644-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"339\" \/><p id=\"caption-attachment-16577\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>RUMAH<\/strong> sekaligus bengkel di Tangerang yang habis dilalap Si Jago Merah usai dibakar oleh kekasih korban berinisial MA<\/em><\/p><\/div>\n<p>Menurut polisi, dalam pertengkaran tersebut, pelaku mengancam akan membakar bengkel\u00a0keluarga korban. Korban lantas memberikan informasi rencana jahat pelaku itu kepada keluarganya.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika turun dari mobil, pelaku dan korban masuk bengkel kemudian korban Lionardi memberi tahu keluarganya jika pacarnya akan membakar bengkel,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Usai pertengkaran, pelaku kemudian pergi dan kembali ke bengkel dengan membawa bungkusan plastik berisi bensin. Pelaku menyiramnya ke bengkel korban dan menyulut api.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah itu tersangka pergi dan tidak lama kemudian terdengar ledakan di dalam bengkel dan langsung terjadi kebakaran, sehingga saksi korban dan korban tidak bisa keluar bengkel karena terhalang api yang sudah menyala di lantai bawah,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Seketika api menghanguskan lantai dasar bengkel. Lionardi bersama dua saudaranya bernama Nando dan Siska berusaha naik ke lantai atas untuk menyelamatkan diri. Namun sayang, Lionardi dan kedua orang tuanya tewas.<\/p>\n<p>&#8220;Selanjutnya para saksi korban dan korban naik ke lantai atas untuk menyelamatkan diri, tapi hanya dua saksi korban yang selamat. Sedangkan kedua orang tua korban dan kakak saksi korban meninggal dunia,&#8221; kata Rochim.<\/p>\n<p>MA Ditetapkan Tersangka<\/p>\n<p>MA yang berprofesi dokter ditetapkan sebagai tersangka atas kejadian itu dan masih diperiksa intensif oleh polisi. Dari hasil pemeriksaan, dia mengaku membakar bengkel itu karena orang tua Lionardi tidak merestui MA menikah dengan Lionardi, padahal sudah hamil.<\/p>\n<p>&#8220;Hal tersebut dilakukan karena pelaku hamil dan orang tua korban tidak setuju kalau anaknya menikah dengan tersangka pelaku,&#8221; kata Rochim. (*\/red)<\/p>\n<p><em><strong>Informasi ini sudah tayang di detikcom dengan Judul &#8220;Tragis Kebakaran Maut di Tangerang Membawa Dokter Jadi Tersangka&#8221;<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANGERANG (lampungbarometer.id): Seorang dokter\u00a0berinisial MA (29) harus berurusan dengan polisi setelah diduga membakar bengkel sekaligus rumah di Pasar Malabar,\u00a0Kota Tangerang, Provinsi Banten yang menewaskan satu keluarga, Jumat (6\/8\/2021) lalu. Tiga orang yang merupakan satu keluarga yang meninggal ialah Edy (66), pemilik bengkel; istrinya bernama Lilys (55); dan anaknya bernama Lionardi (34) yang merupakan kekasih tersangka. Diketahui, korban Lionardi punya hubungan asmara dengan MA. Pemicu pelaku tega membakar bengkel milik keluarga kekasih dengan bensin, karena tidak direstui menikah oleh orang tua korban. Peristiwa pembakaran tersebut bermula dari pertengkaran pelaku dan korban Lionardi di depan bengkel. Saat itu keduanya baru turun dari mobil Mitshubishi Expander milik MA. &#8220;Korban Lionardi bertengkar dengan pelaku MA di depan bengkel milik korban,&#8221; kata Kasubag Humas Polres Kota Tangerang Kompol Abdul Rochim, Selasa (10\/8\/2021). Menurut polisi, dalam pertengkaran tersebut, pelaku mengancam akan membakar bengkel\u00a0keluarga korban. Korban lantas memberikan informasi rencana jahat pelaku itu kepada keluarganya. &#8220;Ketika turun dari mobil, pelaku dan korban masuk bengkel kemudian korban Lionardi memberi tahu keluarganya jika pacarnya akan membakar bengkel,&#8221; ujarnya. Usai pertengkaran, pelaku kemudian pergi dan kembali ke bengkel dengan membawa bungkusan plastik berisi bensin. Pelaku menyiramnya ke bengkel korban dan menyulut api. &#8220;Setelah itu tersangka pergi dan tidak lama kemudian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":16578,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-16576","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-dan-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16576","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16576"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16576\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16576"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16576"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16576"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}