{"id":16324,"date":"2021-08-02T17:44:33","date_gmt":"2021-08-02T10:44:33","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=16324"},"modified":"2021-08-02T17:44:33","modified_gmt":"2021-08-02T10:44:33","slug":"warga-gedung-air-temukan-bayi-di-tepi-jembatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/08\/02\/warga-gedung-air-temukan-bayi-di-tepi-jembatan\/","title":{"rendered":"Warga Gedung Air Temukan Bayi di Tepi Jembatan"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id<\/strong>): Warga Jl. Kebersihan RT. 15, Gedong Air, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung geger lantaran seorang warga menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki, sekitar pukul 05.00 WIB, Senin (2\/8\/2021)<\/p>\n<p>Sahid (60), saksi mata yang menemukan bayi tersebut mengatakan, hal itu bermula setelah dirinya mendengar tangisan bayi dari kejauhan. Awalnya, Sahid sempat mengira suara tersebut merupakan suara anak kucing.<\/p>\n<p>\u201cWaktu saya dekati, ternyata suara itu merupakan suara bayi yang berasal dari jembatan yang berada persis di depan rumah saya,\u201d ungkap Sahid.<\/p>\n<p>Beruntung, bayi itu terbungkus jaket berwarna hitam tersebut dalam keadaan sehat. Sahid kemudian langsung memanggil warga sekitar untuk ikut memberikan pertolongan pada bayi tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSepertinya, bayi tersebut baru saja lahir. Setelah itu langsung kita bawa ke puskesmas supaya dapat perawatan,\u201d kata Sahid.<\/p>\n<p>Sementara itu, Suri (55), warga sekitar menambahkan, pihaknya menduga bayi tersebut dibuang setelah dilahirkan. Sebab, bayi itu masih terlilit tali pusar. Selain itu, di bagian kepala bayi masih terlihat bercak noda.<\/p>\n<p>\u201cMungkin orang tuanya belum lama meninggalkan bayinya, soalnya bayinya belum dikerubungi semut, kami menduga pelaku yang membuang bayi tersebut merupakan orang luar alias bukan warga sekitar. Soalnya setahu saya nggak ada yang hamil di sini,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>sementara itu Kapolsek Tanjung Karang Barat, Kompol David Jeckson Sianipar mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan bayi.<\/p>\n<p>\u201cSudah ada dua saksi yang diperiksa sejauh ini. Kalau dilihat dari TKP, ada kemungkinan pelaku merupakan orang luar yang datang ke sana lalu meninggalkan bayi tersebut,\u201djelas David.<\/p>\n<p>Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pendataan terhadap warga sekitar untuk menemukan kemungkinan orang tua bayi tersebut.<\/p>\n<p>Pihaknya juga akan terus mengumpulkan petunjuk-petunjuk lain guna mengidentifikasi dan memburu orang tua bayi tersebut.<\/p>\n<p>\u201cPasti ada jejak yang tertinggal dan itu yang akan kami coba telusuri,\u201d pungkasnya. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Warga Jl. Kebersihan RT. 15, Gedong Air, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung geger lantaran seorang warga menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki, sekitar pukul 05.00 WIB, Senin (2\/8\/2021) Sahid (60), saksi mata yang menemukan bayi tersebut mengatakan, hal itu bermula setelah dirinya mendengar tangisan bayi dari kejauhan. Awalnya, Sahid sempat mengira suara tersebut merupakan suara anak kucing. \u201cWaktu saya dekati, ternyata suara itu merupakan suara bayi yang berasal dari jembatan yang berada persis di depan rumah saya,\u201d ungkap Sahid. Beruntung, bayi itu terbungkus jaket berwarna hitam tersebut dalam keadaan sehat. Sahid kemudian langsung memanggil warga sekitar untuk ikut memberikan pertolongan pada bayi tersebut. \u201cSepertinya, bayi tersebut baru saja lahir. Setelah itu langsung kita bawa ke puskesmas supaya dapat perawatan,\u201d kata Sahid. Sementara itu, Suri (55), warga sekitar menambahkan, pihaknya menduga bayi tersebut dibuang setelah dilahirkan. Sebab, bayi itu masih terlilit tali pusar. Selain itu, di bagian kepala bayi masih terlihat bercak noda. \u201cMungkin orang tuanya belum lama meninggalkan bayinya, soalnya bayinya belum dikerubungi semut, kami menduga pelaku yang membuang bayi tersebut merupakan orang luar alias bukan warga sekitar. Soalnya setahu saya nggak ada yang hamil di sini,\u201d tambahnya. sementara itu Kapolsek Tanjung Karang Barat, Kompol David Jeckson Sianipar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":16325,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-16324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16324"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16324\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}