{"id":16161,"date":"2021-07-28T20:46:30","date_gmt":"2021-07-28T13:46:30","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=16161"},"modified":"2021-07-28T20:46:30","modified_gmt":"2021-07-28T13:46:30","slug":"pipa-pdam-bocor-di-way-halim-tak-kunjung-di-perbaiki-air-bersih-terbuang-sia-sia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/07\/28\/pipa-pdam-bocor-di-way-halim-tak-kunjung-di-perbaiki-air-bersih-terbuang-sia-sia\/","title":{"rendered":"Pipa PDAM Bocor Di Way Halim Tak Kunjung Di Perbaiki, Air Bersih Terbuang Sia-Sia"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id<\/strong>): Pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di jalan Sultan Agung, Way Halim, Bandar Lampung tepatnya di depan Masjid Ad-Du&#8217;a\u00a0 mengalami kebocoran namun tak kunjung di perbaiki.<\/p>\n<p>Menurut para pedagang yang berjualan di sekitar tempat kebocoran pipa PDAM mengungkapkan kebocoran tersebut telah hampir sebulan terjadi.<\/p>\n<p>Saat ditemui lampungbarometer.id di lokasi, Ismail (35) salah seorang pedagang mengatakan kebocoran tersebut di duga sudah diketahui oleh pihak PDAM karna sudah ada warga yang melaporkan, Rabu (28\/7\/2021).<\/p>\n<p>&#8220;Itu bocornya sudah lama mas, infonya warga juga sudah ada yang laporan, tapi gak tau kenapa sampai sekarang gak di perbaiki. Kami tidak mengetahui penyebabnya tapi sayang airnya terbuang sia-sia di aliran siring,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Hal senada juga di sampaikan seorang Jamaah masjid Ad-Du&#8217;a yang sering melintasi lokasi kebocoran ketika berjalan kaki ke masjid untuk shalat berjamaah.<\/p>\n<p>&#8220;Saya lihat sudah lama bocornya, entah sudah berapa kubik air bersih yang terbuang,soalnya airnya keluar 24 jam nonstop dan dalam volume yang deras. Kalau terus dibiarkan mubazir air bersihnya, apalagi sekarang sudah mulai musim kemarau,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Warga berharap pihak PDAM segera mengambil tindakan perbaikan, agar airnya bisa bermanfaat dan tidak terbuang sia-sia. (herdi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di jalan Sultan Agung, Way Halim, Bandar Lampung tepatnya di depan Masjid Ad-Du&#8217;a\u00a0 mengalami kebocoran namun tak kunjung di perbaiki. Menurut para pedagang yang berjualan di sekitar tempat kebocoran pipa PDAM mengungkapkan kebocoran tersebut telah hampir sebulan terjadi. Saat ditemui lampungbarometer.id di lokasi, Ismail (35) salah seorang pedagang mengatakan kebocoran tersebut di duga sudah diketahui oleh pihak PDAM karna sudah ada warga yang melaporkan, Rabu (28\/7\/2021). &#8220;Itu bocornya sudah lama mas, infonya warga juga sudah ada yang laporan, tapi gak tau kenapa sampai sekarang gak di perbaiki. Kami tidak mengetahui penyebabnya tapi sayang airnya terbuang sia-sia di aliran siring,&#8221; ujarnya. Hal senada juga di sampaikan seorang Jamaah masjid Ad-Du&#8217;a yang sering melintasi lokasi kebocoran ketika berjalan kaki ke masjid untuk shalat berjamaah. &#8220;Saya lihat sudah lama bocornya, entah sudah berapa kubik air bersih yang terbuang,soalnya airnya keluar 24 jam nonstop dan dalam volume yang deras. Kalau terus dibiarkan mubazir air bersihnya, apalagi sekarang sudah mulai musim kemarau,&#8221; ungkapnya. Warga berharap pihak PDAM segera mengambil tindakan perbaikan, agar airnya bisa bermanfaat dan tidak terbuang sia-sia. (herdi)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":16162,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-16161","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16161","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16161"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16161\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}