{"id":16334,"date":"2021-08-03T14:36:31","date_gmt":"2021-08-03T07:36:31","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=16334"},"modified":"2021-08-03T14:36:31","modified_gmt":"2021-08-03T07:36:31","slug":"pasca-kebakaran-pasar-bakauheni-nanang-siapkan-tempat-untuk-relokasi-pedagang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/08\/03\/pasca-kebakaran-pasar-bakauheni-nanang-siapkan-tempat-untuk-relokasi-pedagang\/","title":{"rendered":"Pasca Kebakaran Pasar Bakauheni, Nanang Siapkan Tempat Untuk Relokasi Pedagang"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id):<\/strong> Pasar Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan terbakar hebat, Senin (2\/8\/2021) sekitar pukul 23.30 WIB.<\/p>\n<p>Hasilnya, seluruh bangunan dan 263 pedagang kios ludes dilahap si jago merah.<\/p>\n<p>Nanang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan menyiapkan tempat relokasi pedagang kios Pasar Bakauheni yang terkabar.\u00a0Upaya itu dilakukan agar para pedagang bisa kembali menjual setelah kios mereka ludes terbakar.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyediakan tempat relokasi di Pasar Siring Itik untuk para pedagang yang tertimpa musibah kebakaran,\u201d ujar Nanang Ermanto, Selasa pagi (3\/8\/2021).<\/p>\n<div id=\"attachment_16335\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-16335\" class=\"wp-image-16335\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/IMG-20210803-WA0002-768x512-1-150x150.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><p id=\"caption-attachment-16335\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>Bupati<\/strong> Lampung Selatan Nanang Ermanto didampingi Kadis Perdagangan dan Camat Bakauheni meninjau lokasi Kebakaran di pasar Bakauheni<\/em><\/p><\/div>\n<p>Usai meninjau lokasi kebakaran Pasar Bakauheni, Nanang beserta jajarannya langsung menuju Pasar Siring Itik yang akan dijadikan tempat relokasi pelaku pasar Bakauheni.<\/p>\n<p>Nanang menambahkan selain lokasi kedua pasar tersebut masih berada di satu desa, lokasi Pasar Itik lebih nyaman untuk pedagang dan pembeli, karena ada tempat parkirnya.\u00a0Sehingga tidak menggangu pengguna jalan raya, dan tidak rawan kecelakaan.<\/p>\n<p>\u201cJarak antara Pasar Bakauheni dan Pasar Siring Itik juga hanya 2 kilometer dan masih dalam satu desa, di Desa Bakauheni.\u00a0Jadi Pak Yusri (Kadis Perdagangan) dan pak camat trader jika pemerintah daerah menyediakan tempat untuk mereka berusaha kembali,\u201d tutup Nanang. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id): Pasar Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan terbakar hebat, Senin (2\/8\/2021) sekitar pukul 23.30 WIB. Hasilnya, seluruh bangunan dan 263 pedagang kios ludes dilahap si jago merah. Nanang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan menyiapkan tempat relokasi pedagang kios Pasar Bakauheni yang terkabar.\u00a0Upaya itu dilakukan agar para pedagang bisa kembali menjual setelah kios mereka ludes terbakar. \u201cPemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyediakan tempat relokasi di Pasar Siring Itik untuk para pedagang yang tertimpa musibah kebakaran,\u201d ujar Nanang Ermanto, Selasa pagi (3\/8\/2021). Usai meninjau lokasi kebakaran Pasar Bakauheni, Nanang beserta jajarannya langsung menuju Pasar Siring Itik yang akan dijadikan tempat relokasi pelaku pasar Bakauheni. Nanang menambahkan selain lokasi kedua pasar tersebut masih berada di satu desa, lokasi Pasar Itik lebih nyaman untuk pedagang dan pembeli, karena ada tempat parkirnya.\u00a0Sehingga tidak menggangu pengguna jalan raya, dan tidak rawan kecelakaan. \u201cJarak antara Pasar Bakauheni dan Pasar Siring Itik juga hanya 2 kilometer dan masih dalam satu desa, di Desa Bakauheni.\u00a0Jadi Pak Yusri (Kadis Perdagangan) dan pak camat trader jika pemerintah daerah menyediakan tempat untuk mereka berusaha kembali,\u201d tutup Nanang. (red)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":16336,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-16334","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16334","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16334"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16334\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16334"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16334"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16334"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}