{"id":16135,"date":"2021-07-28T19:32:17","date_gmt":"2021-07-28T12:32:17","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=16135"},"modified":"2021-07-28T19:32:17","modified_gmt":"2021-07-28T12:32:17","slug":"warga-digegerkan-seorang-bocah-terperosok-kesumur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/07\/28\/warga-digegerkan-seorang-bocah-terperosok-kesumur\/","title":{"rendered":"Warga Digegerkan Seorang Bocah Terperosok ke Sumur"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampung barometer.id):<\/strong> Seorang bocah berkebutuhan khusus bernama Putra Riansyah terperosok ked sumur tua di wilayah Kemiling, Bandar Lampung, Rabu (28\/7\/2021).<\/p>\n<p>Peristiwa yang terjadi pada pagi hari sekitar pukul 8.30 WIB sontak membuat geger warga sekitar.<\/p>\n<p>Menurut keterangan salah satu tetangga bernama Ferizal, awalnya dia mendengar teriakan minta tolong tapi tidak dia gubris sebab dia berpikiran itu hanya perbuatan iseng.<\/p>\n<p>\u201cSaya gak gubris itu teriakan, karena saya pikir perbuatan iseng. Namun suara tersebut makin keras maka saya keliling mencari sumber suara,\u201d ujar Ferizal.<\/p>\n<p>Setelah dicari kata Ferizal, sumber suara berasal dari dalam sumur yang sudah tak terpakai.<\/p>\n<p>\u201cWaktu saya lihat, Si Putra masih minta tolong di dalam sumur, saya langsung panggil tetangga untuk membantu evakuasi,\u201d ujarnya menerangkan.<\/p>\n<p>Beruntung, nyawa Putra tertolong meskipun sempat pingsan karena kekurangan oksigen. Usai kejadian tersebut, polisi dan warga sekitar langsung menutup bibir sumur yang hanya setinggi satu meter dari permukaan tanah tersebut dengan beberapa kayu balok.<\/p>\n<p>Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kemiling Aiptu Gufron mengatakan akibat peristiwa tersebut, korban mengalami sejumlah luka memar pada bagian kaki. Diduga luka tersebut akibat terperosok saat jatuh ke dalam sumur.<\/p>\n<p>\u201cWaktu diangkat dari dalam sumur, memang sempat pingsan. Korban langsung dibawa ke Puskesmas terdekat kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara,\u201d pungkasnya. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampung barometer.id): Seorang bocah berkebutuhan khusus bernama Putra Riansyah terperosok ked sumur tua di wilayah Kemiling, Bandar Lampung, Rabu (28\/7\/2021). Peristiwa yang terjadi pada pagi hari sekitar pukul 8.30 WIB sontak membuat geger warga sekitar. Menurut keterangan salah satu tetangga bernama Ferizal, awalnya dia mendengar teriakan minta tolong tapi tidak dia gubris sebab dia berpikiran itu hanya perbuatan iseng. \u201cSaya gak gubris itu teriakan, karena saya pikir perbuatan iseng. Namun suara tersebut makin keras maka saya keliling mencari sumber suara,\u201d ujar Ferizal. Setelah dicari kata Ferizal, sumber suara berasal dari dalam sumur yang sudah tak terpakai. \u201cWaktu saya lihat, Si Putra masih minta tolong di dalam sumur, saya langsung panggil tetangga untuk membantu evakuasi,\u201d ujarnya menerangkan. Beruntung, nyawa Putra tertolong meskipun sempat pingsan karena kekurangan oksigen. Usai kejadian tersebut, polisi dan warga sekitar langsung menutup bibir sumur yang hanya setinggi satu meter dari permukaan tanah tersebut dengan beberapa kayu balok. Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kemiling Aiptu Gufron mengatakan akibat peristiwa tersebut, korban mengalami sejumlah luka memar pada bagian kaki. Diduga luka tersebut akibat terperosok saat jatuh ke dalam sumur. \u201cWaktu diangkat dari dalam sumur, memang sempat pingsan. Korban langsung dibawa ke Puskesmas terdekat kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara,\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":16136,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-16135","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16135","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16135"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16135\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}