{"id":16044,"date":"2021-07-25T09:43:35","date_gmt":"2021-07-25T02:43:35","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=16044"},"modified":"2021-07-25T09:43:35","modified_gmt":"2021-07-25T02:43:35","slug":"sakila-penderita-kelumpuhan-di-tubaba-perlu-uluran-tangan-pemerintah-dan-para-dermawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/07\/25\/sakila-penderita-kelumpuhan-di-tubaba-perlu-uluran-tangan-pemerintah-dan-para-dermawan\/","title":{"rendered":"Sakila Penderita Kelumpuhan di Tubaba Perlu Uluran Tangan Pemerintah dan Para Dermawan"},"content":{"rendered":"<p><strong>TULANG BAWANG BARAT (lampungbarometer.id):<\/strong> Sakila Lestari masih terbaring lemah di rumahnya tiyuh Dayasakti, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Anak berusia 6 tahun tersebut lumpuh sejak lahir, Sabtu (24\/7\/2021).<\/p>\n<p>Menurut keterangan Rohman Ependi ayah Sakila bahwa ibunya sudah meninggal dunia, seminggu setelah melahirkan.<\/p>\n<p>\u201cIbunya sudah meninggal seminggu setelah melahirkan anak kami Sakila,\u201d ungkap Rohman.<\/p>\n<p>Sakila butuh uluran tangan pemerintah setempat terutama dari dinas sosial maupun kesehatan untuk memfasilitasi pengobatan, karena orang tuanya memiliki keterbatasan ekonomi. sedangkan Rohman orang tuanya Sakila kerja serabutan.<\/p>\n<p>\u201cKerja serabutan mas untuk menyambung hidup dan untuk membiayai pengobatan Sakila, karena semuanya udah habis mas saya jual termasuk pekarangan rumah\u201d, ungkap Rohman sedih.<\/p>\n<p>Sakila adalah satu-satunya anak Rohman. Saat ini Rohman dan Sakila tinggal menumpang sama mertuanya, nenek sakila di dusun 2 Rt 6 tiyuh Dayasakti.<\/p>\n<p>\u201cSekarang aja saya menumpang sama mertua, untuk itu saya berharap pemerintah dapat membantu kami\u201d harap Rohman.<\/p>\n<p>Untuk bantuan dari tiyuh setempat Rohman mengatakan belum pernah mendapatkannya,.<\/p>\n<p>\u201cBelum pernah dapat mas baik BLT, BST maupun mantra\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Rohman berharap ada dermawan yang bersedia membantu biaya pengobatan putrinya. Dia sangat mengharapkan kesembuhan untuk anaknya. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TULANG BAWANG BARAT (lampungbarometer.id): Sakila Lestari masih terbaring lemah di rumahnya tiyuh Dayasakti, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Anak berusia 6 tahun tersebut lumpuh sejak lahir, Sabtu (24\/7\/2021). Menurut keterangan Rohman Ependi ayah Sakila bahwa ibunya sudah meninggal dunia, seminggu setelah melahirkan. \u201cIbunya sudah meninggal seminggu setelah melahirkan anak kami Sakila,\u201d ungkap Rohman. Sakila butuh uluran tangan pemerintah setempat terutama dari dinas sosial maupun kesehatan untuk memfasilitasi pengobatan, karena orang tuanya memiliki keterbatasan ekonomi. sedangkan Rohman orang tuanya Sakila kerja serabutan. \u201cKerja serabutan mas untuk menyambung hidup dan untuk membiayai pengobatan Sakila, karena semuanya udah habis mas saya jual termasuk pekarangan rumah\u201d, ungkap Rohman sedih. Sakila adalah satu-satunya anak Rohman. Saat ini Rohman dan Sakila tinggal menumpang sama mertuanya, nenek sakila di dusun 2 Rt 6 tiyuh Dayasakti. \u201cSekarang aja saya menumpang sama mertua, untuk itu saya berharap pemerintah dapat membantu kami\u201d harap Rohman. Untuk bantuan dari tiyuh setempat Rohman mengatakan belum pernah mendapatkannya,. \u201cBelum pernah dapat mas baik BLT, BST maupun mantra\u201d ujarnya. Rohman berharap ada dermawan yang bersedia membantu biaya pengobatan putrinya. Dia sangat mengharapkan kesembuhan untuk anaknya. (red)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":16045,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[350],"tags":[],"class_list":["post-16044","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-tubaba"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16044","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16044"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16044\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16044"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16044"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16044"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}