{"id":16271,"date":"2021-07-31T16:28:07","date_gmt":"2021-07-31T09:28:07","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=16271"},"modified":"2021-07-31T16:28:07","modified_gmt":"2021-07-31T09:28:07","slug":"pastikan-ketahanan-pangan-selama-pandemi-nanang-ermanto-cek-gudang-bulog-di-sragi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/07\/31\/pastikan-ketahanan-pangan-selama-pandemi-nanang-ermanto-cek-gudang-bulog-di-sragi\/","title":{"rendered":"Pastikan Ketahanan Pangan Selama Pandemi, Bupati Nanang Cek Gudang Bulog di Sragi"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id):<\/strong> Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto bersama sejumlah pejabat terkait melakukan pengecekan beras di Gudang Bulog GSP Bhakti Rasa, Kecamatan Sragi, Jumat (30\/7\/2021).<\/p>\n<p>Kunjungan orang nomor satu di\u00a0Bumi Khagom Mufakat\u00a0itu dilakukan untuk melihat langsung ketersediaan beras dan kualitasnya yang dimiliki Pemkab Lampung Selatan selama pandemi virus Covid-19.<\/p>\n<p>Berdasarkan peninjauan di Gudang Bulog BSP Bhakti Rasa, Sragi, Pemkab Lampung Selatan melalui Dinas Sosial memiliki stok ketersediaan beras sebanyak 100 ton. Sedangkan Dinas Ketahanan Pangan memiliki cadangan stok beras sebanyak 132 ton.<\/p>\n<p>Pada saat peninjauan, tampak para pekerja sedang mengemas beras kedalam karung ukuran 15 kilogram. Menurut keterangan Kepala Gudang setempat, Imansyah, dalam sehari mereka mampu mengemas beras sebanyak 10 ton dengan memperkerjakan sebanyak 15 orang. Menurutnya, stok pangan untuk Lampung Selatan mencukupi.<\/p>\n<p>\u201cDi Gudang Bolug GSP Bhakti Rasa ada 3 gudang dengan stok beras sebanyak 2.000 ton,\u201d ungkap Imansyah.<\/p>\n<div id=\"attachment_16272\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-16272\" class=\"wp-image-16272\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/IMG-20210730-WA0001-768x512-1-150x150.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><p id=\"caption-attachment-16272\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>Bupati<\/strong> Lampung Selatan H. Nanang Ermanto saat mengecek ketersediaan dan kualitas beras di gudang Bulog Sragi<\/em><\/p><\/div>\n<p>Sementara itu, Bupati Nanang Ermanto meminta kepada pekerja untuk senantiasa menjaga kesehatan, menerapkan protokol kesehatan seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Lampung Selatan.<\/p>\n<p>\u201cKalian yang bekerja disini jaga kesehatan. Gunakan masker, protokol kesehatan harus benar-benar dijaga. Jangan sampai kalian sudah lelah bekerja, terpapar covid juga karena tidak menjaga prokes,\u201d imbuh Nanang.<\/p>\n<p>Nanang juga meminta kepada jajarannya untuk berkoordinasi dengan bulog saat berencana mengirimkan bantuan beras untuk masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cJika nanti akan mengirimkan bantuan kepada masyarakat, minta dengan Bulognya jangan mendadak. Setidaknya harus sehari sebelumnya, agar mereka punya waktu untuk mengemasnya,\u201d pinta Nanang kepada Kepala Dinas Sosial, Dulkahar.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Dinas Sosial\u00a0 Lampung Selatan, Dulkahar menyebut, sebanyak 96.700 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Lampung Selatan mendapatkan bantuan beras dari pemerintah pusat.<\/p>\n<p>Bantuan tersebut kata Dulkahar, merupakan program dari Kementerian Sosial RI yang disalurkan melalui Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kabupaten Lampung Selatan.<\/p>\n<p>\u201cKabupaten Lampung Selatan mendapatkan kuota bantuan sebanyak 96.700 keluarga. Masing-masing KPM akan menerima 10 kilogram beras,\u201d pungkas Dulkahar. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id): Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto bersama sejumlah pejabat terkait melakukan pengecekan beras di Gudang Bulog GSP Bhakti Rasa, Kecamatan Sragi, Jumat (30\/7\/2021). Kunjungan orang nomor satu di\u00a0Bumi Khagom Mufakat\u00a0itu dilakukan untuk melihat langsung ketersediaan beras dan kualitasnya yang dimiliki Pemkab Lampung Selatan selama pandemi virus Covid-19. Berdasarkan peninjauan di Gudang Bulog BSP Bhakti Rasa, Sragi, Pemkab Lampung Selatan melalui Dinas Sosial memiliki stok ketersediaan beras sebanyak 100 ton. Sedangkan Dinas Ketahanan Pangan memiliki cadangan stok beras sebanyak 132 ton. Pada saat peninjauan, tampak para pekerja sedang mengemas beras kedalam karung ukuran 15 kilogram. Menurut keterangan Kepala Gudang setempat, Imansyah, dalam sehari mereka mampu mengemas beras sebanyak 10 ton dengan memperkerjakan sebanyak 15 orang. Menurutnya, stok pangan untuk Lampung Selatan mencukupi. \u201cDi Gudang Bolug GSP Bhakti Rasa ada 3 gudang dengan stok beras sebanyak 2.000 ton,\u201d ungkap Imansyah. Sementara itu, Bupati Nanang Ermanto meminta kepada pekerja untuk senantiasa menjaga kesehatan, menerapkan protokol kesehatan seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Lampung Selatan. \u201cKalian yang bekerja disini jaga kesehatan. Gunakan masker, protokol kesehatan harus benar-benar dijaga. Jangan sampai kalian sudah lelah bekerja, terpapar covid juga karena tidak menjaga prokes,\u201d imbuh Nanang. Nanang juga meminta kepada jajarannya untuk berkoordinasi dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":16273,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-16271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16271"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16271\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}