{"id":16086,"date":"2021-07-27T12:05:08","date_gmt":"2021-07-27T05:05:08","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=16086"},"modified":"2021-07-27T12:05:08","modified_gmt":"2021-07-27T05:05:08","slug":"viral-pengusaha-asal-aceh-hibahkan-rp-2-triliun-untuk-penanganan-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/07\/27\/viral-pengusaha-asal-aceh-hibahkan-rp-2-triliun-untuk-penanganan-covid-19\/","title":{"rendered":"Viral! Pengusaha Asal Aceh Hibahkan Rp 2 Triliun untuk Penanganan Covid-19"},"content":{"rendered":"<p><strong>SUMATERA SELATAN (lampungbarometer.id)<\/strong>: Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat bantuan dana penanggulangan covid-19 Rp2 triliun dari keluarga alm Akidi Tio, pengusaha sukses asal Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur. Dana hibah tersebut diberikan melalui dokter keluarga mereka di Palembang, Prof. dr. Hardi Darmawan.<\/p>\n<p>Dana bantuan diserahkan ke Kapolda Sumsel Irjen Pol. Eko Indra Heri dan disaksikan Gubernur Sumsel Herman Deru, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra. Lesty Nuraini, Apt.Kes. dan Danrem 044\/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.<\/p>\n<p>&#8220;Ini luar biasa sekali, ada yang memberikan bantuan untuk penanganan Covid-19 berupa uang Rp2 triliun,&#8221; ujar Gubernur Sumsel Herman Deru saat ditemui usai penyerahan di Mapolda Sumsel, Senin (26\/7\/2021).<\/p>\n<p>Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Eko Indra Heri mengatakan Akidi Tio adalah keluarga yang ia kenal saat bertugas di Aceh beberapa tahun silam.<\/p>\n<p>Perwakilan keluarga lalu menyampaikan kepadanya akan ada bantuan dana yang diberikan kepada masyarakat Sumsel terdampak Covid-19.<\/p>\n<p>Meskipundemikian, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Eko Indra Heri tidak menampik sempat terkejut dengan jumlah nominal fantastis bantuan yang diberikan.<\/p>\n<p>&#8220;Mendengarnya saja kaget, apalagi melaksanakan (amanah) itu. Menurut saya, ini adalah amanah yang sangat luar biasa dan berat sekali karena uang yang diamanahkan ini besar dan harus dipertanggungjawabkan,&#8221; ujar Kapolda.<\/p>\n<p>Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru turut mengapresiasi bantuan yang diberikan keluarga almarhum Akidi Tio.<\/p>\n<p>&#8220;Sumsel dapat bantuan COVID-19. Dananya sekitar Rp 2 triliun,&#8221; kata Deru usai penyerahan dana hibah COVID-19 di Polda Sumsel. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUMATERA SELATAN (lampungbarometer.id): Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat bantuan dana penanggulangan covid-19 Rp2 triliun dari keluarga alm Akidi Tio, pengusaha sukses asal Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur. Dana hibah tersebut diberikan melalui dokter keluarga mereka di Palembang, Prof. dr. Hardi Darmawan. Dana bantuan diserahkan ke Kapolda Sumsel Irjen Pol. Eko Indra Heri dan disaksikan Gubernur Sumsel Herman Deru, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra. Lesty Nuraini, Apt.Kes. dan Danrem 044\/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji. &#8220;Ini luar biasa sekali, ada yang memberikan bantuan untuk penanganan Covid-19 berupa uang Rp2 triliun,&#8221; ujar Gubernur Sumsel Herman Deru saat ditemui usai penyerahan di Mapolda Sumsel, Senin (26\/7\/2021). Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Eko Indra Heri mengatakan Akidi Tio adalah keluarga yang ia kenal saat bertugas di Aceh beberapa tahun silam. Perwakilan keluarga lalu menyampaikan kepadanya akan ada bantuan dana yang diberikan kepada masyarakat Sumsel terdampak Covid-19. Meskipundemikian, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Eko Indra Heri tidak menampik sempat terkejut dengan jumlah nominal fantastis bantuan yang diberikan. &#8220;Mendengarnya saja kaget, apalagi melaksanakan (amanah) itu. Menurut saya, ini adalah amanah yang sangat luar biasa dan berat sekali karena uang yang diamanahkan ini besar dan harus dipertanggungjawabkan,&#8221; ujar Kapolda. Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":16087,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-16086","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16086","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16086"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16086\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16086"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16086"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16086"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}